UNTUK INDONESIA
Rita Sugiarto Tanggapi Isu Ekspor Ganja di Indonesia
Rita Sugiarto angkat bicara menanggapi isu legalitas dan ekspor ganja di Indonesia setelah menjadi perbincangan hangat publik.
Rita Sugiarto. (Foto: Tagar/Santi Sitorus)

Jakarta - Pedangdut senior Rita Sugiarto angkat bicara menanggapi isu mengenai legalitas dan ekspor ganja di Indonesia setelah menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan banyak pro dan kontra di masyarakat.

"Sebetulnya lebih bagus jangan diilegalkan lah," kata Rita saat ditemui Tagar di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Februari 2020.

Meskipun ganja digunakan untuk kesehatan, pelantun tembang Oleh-Oleh itu tidak mendukung. Lain halnya jika digunakan ke hal-hal yang positif atau tidak disalahgunakan.

"Lain lagi (kalau ganja untuk medis) Tuhan menciptakan itu pasti ada manfaat. Tapi jangan disalahgunakan," ujar perempuan yang akrab dipanggil Bunda Rita itu.

Sebelumnya, isu soal Indonesia akan melegalkan dan mengeskpor ganja sempat menjadi perbincangan hangat publik setelah usulan anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Rafli Kande mencuat dalam rapat Komisi VI DPR dengan Menteri Perdangangan Agus Suparmanto.

Salah satu yang disebut Rafli bisa dijadikan komoditi ekspor adalah ganja. Sebab, tanaman ini menurutnya memiliki fungsi medis dan punya nilai ekonomis yang baik.

"Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa saja jangan kaku lah, kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus," kata Rafli di Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.

Pernyataan Rafli makin menjadi bahan perbincangan hangat ketika ia menyebut ganja tidak memiliki efek samping yang buruk seperti penggunaan sabu-sabu.

"Jadi ganja ini sudah konspirasi global. Dibuat ganja nomor 1 bahayanya, padahal paling sewot orang itu bukan yang pakai ganja. Pakai sabu-sabu, bunuh neneknya, segala macam," ujar Rafli.

Ungkapan Rafli itu menuai kritikan dari partai yang menaunginya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat, Jazuli Juwaini, mengatakan hal tersebut bukan menunjukkan sikap fraksi PKS di DPR.

"Pak Rafly, sebagai pribadi anggota DPR namun tidak mewakili sikap PKS, berbicara dalam forum Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan tentang peningkatan ekspor komoditas nasional dan lokal untuk menggenjot ekonomi dan pemasukan negara," ucap Jazuli.

Baca juga: Uya Kuya Dukung Legalisasi Ganja untuk Medis

Dia menambahkan, pemerintah hanya perlu membuat regulasi yang tegas, agar ganja tidak lagi sering disalahgunakan sebagai narkotika. Jadi, kata Jazuli, pernyataan Rafli patut diluruskan karena tidak merepresentasikan sikap partai.

"Dan apalagi usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS, karenanya pernyataan pribadi itu layak diluruskan dan dikoreksi, apalagi telah menimbulkan salah paham dan framing terhadap PKS, partai yang selama ini justru dikenal vokal menolak narkoba dan mendukung Badan Narkotika Nasional (BNN)," ujar Jazuli. []

Berita terkait
Silang Pendapat BNN dan Peneliti Soal Ganja
Terdapat silang pendapat mengenai ganja oleh pihak Badan narkotika Nasional (BNN) dengan peneliti asal Aceh.
Bongky BIP Dukung Penuh Wacana Ekspor Ganja
Bongky BIP mendukung penuh wacana legalisasi dan ekspor ganja yang digelindingkan oleh anggota Komisi VI DPR RI Rafli Kande
Barbie Kumalasari Jenguk Lucinta Luna di Tahanan
Barbie Kumalasari menjenguk rekan sesama artis Lucinta Luna yang meringkuk di tahanan Polres Metro Jakarta Barat lantaran terjerat kasus narkoba.
0
Lima Wisata Kota Kelahiran Caroline Flack di London
Kota kelahiran presenter Caroline Flack di London mempunyai wisata menarik dan memanjakan mata, berikut sejumlah wisatanya.