UNTUK INDONESIA
Polres Kediri Kota Selidiki Temuan Diduga Limbah
Kali pertama benda mencurigakan tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Warga menunjukka tumpukan yang diduga limbah. (Foto: Tagar/Fendhi Lesmana)

Kediri - Warga kabupaten dan kota Kediri digegerkan tumpukan yang diduga limbah B3. Sebelumnya kali pertama benda mencurigakan tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Kini benda serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Salah satu pemilik lahan, Lailatul Mahmudah Putri mengungkapkan sebulan lalu ibunya didatangi oleh seorang laki-laki bernama Solihin. Dalam perbincangan itu, Solikin yang keseharinya berprofesi sebagai pengrajin batu bata merah ini menawari pupuk secara gratis.

"Dia datang kemari untuk menawari pupuk secara gratis, katanya sih bisa menyuburkan tanah. Kita hanya dimintai ongkos angkut Rp 50 ribu untuk satu truknya," ujarnya kepada Tagar.

Tidak lama kemudian, ia ditegur oleh tetangganya pasca hujan. Hal ini dikarenakan saat terkena air, benda itu mengeluarkan bau tidak enak. Karena kejadian ini, Lailatul merasakan ada gelagat yang tidak beres. Sebab sebelumnya, ia menaruh rasa curiga karena pengiriman benda mirip semen itu dikirimkan pada malam hari.

Dia datang kemari untuk menawari pupuk secara gratis, katanya sih bisa menyuburkan tanah.

Mengetahui kejadian ini, petugas Satpol PP dan anggota Polres Kediri Kota langsung turun ke lokasi. Sebagai upaya antisipasi kemungkinan buruk yang terjadi, polisi langsung memasang Police Line dilokasi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengatakan jika saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Ia pun belum berani memastikan apakah benda yang ditemukan itu adalah limbah B3 atau bukan.

Saat ini kita belum bisa menyebut limbah, karena kita masih perlu melakukan koordinasi dengan pihak (Dinas) Lingkungan Hidup baik kabupaten mau pun provinsi. Ini menjadi perhatian kami, termasuk melakukan pemanggilan terhadap para saksi di sekitar lokasi,"ujarnya.

Ia berharap dalam waktu dekat ini hasil uji laboratorium sehingga dapat dipastikan benda itu dalam kategori golongan apa. Dengan begitu nantinya polisi bisa menentukan perkembangan kasus ini lebih lanjut. Menurutnya kejadian seperti ini tidak hanya terjadi diwilayah Kediri saja, melinkan juga di Nganjuk, Jombangan dan daerah lain.

"Namun demikian saat ini kita konsentrasi apa yang terjadi diwilah Kediri khususnya. Kemarin kita sudah matur ke pak Wali terkait apa yang kita lakukan," ujarnya.

Artinya, kata dia, secepatnya dampak yang ditimbulkan, hasil koordinasi Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) merekomendasikan kepada Pemerintah Kota mau pun Kabupaten terkait apa yang harus dilakukan.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup," paparnya.

Miko mengungkapkan pihaknya juga susah memeriksa lima saksi sebagai langkah untuk mengumpulkan bukti-bukti.

" Di wilayah hukum kita ada dua lokasi, di Kecamatan Mojo dan Kecamatan Pesantren. Pemeriksaan awal dari Jombang, namun demikian masih kita dalami lagi, apakah betul keterangan yang disampaikan. Kita akan koordinasi dengan Kabupaten Jombang," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur belum merespon panggilan Tagar. []

Berita terkait
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan BBM Subsidi
Polda Jatim setidaknya menyita 2.160 ton solar subsidi dan mengamankan enam orang.
Pemuda Asal Gresik Tega Cabuli Anak di Bawah Umur
Perbuatan pemuda asal Gresik, Jatim ini akhirnya diketahui, setelah orang tua korban mengetahui perbuatan bejat pelaku.
10 Januari, PDIP Jatim Umumkan Rekomendasi Cakada
Hanya saja, PDIP tidak mengeluarkan semua rekomendasi secara bersamaan, kaarena masih akan melakukan evaluasi.
0
Istana Respons Isu Pesawat Baru Presiden Jokowi
Istana merespons isu pembelian pesawat baru untuk keperluan Presiden Joko Widodo (Jokowi).