Jakarta, (Tagar 8/11/2018) - "Doing nothing often leads to the very best of something" adalah kalimat yang disampaikan beruang cokelat bernama Pooh kepada teman kecilnya Christopher Robin saat mereka tersesat di hutan dalam cerita fiksi buatan penulis Inggris AA Miilne.

Diam dan tidak berbuat apa-apa menurut Pooh bisa mengantarkan mereka keluar dari kegelapan hutan, karena bila keduanya gelisah, mereka hanya akan berputar-putar tanpa tujuan.

Namun diam dan tidak berbuat apa-apa, tampaknya tidak ada dalam kamus Presiden Joko Widodo (Jokowi) apalagi sejak dimulainya masa kampanye pada 23 September 2018 yang menempatkannya sebagai calon presiden (capres) nomor urut 01 berkampanye tanpa meninggalkan tugas kenegaraan.

"Bu Menteri, istirahat juga perlu ya? saya yang kurang di situ, gaya hidup saya yang kurang di situ, yang ngatur yang gak benar, dipikir saya diatur sana sini, Sabtu Minggu juga terus (beraktivitas), dipikir saya mesin? Sama seperti bapak ibu punya rasa! Tapi jawabannya begitu 'ya sudah saya jalani', jalani tanpa beban," tambah Presiden tersenyum.

Presiden menyampaikan keluhannya pada Minggu (4/11) dalam pembukaan Healthy Summit 2018 yang dihadiri ratusan kader kesehatan termasuk para pejabat di Banten yaitu Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah di Balaikota Tangerang. Bu Menteri yang dimaksud adalah Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

***

Pada Sabtu dan Minggu (3-4 November 2018), Jokowi dijadwalkan menghadiri berbagai kegiatan, baik sebagai Presiden maupun capres. Kegiatan pertama pada Sabtu (3/11) adalah hadir dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di hotel Fairmont Jakarta sebagai capres.

Jokowi meminta para pengusaha tersebut untuk "berhijrah". Berhijrah dari perilaku konsumtif menjadi produktif, hijrah dari sikap marah-marah menjadi penyabar. Hijrah dari sikap senang perpecahan menjadi orang yang senang persatuan, hijrah juga dari orang yang senang monopoli menjadi senang kompetisi, dan terakhir hijrah dari sikap individualis menjadi kolaborasi, dan kerja sama-sama.

Pada akhir pekan itu juga Jokowi mendatangi pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Presiden yang mengenakan jaket merah terang yang bagian belakangnya bertuliskan "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper" sempat mencoba beberapa motor.

Dua motor pertama yang ia coba adalah keluaran pabrikan Inggris Royal Enfield. Motor warna hitam dan putih itu punya gaya klasik tapi "macho". Jokowi juga mencoba satu motor "custom" bercat ungu dengan aksen putih di stan Honda. Namun ternyata Presiden tidak membeli motor dari pameran itu.

"Tadi hanya pegang-pegang saja masak enggak boleh? Semua saya pegangin," kata Presiden.

Presiden mengaku datang ke pameran itu untuk melihat kemajuan produksi sepeda motor Indonesia yang sudah menghasilkan 6,5 juta sepeda motor, hampir 600-an ribu di antaranya diperuntukkan untuk ekspor.

Apalagi muatan lokal dari masing-masing motor sudah di atas 90 persen sehingga produk otomotif asal Indonesia dapat masuk ke pasar baru dengan menyesuaikan harga dan kualitasnya.

***

Selesai mencoba-coba motor, Jokowi dan rombongan pun bergerak ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di kawasan Banten Lama yang sedang dipugar. Di sana Jokowi menyempatkan salat dan menemui sejumlah kyai.

Jokowi pada kampanye 2014 lalu juga pernah berkunjung ke lokasi yang sama pada Maret empat tahun yang lalu.

Acara keempat adalah menghadiri acara "Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi" yang juga dihadiri calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di GOR Maulana Yusuf Serang, Banten.

Baik Jokowi maupun Ma'ruf Amin berpakaian bak jawara banten warna hitam lengkap peci dan ikat pinggang.

"Mari bersama kita mulai hijrah dari ujaran kebencian menuju ke ujaran kebenaran. Hijrah dari sering mengeluh kepada mensyukuri nikmat, selalu bersyukur. Hijrah dari yang suka 'suudzon' atau berprasangka buruk kepada suka 'khuznuzon' berprasangka baik kepada siapa pun apalagi kepada saudara muslim, sebangsa, setanah air," kata Jokowi dalam acara yang dihadiri ribuan orang dalam GOR tertutup tersebut.

Di hadapan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan keluarga lainnya serta sejumlah Tim Kemenangan Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01, Jokowi berbicara secara terbuka.

"Saya perlu sampaikan, blak-blakan saja, tiga minggu lalu survei di Banten kita kalah 9 persen. Insya Allah silaturahmi sore ini tadi saya sudah bisik-bisik ke Bu Tatu, Bu Airin, Pak Andhika saya mau cek di pertengahan Desember sudah berubah atau belum," tambah Jokowi.

Namun karena berpasangan dengan putra Banten yaitu Ma'ruf Amin, Jokowi pun yakin ia dapat memenangkan Banten pada pilpres 2019.

"Kalau menurut saya insya Allah, Banten menang karena ini baru dikonsolidasi. Dulu memang kalah tapi sekarang kalah sedkit. Besok menang sedkit, lusa menang banyak karena cawapresnya putra Banten," kata Ma'ruf Amin saat diwawancarai wartawan usai acara.

Ia pun menargetnya kemenangan mencapai 70 persen.

"Makanya wajib milih Jokowi. Target di Banten minimal 70 persen," tambah Ma'ruf.

Meski sudah lewat pukul 18.30, Rombongan masih meluncur ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten yang dipimpin oleh KH Abuya Muhtadi. Sepanjang perjalanan, hujan ikut mengiringi. Jokowi pun melewati sejumlah ruas jalan yang banjir dan berlubang.

Jokowi pun tiba di hotel untuk beristirahat sekira pukul 22.30 WIB.

***

Pada Minggu (4/11) perjalanan Presiden diawali pukul 06.00 WIB dari hotel Atria Tangerang dengan menaiki sepeda motor custom menuju pasar Anyar.

Motor yang ditungganginya adalah motor "custom" karya bengkel Katros Garage dari Kawasaki W175 beraliran tracker dan berwarna dominan hijau dengan nomor polisi B 3450 INA.

Presiden lengkap dengan mengenakan helm Cargloss warna cokelat metalik, tidak ketinggalan presiden juga mengenakan sarung tangan. Sedangkan di sisi kanan motor ada tulisan "Jokowi" dengan aksen emas di bagian depan. Presiden pun masih mengenakan jaket merah terang "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper".

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ikut menemani Presiden "motoran" mulai dari sekitar Jalan MH Thamrin, Tangerang.

Setibanya di pasar sekira pukul 06.33 WIB, Presiden langsung mampir ke kios pedagang cabai, jeruk lemon, petai, melinjo, daging, tahu, beras dan mengunjungi dua pedagang tempe.

Terjadilah perbincangan antara Jokowi dan para pedagang dalam suasana yang akrab.

"Tempenya gede banget pak," kata seorang ibu pedagang mengenai kualitas dagangannya.

"Berapa ini?" tanya Presiden.

"Goceng aja Pak, kalau Pak Jokowi yang beli," jawab pedagang menggunakan kata dalam bahasa China yang sudah jamak dipakai oleh masyarakat di Jakarta.

"Goceng?" tanya Presiden seperti mempertanyakan kata-kata yang dianggap "asing" itu.

"5.000, gangsal ewu (5000)," jawab pedagang lagi sambil tertawa.

"Oooh, gangsal ewu (5.000), goceng, goceng," balas Presiden sambil memilih-milih tempe.

"Sudah 35 tahun di sini, tadinya di Budiasih, (lalu) diusir, jadi ke sini, alhamdulilah dibeli Pak Jokowi menambah rezeki," katanya sambil membungkus 5 potong tempe yang dililit daun pisang.

Presiden pun memberikan dua lembar uang Rp 50.000 kepada ibu pedagang tersebut.

"Pak Jokowi (ini uang) kembali(an)," teriak pedagangannya.

