UNTUK INDONESIA
Sepak Terjang Raja Keraton Agung Sejagat di Sleman
Sebelum geger di Purworejo, aktivitas Keraton Agung Sejagat sudah dicurigai warga Sleman. Cikal bakal kerajaan abal-abal itu dimulai dari Sleman.
Rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - "Saya pernah mau lewat jalannya ditutup. Katanya lagi ada kirab desa, ternyata bukan. Di rumah itu start dan finishnya," demikian tulis akun Facebook Andrian_Sip mengomentari postingan tentang Raja Keraton Agung Sejagat yang mengontrak rumah di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Saat diinbox Tagar, dia sedikit menceritakan peristiwa yang kurang lebih pada November 2019 lalu. Dia sempat melihat kirab itu. "Saya sempat lihat kirabnya, bajunya komplit bagus-bagus seperti baju adat keraton. Saya kira pihak desa yang menggelar kirab kesenian itu," kata dia.

Dia lalu bertanya kepada salah satu warga yang juga sedang menyaksikan kirab itu. "Ternyata penyelenggaranya bukan pihak desa, tapi perorangan. Ternyata penyelenggara orang itu tho," ungkapnya.

Penyelenggara kirab yang dimaksud tidak lain adalah Toto Santoso Hadiningrat, pria yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Bersama ratusan pengikutnya menggelar kirab dengan menutup Jalan Berjo Pare, ruas jalan di rumah kontrakan itu.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean Adi Arya Pradana masih ingat dengan kirab itu. "Toto dan pengikutnya pernah menggelar kirab. Bahkan sejumlah ruas jalan ditutup untuk keperluan acara itu. Saat ditanya, jawaban mereka sedang melaksanakan kirab pernikahan anggotanya," kata dia, Rabu 15 Januari 2020.

Toto tak lain adalah pria yang menganggap dirinya sebagai Raja Keraton Agung Sejagat. Kemunculannya di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah beberapa hari lalu membuat geger. Begitu juga Fanni Aminadia 41 tahun, yang mengaku sebagai permaisuri kerajaan pengusa alam sejagat ini.

Namun ternyata, kerajaan Toto yang diklaimnya sebagai pewaris kerajaan Majapahit ini jauh panggang dari api. Toto dan Fanni ditangkap polisi dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan dan membuat keonaran. Siapa sebetulnya Toto?

Toto menempati di rumah kontrakan itu sekitar awal 2018. Toto mengantongi Kartu Tanpa Penduduk (KTP) Jakarta. 

Sekretaris Desa Sidoluhur Fajar Nugroho mengungkapkan, secara pendataan penduduk yang tinggal di wilayahnya, keluarga Toto belum memberikan dokumen-dokumen yang valid. 

Merasa tinggal di desa itu, Fajar juga berhak mengawasi siapa pun warganya termasuk keluarga Toto. Fajar mengaku bertemu pertama kalinya dengan Toto pada 2018 itu. Mereka membicarakan tentang izin mendirkan usaha angkringan.

rumah raja palsu1Rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Bagi Fajar, perangkat desa tidak pernah melarang warganya untuk membuka usaha. Apalagi warung angkringan yang identik dengan khas Kota Yogyakarta. Perangkat desa pun menerima dan memberikan izin. Toto pun membuka warung angringan di rumah kontrakannya itu.

Di situ lah Toto mulai membangun kerajaannya. Bangunan bambu yang bungkusnya angkringan itu adalah bangunan baru yang dibuat anggota Keraton Agung Sejagat dibawah perintah sang raja. Mulanya hanya satu bangunan rumah berwarna putih. Lambat laun lokasi tersebut disulap memiliki beberapa bangunan baru.

Seiring berjalannya waktu kehadiran Toto di dusun tersebut ternyata membuat masyarakat sekitar menaruh kecurigaan. Banyak kejanggalan di sana, warga menganggapnya tidak wajar. Banyak informasi negatif yang masuk ke pihak desa mengenai kegiatan yang ada di rumah kontrakan itu.

Jarak kantor balai desa ke rumah Toto juga cukup jauh. Artinya butuh waktu untuk bisa melihat langsung bagaimana aktivitas keseharian penghuni di rumah itu.

Pada malam hari, anggota keraton Toto mulai mengerjakan bangunan angkringan itu. Aktivitas itu tentu mengganggu warga sekitar. Sedangkan di siang hari, rumah itu tidak ada aktivitas, kecuali hanya terlihat ada orang yang berjaga.

"Ketika itu kami sempat mendapatkan informasi bahwa dia mewakili suatu lembaga yang katanya isu lembaga yang tidak benar. Track record-nya pimpinan Jogja Dec," kata Fajar.

Masyarakat sudah resah dengan keberadaan dan aktivitas Toto dan anggotanya. Perangkat desa memanggil Toto ke kantor desa untuk dimintai kejelasan. Sebenarnya tempat itu tempat yang awal izinnya untuk usaha angkringan digunakan untuk apa.

Toto lagi-lagi berdalih bangunan itu untuk mengembangkan usaha angkringan. Memang betul jika kita lihat dari bagian luar nampak seperti tempat angkringan. Tapi berbeda dengan bagian yang berada di dalam rumah itu seperti kantor. Akhirnya Toto dan perangkat desa membuat komitmen untuk tidak mengerjakan bangunan itu pada malam hari.

