UNTUK INDONESIA
Sehari, Uang Beredar di Sunan Kuning Rp 1 Miliar
Dalam sehari perputaran uang di lokalisasi Sunan kuning mencapai Rp 1 Miliar.
Suasana Lokalisasi Sunan Kuning saat Ramadan kemarin. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Jumlah perputaran uang di Resosialisasi Argorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah terbilang cukup fantastis. Dalam sehari, nominal uang beredar di kawasan esek-esek yang beken dengan Lokalisasi Sunan Kuning ini mencapai Rp 1 miliar.

“Kalau dihitung secara total, melihat dari seluruh aktivitas usaha yang ada, termasuk uang tips dari pelanggan, dalam sehari rata-rata bisa mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Ketua Resosialisasi Argorejo Suwandi kepada Tagar, Selasa 18 Juni 2019.

Secara administratif, kawasan Sunan Kuning masuk dalam wilayah Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Lokalisasi ini berada di kawasan Kampung Argorejo. Di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kampung Argorejo tercatat dalam wilayah administratif rukun warga (RW) IV, dengan enam kelompok rukun tetangga (RT) di dalamnya.

Berita terkait: Sunan Kuning Ditutup, WPS: Prostitusi Tetap Ada

Meski terbagi dalam enam kelompok RT namun pencarian alamat di perkampungan Argorejo lebih mudah dengan penyebutan gang atau jalan kampung. Ada 10 gang yang membelah dan menghubungkan antar kampung di Argorejo kendati warga setempat lebih suka menyebut gang yang ada mengacu jumlah RT.

“Total ada 177 usaha karaoke di Sunan Kuning,” sebut Suwandi.

Sunan Kuning Hidupkan UMKM

Usaha di Sunan Kuning tidak hanya melulu berjenis hiburan seperti karaoke yang disebut Suwandi. Untuk jenis usaha lain seperti warung makan, warung kelontong, toko busana, distributor tas maupun sepatu, distributor alat kotrasepsi, kos maupun wisma, jumlahnya mencapai ratusan.

Dari pantauan Tagar, di Sunan Kuning banyak terlihat ragam usaha yang digiatkan warga setempat. Di luar karaoke, usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berbasis daring saja terpantau ada sekitar 70 titik. 

Ada yang dimiliki warga asli Argorejo maupun warga pendatang. Sebagian diantaranya dimiliki oleh mami, sebutan untuk muncikari atau pemilik wisma, yang merintis usaha usai pensiun sebagai WPS.

Berita terkait: Pagi Ini, WPS dan Mami di Sunan Kuning Dikumpulkan

Suwandi menyatakan dari sekian banyak jenis usaha tersebut, setidaknya ada 10 ribu orang yang menggantungkan hidupnya di Sunan Kuning. 

“Mulai dari warga setempat, mbak-mbak yang berjumlah 476 orang, sales kontrasepsi dan obat-obatan, penjual asongan, distributor kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain, sales rokok, tukang parkir, operator karaoke dan lain sebagainya, ada 10 ribu orang yang melakukan usaha di sini,” papar dia.

Dengan geliat usaha yang ada ditambah dengan uang yang beredar di kalangan wanita pekerja seks (WPS) maka Suwandi menyatakan perputaran uang sekitar Rp 1 miliar dalam sehari adalah hal lumrah.

“Untuk karaoke saja, penghasilan bersih yang diterima pemilik karaoke bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. Jadi bisa dilihat betapa besar perputaran uang yang ada di Sunan Kuning,” sambung dia.

Berita terkait: Penutupan Sunan Kuning, DPRD: Semarang Ketinggalan

Rusmati (51), pemilik salah satu warung kelontong di Argorejo gang III menyebut dalam sehari bisa mendapat omzet hingga Rp 800 ribu. “Itu angka paling sedikit. Sebab kalau pas libur akhir pekan sedikitnya bisa sampai Rp 1,5 juta dalam sehari. Di libur Lebaran kemarin saja dalam sehari bisa dapat Rp 2 juta,” kata dia.

Warga asli Argorejo ini mengaku sudah puluhan tahun membuka usaha kelotong. Sebelumnya, Rusmati bersama suami juga membuka warung makan yang selokasi dengan dagangan kelontongannya. “Untuk warung makannya sudah tidak lagi, sekarang hanya warung kelontong saja,” ujar dia.

Selama berusaha, pelanggan warung kelontong Sumiati lebih banyak datang dari kalangan WPS. “Paling ramai dini hari hingga pagi karena karaoke sudah pada tutup. Mbak-mbaknya banyak datang untuk mencari rokok, alat kontrasepsi atau kebutuhan lain. Kalau karaokenya masih buka warung malah sepi mas, karena untuk jajan sampai rokok sudah disediakan karaoke,” beber wanita paruh baya ini.

Satu Malam WPS Bisa Mendapatkan Uang Rp 3 Juta 

Besarnya perputaran uang di kompleks Sunan Kuning juga disampaikan salah satu operator karaoke berinisial FW. Pria 35 tahun ini sudah menjadi operator musik di karaoke yang berlokasi di gang III sejak 12 tahun lalu.

Berita terkait: Pekerja Seks Sunan Kuning Dapat Rp 5,5 Juta per Orang

Penghasilan yang ia dapatkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan keluarga di kampung halaman di Sragen. “Semalam bekerja, minimal 10 jam, dapat Rp 15 ribu per jamnya. Ditambah dari mbak pemandu Rp 5 ribu per orang. Itu belum termasuk tips dari pengunjung. Total dalam semalam bisa dapat Rp 300 - 400 ribu,” rinci ayah dua anak ini.

Sementara di kalangan WPS, dalam sehari mendapat uang Rp 1,5 juta bukan hal yang sulit. Terlebih jika WPS tersebut punya modal rupawan dan bodi seksi maka penghasilan Rp 3 juta dalam semalam adalah jumlah paling sedikit.

“Kalau saya sehari rata-rata mentok melayani lima sampai enam tamu. Tarif tergantung mbak-mbaknya, standarnya Rp 150 ribu tapi bisa sampai sekali kencan dapat Rp 200 ribu. Ada juga yang melayani delapan sampai 15 tamu dalam semalam, bisa dapat tiga jutaan,” beber Eni (30), WPS yang sudah dua tahun buka pelayanan syahwat di Sunan Kuning. []

Berita terkait: Pemkot Semarang Akan Tutup Lokalisasi Sunan Kuning

Berita terkait
0
Usut Mafia Tanah, Menteri ATR Tambah Staf Khusus
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil berencana mengusut mafia tanah di Indonesia.