UNTUK INDONESIA
Pesan Istri untuk Preman Yogyakarta Bernama Santang
Santang, preman yang kondang sadis di Yogyakarta akhirnya menyerahkan diri ke Polda DIY. Dia terlibat penyerangan brutal di Sleman dan Kulon Progo.
Santang, preman yang menyerang secara brutal di Kulon Progo akhirnya menyerahkan diri ke Polda DIY. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Beredar video perempuan yang meminta Santang atau SY, preman yang menyerang secara brutal di Kulon Progo untuk menyerahkan diri. Dalam video berdurasi 26 detik, perempuan yang mengaku sebagai istri Santang ini juga menceritakan dia bersama anak-anaknya mengungsi.

Berikut isi pesan dalam video itu:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mas Santang, aku istrimu. Aku ma anak-anak saat ini mengungsi supaya tenteram. Dan anak-anak sekarang kapiran. Aku istri mengharap njenengan menyerahkan diri ke polisi biar masalah selesai dan nggak lari-lari terus. Masalah pasti ada selesainya. Daripada lari bisa berakhir tidak baik bagi kita semua. Aku harap menyerahkan diri saja mas.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Begitu cerita di balik preman bertato bernama Santang menyerahkan diri ke polisi. Pria yang menyerang secara brutal terhadap sejumlah korban di Sleman dan Kulon Progo itu akhirnya datang ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Santang menyerahkan diri dengan diantar oleh ibunya.

Video Santang menyerahkan diri itu juga beredar di aplikasi pesan WhatsApp. Santang yang berpakaian hitam terlihat datang bersama seorang wanita berkebaya warna gelap dan jarik warna cokelat. Mereka datang ke ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto membenarkan Santang menyerahkan diri diantar oleh ibunya. Polda DIY juga menangkap teman Santang yang berinisial AN, 26 tahun. Santang dan AN merupakan dua dari empat pelaku penyekapan dan penganiayan bersama-sama terhadap Gideon Her Kriganto, warga Kalibawang, Kulon Progo.

Yuliyanto juga membenarkan dalam video yang meminta Santang menyerahkan diri tersebut adalah isti Santang. Pesan dalam video itu juga diduga menjadi alasan SY akhirnya menyerahkan diri ke polisi. "Dalam video itu istri SY," kata Yuliyanto saat dihubungi pada Minggu 16 Februari 2020.

Dalam catatan kepolisian, Santang sering bersinggungan dengan kriminalitas. Dia merupakan residivis karena kasus perampokan, perusakan dan penganiayaan. Selama ini track record-nya di Sleman, catatan kriminalitasnya sudah empat kali.

Saat jumpa pers di Mapolda DIY pada Jumat 14 Februari 2020, Yuliyanto mengatakan peristiwa penganiyaan itu dilaporkan pada 27 Januari 2020 di wilayah Minggir, Kabupaten Sleman. Pada Minggu 9 Februari 2020 Polda DIY berhasil menangkap AN sekitar pukul 02.15 WIB. Saat itu pelaku mencoba melarikan diri, akhirnya petugas terpaksa memberikan peringatan tembakan di kakinya.

Pelaku penyerangan brutal di Kulon ProgoKabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Polisi Burkan Rudy Satria (Kanan) saat jumpa pers di Mapolda DIY pada Jumat, 14 Februari 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Sedangkan Santang menyerahkan diri pada Kamis 13 Februari 2020 ke Polda DIY dengan diantar orang tuanya. Sebelum menyerahkan diri, Santang jalan-jalan dari Yogyakarta ke Surabaya naik bus. Lalu pulang lagi ke Yogyakarta dan dilanjutkan ke Semarang, Jawa Tengah. "Dia terus muter-muter kaya gitu saja untuk kabur dari kejaran polisi. Hidupnya di bus," ucapnya.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, saat terjadi tindak pindana tersebut, proses penyekapan dan penganiayaan korban direkam oleh salah satu pelaku yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Video penganiayaan bersama-sama itu akhirnya viral di media sosial.

Setelah melakukan pendalaman kasus, ternyata Santang selain terlibat kasus penganiayaan bersama-sama, juga terlibat kasus penyerangan brutal di jalanan dengan menganiaya korban di wilayah Nanggulan, Kulon Progo pada 1 Februari 2020. 

Dalam kasus itu, korban berinisial MR Kalibawang mengalami luka bacok di punggung dan kepala. "SY juga pelaku penganiayaan di daerah Nanggulan, Kulon Progo," ungkapnya.

Sering Memalak Warung Sekitar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Polisi Burkan Rudy Satria mengungkapkan kasus yang menjerat pria yang bertato di seluruh tubuhnya ini. Kasus yang pernah dijalaninya yaitu penganiayaan yang dilakukan oleh Santang bersama AN dan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Santang yang tinggal di wilayah Minggiran, Sleman itu sejak dulu sudah sering meresahkan warga sekitar. Santang saat dalam keadaan mabuk semakin membuat kenyamanan warga terganggu. Santang mempunyai kebiasaan memalak uang di warung-warung. "Yang bersangkutan dinilai berbahaya. Sering memalak warung-warung di wilayahnya," kata Burkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan SY dan AN beserta dua pelaku telah merampas kemerdekaan orang dan bersama-sama melakukan kekerasan fisik. "Dua orang pelakunya sudah petugas ditangkap inisial SY dan AN. Dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang)," katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Sosok Preman Bertato Penyerang Brutal di Kulon Progo
Pria berinisial SY 37 tahun, pelaku penyerangan brutal di Kulon Progo, ternyata punya catatan kriminalitas lain. Dia residivis kasus perampokan.
Pelaku Penyerangan Brutal di Kulon Progo Menyerah
Dua pelaku penyerangan brutal di Kulon Progo menyerahkan diri ke polisi. Petugas masih memburu dua lainnya yang masih DPO.
Terungkap Identitas Pembacokan Brutal di Kulon Progo
Polisi mengantongi identitas pelaku pembacokan brutal di Kulon Progo. Barang bukti berupa senapan angin dan motor pelaku sudah diamankan.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.