UNTUK INDONESIA
Rumah Raja Keraton Sejagat di Sleman Jadi Tontonan
Rumah kontrakan keluarga raja abal-abal di Godean Sleman menjadi tontonan warga. Seperti objek wisata baru, mereka datang karena penasaran.
Warga menyaksikana rumah kontrakan Toto dan keluarga setelah pemindahan janin. (Foto: Facebook/Tagar/Ridwan Anshori)

Sleman - Rumah kontrakan keluarga Raja dan permaisuri di Dusun Ngabangan V, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta menjadi tontonan warga. Terutama setelah pemindahan makam janin yang berada di area kompleks rumah itu.

Tidak sedikit warga setempat yang memosting ke sejumlah media sosial. Salah satunya pemilik akun Facebook Nur Sugi Sumartha Adi. "Kondisi terkini pemindahan makam bayi di Rumah Kontrakan Keraton Agung Sejagat", demikian kalimat postingan di medsos itu.

Dalam postingan itu juga dilengkapi sejumlah foto sekitar rumah yang sudah dua tahun dikontrak "keluarga raja". Tampak dari foto-foto itu, kerumunan orang menyaksikan dari dekat rumah tersebut. "Godean terkenal, punya objek wisata baru, tulis komentar netizen di postingan itu.

Sejak penggeledahan rumah kontrakan oleh petugas, kabar menyebar begitu cepat. Apalagi pemberitaaan di media massa maupun medsos gencar mengupasnya. Hal ini membuat warga tertarik melihat dari dekat keberadaan rumah tersebut. "Penasaran saja, karena di mana-mana ada berita soal itu," ujar Andri 40 tahun, warga Wonokromo, Kecamatan Pleret, Bantul, Minggu 19 Januari 2020.

Dia datang bersama istri dan anaknya yang masih berusia lima tahun. Kebetulan Minggu saatnya libur bekerja. Saat di lokasi rumah kontrakan, warga masih banyak yang menyaksikannya. "Masih banyak yang datang tadi. Cuma lihat-lihat, mungkin penasaran seperti saya," ungkapnya.

Sementara itu, setelah penemuan makam janin di rumah itu, Polres Purworejo dan Polda Jateng melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah kontrakan, Sabtu 18 Januari 2020. Kedatangan tersebut untuk memastikan informasi keberadaan makam anak dari permaisuri Fanni Aminadia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo Ajun Komisaris Polisi Haryo Seto Liestyawan mengatakan kedatangan untuk memastikan informasi terkait adanya gundukan tanah yang diduga makam. Ternyata setelah dicek memang benar ada makam. Makam janin sudah dipindahkan ke pemakaman umum di Sleman yang tak jauh dari kontrakannya di Dusun Ngabangan V, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

Cuma lihat-lihat, mungkin penasaran seperti saya.

Menurut dia selain mengecek makam janin bayi dari sang permaisuri keraton abal-abal itu, kepolisian juga melakukan pemeriksaan di dalam rumah di mana dua tahun terakhir ini menjadi tempat tinggal keluarga Toto dan Fanni. Hal itu dilakukan agar petugas bisa memastikan secara langsung bahwa tidak ada lagi makam atau hal-hal yang mencurigakan di rumah tersebut. 

"Kami juga menggeledah rumah, barang kali ada seperti makam baru atau lainnya dan ternyata tidak ada," kata AKP Haryo kepada wartawan, Sabtu 18 Januari 2020.

Dia mengatakan dalam olah TKP di dalam rumah, petugas juga memeriksa barang-barang milik Toto dan keluarganya. Hanya saja barang di rumah tersebut sudah tidak relevan untuk dibawa jika kaitannya dengan penyidikan kasus yang melibatkan sang raja dan permaisuri yang menghebohkan itu.

Kepala Unit Reskrim Polsek Goden Iptu Eko Haryanto mengatakan, Polsek Godean mengaku telah mendampingi selama proses olah TKP. "Kami hanya mendampingi saja. Pihak yang melakukan olah TKP adalah Polres Purworejo dan Polda Jateng karena mereka yang menangani perkara," ucap Eko.

Kata Eko, selain melihat-lihat area rumah kontrakan Toto, petugas juga melakukan pengecekan di lokasi baru pemakaman janin yang sebelumnya dikubur di area sisi selatan angkringan Toto. "Memang benar, makam sudah dipindahkan oleh warga," katanya.

Makam janin yang berusia sekitar 4-5 bulan dari pasangan Toto dan Fanni ini sudah dipindah oleh warga. Pemindahan telah dilaksakan pada Jum'at 17 Januari 2020 sore sekitar pukul 15:30 WIB. Pemindahan makam, sesuai kesepatan antara warga dengan penghuni kontrakan. []

Baca Juga:

Berita terkait
Utang Demi Gabung Keraton Agung Sejagat Purworejo
Kisah ngenes korban Keraton Agung Sejagad Purworejo. Ada yang belain utang demi bisa gabung. Ada yang ludes jutaan rupiah. Dijanjikan apa mereka?
Keluarga Keraton Agung Sejagat Kosongkan Kontrakan
Warga dan pemilik rumah yang dikontrak Toto diminta mengosongkan rumah kontrakan di Godean itu. Kelurga Keraton Agung Sejagat menyepakatinya.
Makam Penerus Takhta Keraton Agung Sejagat Dipindah
Makam janin dari Toto dan Fanni di sekitar rumah kontrakan di Sleman dipindah ke pemakaman umum. Janin tersebut berusia sekitar 4-5 bulan.
0
Dapat Stimulus Pemerintah, Garuda Akan Turunkan Harga Tiket
Garuda Indonesia akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring kebijakan stimulus subsidi penerbangan tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara.