UNTUK INDONESIA
Seekor Harimau Kembali Berkeliaran di Subulussalam
Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali berkeliaran di areal perkebunan kelapa sawit di Kota Subulussalam, Aceh.
Screenshot video penampakan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tengah berkeliaran di areal perkebunan kelapa sawit yang terekam kamera telepon seluler warga di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Rabu, 29 Maret 2020. (Foto: Tagar/Istimewa)

Subulussalam - Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali berkeliaran di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Rabu, 29 April 2020.

Harimau yang berkeliaran itu turut terekam kamera telepon seluler warga yang kebetulan sedang berada di sekitar arael kebun.

Di dalam video itu, terlihat sang harimau tengah mengendap di antara semak belukar di dalam areal kebun kelapa sawit yang jaraknya tidak terpaut jauh dari pemukiman penduduk.

Wow, lari dia, waduh, aduh, seperti mau menerkam dia, waduh, gak ah.

Di dalam video yang berdurasi 52 detik itu terdengar warga yang merekam sontak dikagetkan dengan gelagat harimau yang tampak seakan-akan ingin melakukan ancang-ancang untuk menerkam mangsa.

"Wow, lari dia, waduh, aduh, seperti mau menerkam dia, waduh, gak ah," bunyi isi percakapan warga yang merekam gerak-gerik harimau tersebut.

Aksi warga yang merekam hewan buas itu cukup terbilang nekat, sebab jika melihat video jarak warga yang merekam gelagat harimau itu tidak begitu jauh, bahkan bisa dikatakan kalau suara mereka itu dapat didengar oleh sang harimau.

Di dalam video itu warga yang merekam kejadian tersebut juga masih menyempatkan diri untuk memberitahu warga untuk hati-hati dan menjauh dari lokasi. Di mana di dalam video itu terlihat ada warga yang tengah melintas dengan mengendarai sepeda motor.

"Pak harimau itu, ia.. dari tadi kami menunggu di sini," teriak si perekam gelagat harimau itu yang memberitahukan keberadaan harimau kepada warga yang tampak sedang melintas di sekitar areal kebun.

Terkait video yang beredar luas di pesan berantai grup WhatsApp belum diketahui siapa sosok warga yang merekam kejadian tersebut.

Lebih lanjut terkait penampakan harimau tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Hadi Sofyan yang dikonfirmasi Tagar, Rabu, 29 April 2020, malam mengatakan sejak sepekan yang lalu telah melakukan patroli melalui kegiatan respon konflik harimau dan pemasangan camera trapping (kamera trap).

Dilakukannya kegiatan tersebut berdasarkan dari kejadian serupa didapatinya seeokor harimau yang juga tengah berkeliaran di areal perkebunan kelapa sawit PT Asdal Prima Lestari pada 21 Maret 2020 lalu yang juga sempat terekam kamera telepon seluler karyawan perusahaan perkebunan yang mana ketika itu sedang melintasi perkebunan dengan mobil dan dengan tiba-tiba dihadapkan pada penampakan seekor harimau yang sedang berdiam diri pada sebuah tebing tepat di pinggir jalan perkebunan, dan akhirnya para karyawan yang berjumlah lebih dari satu orang di dalam mobil itu langsung merekamnya dengan kamera telepon seluler hingga viral di media sosial.

Sejauh ini pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh tela mengecek seluruh jalur-jalur lintasan harimau serta melakukan lemasangan enam unit kamera trap. "Berdasarkan hasil kerja yang dilakukan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dalam sepekan ini bahwa harimau belum terlihat dari kamera trap yang sudah dipasang tersebut," kata Hadi.

Selain itu pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh juga turut mensosialisasikan penanganan konflik harimau dengan menggunakan mercon kepada karyawan PT Asdal Prima Lestari.

Baca juga: Harimau Kembali Teror Warga Subulussalam Aceh

"Tim akan menambah empat kamera trap lagi yang nanti akan dipasang pada tempat harimau yang sering terlihat," ujar Hadi.

Ketika ditanyai terkait video yang beredar tersebut, Hadi mengatakan bahwa video itu bukanlah hasil rekaman timnya yang di lapangan. "Video yang beredar itu bukan hasil rekaman tim kami di lapangan. Itu diambil oleh karyawan perusahaan PT ISP (indo sawit perkasa) yang areal perkebunan berbatasan langsung dengan kawasan hutan produksi," ujar Hadi.

Hadi mengatakan apabila harimau tersebut nantinya sudah teridentifikasi maka pihaknya selanjutnya akan melakukan pengusiran dengan cara menurunkan pawang harimau. []

Berita terkait
Jadwal Lengkap Imsak dan Buka Puasa 2020 Aceh Jaya
Berikut jadwal imsakiyah lengkap Ramadan 1441 Hijriah untuk wilayah Kabupaten Aceh Jaya mulai dari 1 Ramadan.
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 2020 Subulussalam Aceh
Jadwal imsakiah untuk wilayah Subulussalam dan sekitarnya selama bulan ramadan 2020.
PDP Positif Rapid Test Subulussalam Negatif Covid-19
Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Subulussalam, Aceh dinyatakan negatif virus corona atau covid-19.
0
Tiga Siasat Menkeu Jalankan APBN 2020 Saat Covid-19
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mengambil tiga langkah kebijakan dalam menjalankan APBN di tengah pandemi virus corona.