UNTUK INDONESIA
Sempat Mau Bunuh Diri, Pasien Covid Tegal Meninggal
Dalam dua hari terakhir, tiga pasien positif Covid-19 Kota Tegal meninggal. Satu di antaranya sempat mau bunuh diri.
Pemakaman pasien positif Covid-19 yang meninggal di pemakaman umum Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu 16 September 2020. (Foto: Dok Polsek Sumurpanggang).

Tegal - ‎Jumlah kematian pasien Covid-19 di Kota Tegal, Jawa Tengah meningkat selama September. Dalam dua hari terakhir, tiga pasien positif meninggal, satu di antaranya sempat mau bunuh diri.

Pasien positif ‎terakhir yang meninggal, yakni seorang perempuan berusia 53 tahun berinisal Tp, warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.‎ Pegawai salah satu koperasi itu meninggal pada Rabu dini hari, 16 September 2020.

Dua hari terakhir ini, terdapat tiga pasien terkonfirmasi positif yang meninggal. Dua warga Kota Tegal, satu warga Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari mengatakan, sebelum meninggal, Tp yang merupakan warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah sejak Selasa 8 September 2020.

"Tp masuk ke RSUD Kardinah dengan keluhan suhu tubuh tinggi, sesak nafas dan batuk. Kemudian dilakukan tes swab dan hasilnya positif Covid-19. Hari Senin 14 September 2020 dilakukan swab kedua, tapi hasilnya belum keluar T meninggal," kata Prima, Rabu 16 September 2020.

Sebelumnya, lanjut Prima, seorang pasien positif juga meninggal pada Selasa 15 September 2020.‎ Perempuan berusia 38 tahun berinisal T, warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana itu sempat dibawa ke ke RSUD Brebes setelah melakukan upaya percobaan bunuh diri di Sungai Kaligangsa, Kota Tegal pada 3 September 2020.

"Kemudian ‎T menjalani tes swab pada 4 September dan hasilnya keluar pada 8 September dinyatakan positif Covid-19. ‎Setelah itu, dia pulang dari rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri di rumah karena kondisinya sehat," kata Prima.

‎Prima melanjutkan, pada 15 September 2020, T memeriksakan diri ke Puskesmas Bandung, Kecamatan Tegal Selatan karena kakinya mengalami pembengkakan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kota Tegal namun tidak bisa dirawat karena ruang perawatan penuh.

"Pada hari itu juga sekitar pukul 12.00 WIB T akhirnya dibawa ke RSUD Kardinah dengan keluhan panas, batuk, dan pusing tapi kemudian meninggal sekitar pukul 1‎3.00 WIB," ucap Prima.

Baca lainnya: 

Berdasarkan data Covid-19 Kota Tegal, ‎hingga Rabu ini, jumlah pasien positif yang meninggal total mencapai 13 orang. Jumlah kematian ini menunjukkan tren peningkatan sejak awal September.

Pada 5 September‎ tercatat ada 10 pasien positif yang meninggal. Bertambah menjadi 11 orang pada 7 September, kemudian 14 September jumlahnya kembali naik menjadi 12 orang.

"Dua hari terakhir ini, terdapat tiga pasien terkonfirmasi positif yang meninggal. Dua warga Kota Tegal, satu warga Kabupaten Tegal," ujar dia.

‎Prima menambahkan upaya deteksi dini dilakukan terhadap orang-orang yang tergolong rentan atau berisiko meninggal apabila terpapar Covid-19 seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta. 

"Pasien yang meninggal rata-rata pasien berusia lanjut yang memiliki penyakit penyerta. Penyakit penyertanya juga berat-berat. Sehingga kami lakukan upaya deteksi dini orang-orang yang berisiko ini untuk menekan angka kematian," imbuhnya. []

Berita terkait
Siswa di Kota Tegal Kena Covid-19, Sekolah Ditutup
Pembelajaran tatap muka di sebuah sekolah di Tegal terpaksa ditutup setelah satu siswanya positif Covid-19.
Denda 100 Ribu bagi Warga Kota Tegal Tak Bermasker
Kota Tegal mulai menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Tak pakai masker bisa didenda Rp 100 ribu.
Pedagang Pasar Positif C-19, Tegal Tembus‎ 103 Orang
Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menembus 103 orang. Salah satu di antaranya adalah pedagang pasar.
0
Sempat Mau Bunuh Diri, Pasien Covid Tegal Meninggal
Dalam dua hari terakhir, tiga pasien positif Covid-19 Kota Tegal meninggal. Satu di antaranya sempat mau bunuh diri.