UNTUK INDONESIA
Raih Emas SEA Games, Serda Mandeg: Salam buat Jepara
Atlet asal Jepara kembali menorehkan prestasi di SEA Games 2019 Filipinan. Serda Mandeg Suharno persembahkan emas di tim ganda putra sepak takraw.
Serda Mandeg Suharno raih emas SEA Games 2019 bersama tim ganda putra sepak takraw. (Grup Kodim Jepara)

Jepara - Atlet sepak takraw asal Jepara, Jawa Tengah, kembali menyumbangkan medali untuk Merah Putih di SEA Games 2019 Filipina. Serda Mandeg Suharno persembahkan prestasi itu Indonesia dan Jepara, kota di Jawa Tengah yang telah membesarkannya. 

Dikonfirmasi lewat pesan pendek, pria 24 tahun itu, mengaku bersyukur atas capaian bersama di tim ganda putra. Baginya, emas yang diraih adalah buah kerjasama tim sepak takraw yang telah berlatih jauh-jauh hari.

"Kemenangan ini bukan milik saya, tetapi ini milik dan untuk Bangsa Indonesia. Saya juga berterimakasih atas dukungan berbagai pihak," ujarnya, Jumat 6 Desember 2019.

Selain itu, Mandeg juga persembahkan kemenangannya untuk tim pelatih serta kawan-kawannya di timnas. Kemudian untuk keluarga, kawan dan warga Jepara yang selalu mendoakannya. Tidak lupa, ia berterimakasih atas dukungan rekan kerja dan pimpinannya di Kodim 0719/Jepara.

Serda Mandeg merupakan prajurit teladan kami. Hal ini patut ditiru oleh prajurit muda lainnya.

Mandeg Suharno adalah atlet takraw asal Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan. Pria kelahiran 1995 itu kini aktif sebagai prajurit TNI berpangkat Serda atau sersan dua.

Komandan Kodim 0719 Letkol Arm Suharyanto menyebut prestasi Serda Mandeg patut ditiru prajurit lainnya. Selain menjalankan karier di dunia militer, ia juga berprestasi dalam bidang olahraga.

"Serda Mandeg merupakan prajurit teladan kami. Hal ini patut ditiru oleh prajurit muda lainnya," tuturnya.

Kepada Mandeg, Suharyanto berpesan untuk tak cepat puas dan tidak terlena dengan kemenangan. "Terus berlatih dan berlatih guna menghadapi perlombaan selanjutnya untuk mengharumkan nama Bangsa Indonesia," kata Suharyanto.

Terpisah, Kepala Desa Kendengsidialit Kahono Wibowo turut berbangga dengan prestasi warganya. Ia berharap pencapaian tersebut juga berbuah penghargaan yang layak dari pemerintah.

"Kami sebagai pemerintah desa dan seluruh warga berbangga atas prestasi ini. Harapan kami, prestasi ini juga berbuah perhatian maksimal dari bangsa dan negara ini," ucap Kahono.

Perlu diketahui, dari 18 orang timnas sepak takraw yang terpilih, empat di antaranya berasal dari Jepara. Mereka terdiri dari dua putra yakni Mandeg Suharno dan Viktoria Eka Prasetyo serta duo srikandi Dini Mitasari dan Evana Rahmawati.

Di sektor putri kelas Hoop, dua wakil dari Jepara ikut memperkuat timnas, merebut posisi kedua. Medali perak dibawa pulang, setelah kalah dari tuan rumah Filipina, akhir minggu kemarin.

Serda Mandeg dan rekannya Andi Saputra, merebut emas di tim ganda putra. Bersama Muhammad Muliang dan Saiful Rijal, mereka memastikan Indonesia berdiri di podium pertama sebelum ganda ketiga, turun. Tim ganda Indonesia mengalahkan tim ganda putra Myanmar dengan skor 21-18 dan 21-15. 

Di cabang olahraga lain, yakni dari balap sepeda, atlet asal Jepara Andy Prayoga juga berhasil membawa medali perunggu di kelas downhill. Hal ini menjadikan raihan atlet-atlet asal Jepara pada ajang SEA Games XXX di Filipina, komplit. Satu emas, satu perak dan satu perunggu, dari sepak takraw dan balap sepeda downhill. []

Baca juga: 

Lihat lainnya:

Berita terkait
SEA Games 2019, Sosok 2 Srikandi Takraw dari Jepara
Siapa sangka, dua atlet putri sepak takraw penyumbang perak di SEA Games 2019 Filipina adalah seorang polisi dan tentara. Keduanya dari Jepara.
Ada Program Rumah bagi Warga Jepara Bergaji Rendah
Pemkab Jepara punya program kepemilikan rumah untuk warganya berpenghasilan rendah. Disiapkan 190 unit rumah di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara.
Budi Mulyo, Difabel Jepara Mahir Bikin Replika Bus
Keterbatasan fisik tak membatasi Budi Mulyo, difabel Jepara, Jawa Tengah, untuk berkarya. Ia mahir membuat replika bus dan rumah joglo
0
Bawa Pemudik, Armada ALS Tertahan di Pelabuhan Merak
PT Antar Lintas Sumatera (ALS) Tangerang yang masih mengoperasikan armada dan membawa penumpang pada 29 April 2020 terpaksa harus dihentikan.