UNTUK INDONESIA
Polres Kulon Progo Buru Kelompok Preman Santang
Polres Kulon Progo buru satu dari empat pelaku penganiyaan brutal di Nanggulan. Satu pelaku berinisial CAK merupakan kelompok preman Santang.
Kapolres Kulon Progo beserta jajaran menunjukkan barang bukti yang dipakai para tersangka untuk menganiaya secara brutal di Kulon Progo. (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Polres Kulon Progo masih memburu satu pelaku yang masih ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) kelompok preman Santang atau SY. Pelaku berinisial CAK ini turut melakukan penganiayaan brutal bersama Santang dan pelaku lain di wilayah Kapanewon Nanggulan, Yogyakarta pada Sabtu 1 Februari 2020 malam.

Dari empat pelaku penyerangan brutal itu, tiga sudah ditangkap polisi. Terakhir pelaku AB berhasil ditangkap di Terminal Giwangan pada Selasa 18 Februari 2020 sekitar pukul 20.00 WIB. AB dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya. Sementara itu, Santang telah menyerahkan diri ke Polda DIY belum lama ini.

Kapolres Kulon Progo Ajun Komisaris Besar Polisi Tartono mengatakan, pelaku CAK diharapkan segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian seperti yang sudah dilakukan Santang. Pihak kepolisian tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pengejaran CAK tertangkap. "CAK masih menjadi DPO kami," katanya Mapolres Kulon Progo pada Rabu, 19 Februari 2020.

Selain itu, kata dia, Polres Kulon Progo juga masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pelaku selain empat pelaku yang sudah teridentifikasi. "Kasus masih terus dikembangkan," kata Tartono.

Polres Kulon Progo sejauh ini sudah berhasil menyita sejumlah barang bukti terkait kasus penganiayaan di Nanggulan yang menyebabkan dua orang terluka. Senjata yang berhasil disita di antaranya adalah senapan angin, parang, pakaian pelaku dan pakaian korban, dan juga sepeda motor yang dipakai pelaku dalam melancarkan aksinya.

CAK masih menjadi DPO kami.

Tartono menegaskan bakal menindak tegas pelaku tindak kejahatan. "Kami menegaskan siap melakukan tindakan tegas dan terukur apabila menemukan tindak kejahatan dengan memakai senjata tajam," ujarnnya.

Tartono menyebut kronologi singkat penyerangan di Nanggulan dari penyelidikan dan keterangan saksi, pelaku Santang dengan G (orang yang dicari S alias santang) pada awalnya merupakan teman. Namun karena terjadi permasalahan antara keduanya, akhirnya keduanya bermusuhan.

Permusuhan Santang dengan sosok G ini membuta anak buahnya saling bermusuhan. Hal ini kemudian merembet kepada tindakan penganiayaan di Nanggulan pada awal Februari lalu, dan menyebabkan adanya dua korban luka.

Pelaku AB kelompok preman Santang mengaku melakukan tindakan penganiayaan karena merasa dendam. AB mengaku menjadi korban penganiayaan dari seseorang yang diketahuinya sebagai anak buah seseorang berinisial G. Akibatnya, dirinya bersama dengan Santang dan CAK kemudian berupaya mencari G.

Menurut AB ternyata Santang juga memiliki masalah dengan G. Pelaku AB mengaku tidak melakukan perencanaan dalam melancarkan aksinya tersebut. "Kami hanya tahu lokasi kampungnya G. Kami mencari dengan bertanya kepada warga," ujarnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Polres Kulon Progo Tangkap Kelompok Preman Santang
Polres Kulon Progo menangkap satu pelaku penganiayaan brutal berinisial AB. Teman preman Santang ini ditangkap di Giwangan Kota Yogyakarta.
Pesan Istri untuk Preman Yogyakarta Bernama Santang
Santang, preman yang kondang sadis di Yogyakarta akhirnya menyerahkan diri ke Polda DIY. Dia terlibat penyerangan brutal di Sleman dan Kulon Progo.
Sosok Preman Bertato Penyerang Brutal di Kulon Progo
Pria berinisial SY 37 tahun, pelaku penyerangan brutal di Kulon Progo, ternyata punya catatan kriminalitas lain. Dia residivis kasus perampokan.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.