UNTUK INDONESIA
Rumah Miskin di Aceh Pasang Stiker Tanda Tidak Mampu
Keluarga Tidak Mampu di Aceh akan dipasang stiker sebagai penanda penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) .
Dinas Sosial Aceh Timur memasang stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’ di rumah warga penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH). (Foto: Tagar/Dok Dinsos Aceh)

Aceh Timur - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh bersama Dinas Sosial Aceh Timur memasang stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’ secara simbolis di rumah warga penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di Desa Seunebok Tengah PP, Kecamatan Idi Reyuek, Selasa, 14 Januari 2020.

Turut hadir dalam pemasangan stiker tersebut Asisten I Setda Kabupaten Aceh Timur Syahrizal Fauzi, Kadis Sosial Aceh Timur, Efendi, Kabid Linjamsos Aceh Timur Syahrani, pendamping PKH dan TKSK Aceh Timur, dan Keuchik Seunebok Tengah PP, Hasmadi.

Pemasangan stiker di rumah-rumah warga penerima PKH ini merupakan tahap pertama yang dilakukan di wilayah pantai timur utara, sebelumnya sudah dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Untuk tahap kedua akan dilakukan di pantai barat selatan, dan tahap ke tiga di wilayah tengah tenggara. Total ada 17 kabupaten/kota yang akan memasang stiker di rumah penerima PKH.

Tujuan kami melakukan pemasangan stiker untuk mensasar masyarakat bahwa ada penerima bantuan sosial PKH yang tidak tepat sasaran.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial Aceh, Siti Khotijah berharap, dengan adanya pemasangan stiker ini akan adanya keterbukaan data penerima PKH serta dapat saling monitoring jika ada penerima PKH yang tidak tepat sasaran, sehingga bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang mampu dapat secara sadar mengundurkan diri dari kepesertaan (graduasi).

“Tujuan kami melakukan pemasangan stiker ini adalah untuk mensasar seperti yang selama ini disampaikan masyarakat bahwa ada penerima bantuan sosial PKH yang tidak tepat sasaran,” Kata, Siti Khotijah dalam keterangan yang diterima Tagar, Rabu, 15 Januari 2020.

Menurut Siti, dengan ditempelkan stiker ini di tiap-tiap rumah keluarga penerima manfaat PKH akan adanya ada efek malu bagi mereka yang memang bukan dari keluarga yang tidak mampu sehingga mau keluar.

Selain itu, setiap orang dengan terbuka dapat melihat siapa saja sebenarnya penerima manfaat dari PKH setelah adanya stiker di masing-masing rumah penerima, sehingga siapapun bole komplain dan melaporkan jika ada penerima manfaat PKH ini yang memang tidak tepat sasaran kepada pendamping PKH dan dinas sosial kabupaten/kota setempat.

Karena, kata Siti, dengan keluarnya keluarga mampu dari kepesertaan penerima manfaat PKH secara langsung mereka keluar dari basis data terpadu (BDT) yang merupakan data kemiskinan di Aceh, sehingga angka kemiskinan di Aceh dapat di tekan.

“Untuk itu tolong bantu kami untuk sama-sama memonitoring kalua ada penerima PKH yang memang betul dapat dikeluarkan tolong laporkan ke pendamping dan dinas sosial kabupaten/kota,” kata Siti. []

Berita terkait
Lokasi Tes CPNS di Abdya Aceh
Lokasi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh mulai ditetapkan.
Belasan Nelayan Aceh Ditangkap Polisi India
19 nelayan Aceh ditahan oleh otoritas India karena dinilai memasuki wilayah mereka tanpa izin.
Polisi Aceh Imbau Warga Serahkan Senjata Api Ilegal
Polisi minta segera serahkan senjata api bagi masyarakat Aceh yang menyimpannya secara ilegal.
0
Banjir di Sumbawa NTB Tewaskan Satu Bocah SD
Bocah kelas 4 SD warga Dusun Untir, Desa Uma Beringin, Kecamatan Untir Iwes, Kabupaten Sumbawa, meninggal dunia akibat hanyut terbawa air banjir.