UNTUK INDONESIA
Tiga Goweser Cewek Diduga Disiram Cairan Soda Api di Sleman
Tiga goweser cewek di Sleman Yogyakarta diduga mengalami penganiayaaan dengan disiram air keras. Baju goweser sampai melepuh.
Dugaan kekerasan menimpa tiga orang goweser perempuan (Foto: Tangkap Layar/Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Dugaan penganiayaan dengan air keras menimpa seorang pesepeda di Jalan Palagan, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Korban disiram dengan cairan yang diduga soda api oleh orang tidak dikenal.

Perisitiwa dugaan penyiraman ini dibagikan oleh akun Twitter @Biskims. Postingan ini pun viral. Dalam narasinya bertulis :

“Bagi teman-teman pesepeda di jogja harap berhati-hati. Tadi jam 6 pagi, salah seorang pesepeda terkena siraman (diduga soda api) di sekitaran jalan palagan. Belum diketahui motivnya, tapi harus tetap waspada.

@PoldaJogja tolong ditindak pak,” tulis akun @Biskims, Kamis 29 Oktober 2020.

Pemilik akun juga menyertakan foto pakaian yang dikenakannya rusak seperti melepuh akibat kena cairan soda api. Ironisnya, peristiwa cukup membahayakan tersebut menimpa 3 korban yang merupakan perempuan.

Untuk teman2 cyclist agar lebih berhati-hati dan waspada. Pagi ini 29/10/ 20 daerah Jl. Monjali (Palagan) korban: 3 wanita, period,” tulis keterangan yang ada di dalam foto postingan.

Terkait laporannya, belum kami terima di polres. Kalau di polsek saya belum monitor.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman Ajun Komisrais Polisi Deni Irwansyah menerangkan, bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait hal ini. "Terkait laporannya, belum kami terima di polres. Kalau di polsek saya belum monitor," kata Deni kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Meski begitu, polisi akan mencoba berkomunikasi dengan korban untuk memudahkan penyelidikan. Sehingga terduga pelaku penganiayaan dengan menyiramkan air keras segara terungkap. “Kami minta ketarangan korban dulu, bagaimana kejadiannya, seperti apa ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan atau hal lain yang spesifik pelaku ini," ucapnya.

AKP Deni menambahkan, polisi juga akan memintai keterangan para saksi yang menyaksikan kejadian ini. Dia juga mengimbau kepada semua masyarakat khususnya goweser agar lebih waspada dan berhati-hati ketika bersepeda di jalan.

Apalagi di lokasi yang sepi dan rawan kejahatan. Deni meminta para pesepeda lebih baik mengambil jalur yang aman dan tidak sendirian. "Jangan terlena dengan kondisi yang sepi, suasana nyaman. Karena potensi kriminalitas tetap ada di mana-mana apalagi sepi,” ujarnya Deni. []

Baca Juga:

Berita terkait
Goweser Meninggal di Pinggir Selokan Mataram Sleman
Goweser meninggal saat istirahat dari perjalanan bersama rombongan pesepeda. Dia meninggal di gubug pinggir Selokan Mataram Sleman, Yogyakarta.
Lagi, Goweser Meninggal Saat Bersepeda di Yogyakarta
Dalam catatan Tagar, sebulan terakhir terjadi tiga pesepeda meninggal saat mengayuh pedal di Yogyakarta.
Pesan ISSI Bagi Goweser Kulon Progo Saat Covid-19
ISSO Kulon Progo berpesan kepada goweser di tengah Covid-19 menggunakan sarung tangan, helm, dan menjaga jarak.
0
Wakil Wali Kota Bandung Pimpin Kerja Bakti
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memimpin langsung kerja bakti akbar di Jalan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong