UNTUK INDONESIA
Presiden Jokowi Tiba di Natuna
Di tengah konflik Indonesia-China di Laut Natuna Presiden Joko Widodo terbang ke pulau terluar di Kepri itu untuk bertemu dengan nelayan
Dokumentasi: KRI Karel Sasuit Tubun-356 berlabuh di Pangkalan TNI AL Ranai, Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 7 Januari 2020. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Natuna - Presiden Joko Widodo dan rombongan tiba di Kabupaten Natuna , Kepulauan Riau, Rabu, dalam rangka kunjungan kerja, setelah lepas-landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB.

Mereka mendarat pukul 09.10 WIB di Bandara Raden Sadjad, Natuna, setelah menempuh penerbangan selama sekitar 1,5 jam.

Turut dalam rombongan antara lain Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Wakil Menteri ATR, Surya Chandra, Jubir Presiden, Fadjroel Rahman.

Kawasan Natuna hingga saat ini menjadi perhatian publik menyusul adanya sejumlah kapal ikan China yang beroperasi secara ilegal di Laut Natuna yang dikawal aparat kapal-kapal Penjaga Pantai China.

Laut Natuna hingga 200 mil laut lepas pantai ke arah utara secara radial merupakan wilayah zone ekonomi eksklusif Indonesia yang diakui UNCLOS 1982 secara internasional dan ditabalkan melalui UU NOmor 5/1983 tentang ZEE Indonesia.

Setelah mengklaim sepihak hampir seluruh wilayah Laut Natuna Utara melalui Sembilan Garis Putus-putus yang tidak pernah diketahui koordinat persisnya, China menyatakan Laut Natuna masuk sebagai teritorial negaranya.

Klaim China yang bertabrakan dengan kepentingan empat negara ASEAN ini (Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam) ini hanya didasarkan pada "fakta historis" menurut mereka bahwa Laut Natuna Utara adalah arena penangkapan ikan nenek moyang mereka sejak jaman dulu. Pada sisi lain, China selalu menghindari untuk menyelesaikan perselisihan perairan ini dengan ASEAN melainkan secara bilateral dengan keempat negara yang mengajukan klaim.

China sempat melakukan provokasi dan mengatur kapal-kapal nelayannya mencari ikan di perairan Natuna. Bahkan, China mengirim kapal pengawal untuk mendampingi kapal pencarian ikan ke Natuna.

Militer Indonesia bergerak memperkuat pertahanan di perairan terluar itu. Sejumlah kapal perang milik TNI AL merapat ke sana sebagai antisipasi masuknya kapal negara lain. []

Berita terkait
Jokowi Temui Ratusan Nelayan di Natuna
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk menemui nelayan.
Menteri Luhut Paksa Nelayan Pantura Pindah ke Natuna
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan memaksa nelayan-nelayan Pantura pindah ke Natuna.
Mangrove Hingga Bukit Destinasi Wisata Natuna
Natuna, Kepulauan Riau memiliki banyak objek wisata yang menarik perhatian wisatawan, berikut ulasannya.
0
Ashraf Sinclair Dimakamkan di San Diego Hills Karawang
Aktor asal Malaysia Ashraf Sinclair meninggal dunia akibat serangan jantung, Selasa, 18 Februari 2020.