Namun Presiden pun menolak menerima uang kembalian tersebut.

Di kios pedagang tahu, sang pedagang pun mengaku tahu kuning yang ia jual hanya seharga Rp 5.000.

"Saya asli orang Bandung Pak, ini tahu Rp 5000, serba lima ribu, dijamin halal," kata pedagang.

Jokowi lalu membeli 10 bungkus tahu.

"Tahu masih murah," kata Presiden.

Sedangkan di kios pedagang daging sapi yang menjajakan dagangannya seharag Rp 120 ribu per kilo, Jokowi mendapat komentar menarik.

"Ternyata bapak awet muda ya," kata si pedagang sambil berebut swafoto bersamanya.

Presiden mengatakan dari kunjungannya ke pasar tersebut, harga-harga tampak stabil.

"Yang pertama gini kita kan ada yang namanya angka inflasi. Angka inflasinya rendah di bawah 3,5. Saya hanya ingin mengecek di lapangan sama atau tidak. Tadi setelah kita cek semuanya memang harga stabil," ungkap Presiden.

Presiden pun meminta agar tidak ada pihak yang berteriak tentang harga barang di pasar yang mahal, padahal faktanya adalah sebaliknya.

"Jadi jangan teriak-teriak di pasar harga mahal, nanti bakul-bakul, pedagang-pedagang pasar bisa marah semua nanti. tidak ada yang beli nanti," tambah Presiden.

***

Setelah mengunjungi Pasar Anyar, Presiden mengendarai lagi motornya menuju Balaikota Tangerang, lokasi ia melakukan senam sehat.

Dalam perjalanan, di beberapa tikungan, Presiden tampak melambai kepada masyarakat yang menunggunya di pinggir jalan, sementara bila jalanan lurus Presiden pun beraksi dengan menambah kecepatan.

Dalam acara di Balaikota Tangerang itulah, Presiden mengaku bahwa dirinya bukan mesin. Namun meski punya banyak kegiatan ia tetap tertib berolahraga.

"Berkaitan dengan pola hidup sehat kita. Kita tahu orang senangnya main 'gadget', 'smartphone', sudah masuk kamar pegang, termasuk saya, tapi mohon maaf olahraga saya masih tertib sepeda, panahan, jogging, main tinju," kata Presiden.

Selesai bertatap muka dengan para petugas kesehatan, gantian ia harus menghadapi ratusan calon anggota legislatif (caleg) perempuan di hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang dalam acara Deklarasi Calon Legislatif Perempuan untuk Pemenangan Jokowi-Amin.

Para caleg perempuan antara lain penyanyi Krisdayanti sebagai caleg PDIP, Nurul Arifin caleg Partai Golkar, presenter Tina Talisa dan Wanda Hamidah caleg dari Partai Nasdem dan ratusan caleg perempuan lainnya.

Dalam acara itu, Jokowi berpesan agar para caleg perempuan dapat berkampanye dengan metode door to door.

"Dari pintu ke pintu adalah kunci, kita dapat dua, tidak keluar uang dan tanpa kalimat bertele-tele, tapi keringat bercucuran, karena harus berani dari pintu ke pintu, hasilnya 91 persen menang," cerita Jokowi disambut tepuk tangan para caleg.

Metode tersebut menurut Jokowi sudah ia pakai sejak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

"Saya bukan siapa-siapa. Kemudian pilkada berlangsung apa yang saya lakukan? Menghadapi 'incumbent' memang berat, tapi saya tidak pakai cara-cara lama mengumpulkan orang di lapangan, butuh uang, jadi pikiran saya, 'door to door', ada orang lalu salaman, salamannya gak enak 'ooh gak dukung ini', salaman ragu saya datang lagi," ungkap Jokowi.

Hasilnya, dalam pilkada 2005-2010, ia pun menang tipis dan meraih suara 37 persen, mengalahkan petahan. Jokowi lalu bercerita ia mulai membuat program kartu sehat di Solo, kartu pintar dan membangun total 43 pasar. Begitu pula saaat ia mencalonkan diri yang kedua kalinya sebagai Wali Kota Solo, hasilnya adalah 91 persen menang.