Berkedok Angkringan, Koperasi, Syuting Film Kolosol hingga Pelestarian Kesenian

Selain angkringan, Toto bilang akan membuka koperasi pengembangan usaha pertanian semacam produk pertanian. Fajar kembali menjawab, pihak desa tidak akan melarang jika warganya membuka usaha. Setelah itu, cukup lama perangkat desa tidak berkomunikasi dengan Toto. Namun apa yang terjadi?

Pada awal 2019, perangkat desa kembali menerima laporan dari warga setempat yang menyaksikan ada kegiatan semacam ritual di rumah Toto. Tentu kegiatan itu warga semakin resah dibuatnya. Karena resah, warga akhirnya melapor kepada desa. "Di rumah kontrakan itu memang pernah ada ritual dan warga yang melintas bilang pada kami itu kok ada ritual," katanya.

Menurutnya, ritual itu mirip semacam nguri-uri budaya. Tapi kalau orang kejawen busananya tidak seperti pakemnya orang surjanan atau pada umumnya. Dan pakaian ritual saat itu hampir sama dengan yang ada di Purworejo yang sempat viral di media sosial.

Awalnya, Fajar melihat itu adalah kegiatan tradisi Jawa. Kalau memang benar kegiatan itu seperti yang dilihat, perangkat desa akan mendukung. Namun pelaksanaanya ternyata tidak seperti itu dan tidak sesuai dengan pakem Jawa.

"Kami melarang secara tidak langsung, kami masih menghargai kegiatan yang sifatnya kreatif. Maksud kami ketika sudah meresahkan warga dan warga melapor, kan kami akan melakukan penindakan hukum ke polisi," ucapnya.

Ritual itu dilakukan tepat di halaman luar sejak dari sore sampai malam hari. Ritual juga dihadiri banyak orang atau anggota dari komunitas yang didirikan Toto.

angringan raja palsuRumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Fajar mengaku dua kali datang ke kontrakannya untuk mengecek ada apa di tempat tersebut. "Saya tanya pak Toto, ini orang-orangnya enggak kenal. Saya sebagai sekretaris desa tapi saya enggak kenal orang-orangnya di sini. Pak Toto menjawab, iya pak itu sebagian adalah orang luar," ungkapnya.

"Pengikutnya kira-kira ada 300 orang dan sebagian besar bukan warga sini," kata Fajar.

Berbeda cerita seperti yang diungkapkan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sidoluhur, Godean, Adi Arya Pradana. Sat didatangi oleh pemerintah desa dan aparat, Toto dan kelompoknya mengelabuhi dengan alasan sedang syuting untuk keperluan akun YouTube. ternyata mereka sedang melaksanakan ritual.

"Waktu itu alasannya syuting film kolosal di angkringan. Kita tidak perdalam tapi di situ ada unsurnya seperti kerajaan-kerajaan," kata Adi.

Alasan itu diucapkan oleh istri Toto, Fani yang belakangan disebut sebagai permaisuri Keraton Agung Sejagat kabarnya pandai berkata-kata. Trennya saat itu memang YouTube sedang marak-maraknya. Mereka bilang ingin menjadi youtuber. "Kami kecolongan saat mereka syuting ternyata ada ritual," ucapnya.

Tak berhenti di situ, tingkah Toto dan anggotanya juga semakin mencurigakan. Pasalnya mereka pernah menggelar acara semacam kirab dan saat ditanya jawaban mereka sedang melaksanakan kirab pernikahan anggotanya. 

"Jadi selama ini kedoknya bertahan lama di angkringan. Karena beralasan membangun juga," kata dia.

Awalnya, rumah itu dikontrak oleh anak buahnya, kemudian disusul Toto beserta pemarsurinya Kanjeng Ratu Dyah Gitarja nama asli Fanni Aminadia. Sejak saat itu, rumah kontrakan tersebut dibangun beberapa tempat salah satu adalah warung angkringan.

Akhirnya rumah kontrakan Toto Santoso Hadiningrat digeledah oleh tim gabungan Polres Purworejo dan Polda Jawa Tengah pada Rabu 14 Januari 2020 dini hari. Beberapa jam sebelumnya, Toto ditangkap polisi di pusat kerajaannya di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Kini raja dan permaisuri palsu itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah terkait pasal penipuan dan keonaran. []

Baca Juga:

Berita terkait
Rekam Jejak Raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo
Parade bregada Keraton Agung Sejagat di Purworejo viral. Masyarakat resah. Kemudian raja dan permaisurinya ditangkap. Siapa sosok raja itu?
Cara Keraton Agung Sejagat Purworejo Kuasai Dunia
Keraton Agung Sejagat di Purworejo buka cabang di sejumlah wilayah di Indonesia. Ini cara kerajaan menguasai dunia.
Keseharian Raja Keraton Agung Sejagat Saat di Sleman
Raja Keraton Agung Sejagat selama mengontrak di Sleman selalu berganti-ganti usaha. Mulai dari ternak lele, buka koperasi, angkringan dan lainnya.
0
Cara Mengajarkan Anak Usia Dini Berpuasa
orang tua perlu memperkenalkan dan mengajari anak agar terbiasa menjalankan ibadah puasa di usia dini.