UNTUK INDONESIA
Santang Preman Yogyakarta Konon Kebal Bacok
Beredar video Santang yang menggoreskan senjata tajam di kulitnya yang konon kebal bacok. Warganet ada yang percaya dan tidak. Statemen kepolisian?
Preman Santang dalam capture video yang memamerkan kebal senjata tajam kepada musuhnya. (Foto: Screenshot video/Tagar/Kiki Luqman)

Yogyakarta - Santang atau SY, 37 tahun, bersama tiga temannya melakukan penyerangan brutal di dua lokasi berbeda di Kulon Progo, Yogyakarta akhirnya menyerahkan diri kepada Polda DIY pada Kamis 13 Februari lalu. Berita penyerahan diri preman dengan tubuh penuh tato ini menjadi perbincangan warga Yogyakarta.

Netizen ramai-ramai mengomentari pemberitaan itu. Banyak komentar yang menyebut preman Santang kebal bacok. "Kuwi kebal bacok Dab, dipedang ora mempan (Dia kebal bacok, dipedang tidak terluka)," begitu tulis Satria di grup Facebook Info Cegatan Jogja.

Begitu juga nama Andi yang mengomentari berita di Tagar berjudul Sosok Preman Bertato Penyerang Brutal di Kulon Progo, yang dipublish 16 Februari 2020 pukul 06.15 WIB. 

Udah dr dulu skali dia jd preman jalanan dan memang benar dia dan ibunya punya cekelan, punya ilmu kekebalan (Sudah dari dulu sekali dia [Santang] jadi preman jalanan dan memang benar dia dan ibunya punya pegangan, punya ilmu kekebalan," begitu tulis Andi.

Namun banyak juga warganet yang menyangsikan Santang kebal senjata tajam. "Hambok yakin ora percoyo nek cah kuwi lading ora tedas (Sangat yakin tidak percaya kalau dia [Santang] itu pisau tidak tembus)," komentar Gilang.

Sebelumnya beredar video bahwa Santang adalah sosok yang kebal dan tidak bisa tersayat oleh benda tajam jenis apapun, namun nyatanya jarum tato masih bisa menembus kulit SY. Apakah SY benar-benar kebal?

Pada 2008 lalu SY pernah terkena tembak kok sama pihak kepolisian. Itu data yang ada di pihak kami.

Ilmu kebal Santang semakin terungkap bohong setelah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan bahwa tubuh SY pernah tertembus timah panas dari kepolisian. "Tidak kebal. Dia itu kan residivis dengan kasus-kasus kriminal ya dari kasus perampokan, perusakan dan penganiyayaan," katanya.

Yuliyanto mengatakan SY pada 2008 pernah ditembak polisi dan peluru tetap menembus tubuhnya. "Pada 2008 lalu SY pernah terkena tembak kok sama pihak kepolisian. Itu data yang ada di pihak kami," katanya.

Selain itu, kata dia, saat SY menyerahkan diri juga mengaku tidak kebal senjata tajam. Video yang beredar itu hanya main-main saja. "Tidak kebal itu hanya main-main saja," kata SY dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Jumat 14 Februari 2020.

Menurut Yuliyanto, selama menjadi daftar pencarian orang (DPO), SY bersembunyi di dalam bus antar kota dan antar provinsi (AKAP). "Selama jadi DPO, SY bersembunyi di bus. Jadi dia pergi dari Yogyakarta ke Surabaya lalu balik lagi ke Yogyakarta yang langsung dilanjutkan ke Semarang. Dia tidak keluar bus atau terminal sama sekali," ungkapnya.

Merasa bosan menjadi DPO dan hidup di dalam bus akhirnya Santang mendatangi Mapolda DIY bersama ibunya. Santang akhirnya menyerahkan diri.

Yuliyanto menambahkan jika sejauh ini masih ada korban lainnya dengan tersangka atas nama SY, diminta agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian agar segera diproses dan SY mendapatkan hukuman dengan selayak-layaknya. 

"Silakan segera dilaporkan agar SY bisa kami proses secepatnya dan dia mendapatkan hukum dengan pantas,” katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Pesan Istri untuk Preman Yogyakarta Bernama Santang
Santang, preman yang kondang sadis di Yogyakarta akhirnya menyerahkan diri ke Polda DIY. Dia terlibat penyerangan brutal di Sleman dan Kulon Progo.
Polres Kulon Progo Tangkap Kelompok Preman Santang
Polres Kulon Progo menangkap satu pelaku penganiayaan brutal berinisial AB. Teman preman Santang ini ditangkap di Giwangan Kota Yogyakarta.
Sosok Preman Bertato Penyerang Brutal di Kulon Progo
Pria berinisial SY 37 tahun, pelaku penyerangan brutal di Kulon Progo, ternyata punya catatan kriminalitas lain. Dia residivis kasus perampokan.
0
Polda Sumut Bekuk 2 Perwira Polisi Terlibat Narkoba
Polisi antinarkoba Polda Sumatera Utara menangkap dua perwira yang bertugas di Kepolisian Sektor Hamparan Perak, Pelabuhan Belawan.