Acara kelima yang dihadiri adalah Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD), Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di ICE Bumi Serpong Damai. Di depan ratusan dari 9 partai tersebut Jokowi menekankan untuk memenangkan Banten dalam pilpres 2019.

"Saat salaman itu saya hapal, mungkin karena sudah salaman dengan puluhan juta orang satu per satu. Saya 'nyalam' pedagang, 'nyalam' di balai kota, kemudian tadi malem waktu di KH Abuya Muhtadi, saya kan salaman itu kerasa, 'oh ini saya salaman dengan bapak ibu salaman bener, yang ini salaman setengah-setengah, yang ini salaman tidak mendukung', jangan pikir saya tidak ada perasan saat salaman," ungkap Jokowi.

***

Akibat kegiatan yang super padat Jokowi baru bisa bersantap siang pada sekira pukul 15.00 WIB. Hal itu terjadi karena meski acara dijadwalkan berlangsung hanya 1 jam, tapi butuh tambahan waktu sekitar 40 menit di masing-masing acara untuk memberi kesempatan berswafoto dan bersalaman dengan massayang hadir.

Agenda keenam yaitu pembagian 6.000 sertifat tanah untuk warga kota Tangerang di Lapangan Festival Alam Sutera, Panunggangan Timur, kota Tangerang yang seharusnya dijadwalkan pukul 14.00 WIB molor karena Presiden baru tiba pada 16.00 WIB.

"Sebetulnya acaranya sudah diatur, tapi yang lama 'selfienya'. Satu-satu (agenda) mundur 30 menit, 1 jam mundur semuanya. Kalau mau 'selfie' 1000 orang barengan bagaimana? Selagi saya bisa melayani, saya layani tapi saya langsung tinggal di acara yang terakhir karena acara sertifikat ini," ungkap Presiden di acara tersebut.

Acara ketujuh yang dihadiri adalah sosialisai dana desa di lapangan Progi, Pagedangan, Banten.

"Kita ingin dana desa tidak hanya urusan infrastrukutur saja tapi ke pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, menggeser 'masuk ke pemberadayaan ekonomi dan inovasi desa," kata Presiden.

Peruntukan dana desa yang sejak 2015 dikucurkan hingga 2018 sudah mencapai Rp187 triliun itu itu menurut Presiden dapat menurunkan tingkat kemiskinan di desa hingga 2 kali lipat dibandingkan di kota sehingga sudah ada 1,2 juta orang desa yang dituntaskan dari kemiskinan.

"Stunting turun dari 37 persen menjadi 30 persen, ini penurunan yang sangat tajam sekali. Apa lagi yang bisa kita lakukan? Bisa dengan memberdayakan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) agar anak-anak kita semakin baik, jangan kalah masyarakat desa dengan masyarakt kota karena masyarakat banyak yang lebih pinter, saya juga orang desa, jadi saya tahu," tambah Presiden.

***

Agenda kedelapan atau agenda terakhir adalah mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hikmah Pamulang, Tangerang. Entah mengapa setiap mengunjungi pondok pesantren, hujan pun turun.

Namun hujan itu tidak mengurangi semangat santri maupun santriwati atau masyarakat untuk menghadiri acara di lapangan pesantren tersebut.

"Saya nanti akan bicara dengan Pak Kiai apakah tanahnya di pondok pesantren ini memungkinkan untuk dibangun? Saya kan belum tahu. Pembangunan yang pertama adalah rusun (rumah susun) bagi para santri, 3 lantai," kata Presiden.

Presiden menyampaikan hal tersebut seusai berdialog dengan santri dan santriwati ponpes tersebut yaitu Kamelia dan Bagus Iskandar di panggung.

Selain rusun, Presiden juga berjanji untuk membangun balai latihan keterampilan baik untuk kursus komputer atau garmen atau keterampilan yang lain, bila tanahnya memungkinkan.

Kunjungan pun berakhir sekitar pukul 21.30 WIB. Akhir pekan yang seharusnya menjadi waktu istirahat pun berlalu karena pekan yang baru sudah ada di depan mata. Diam dan tidak berbuat apa-apa bagi Presiden sekaligus capres 01 di musim kampanye bukan jadi pilihan, termasuk pada akhir pekan. (Antara/Desca Lidya Natalia)