Polres Bukittinggi Kirim SPDP 5 Pengeroyok TNI ke Kejaksaan

Polres Bukittinggi telah menyerahkan SPDP 5 tersangka kasus pengeroyokkan anggota TNI ke pihak kejaksaan.
Polisi menyerahkan SPDP kasus pengeroyokan dua anggota TNI di Bukittinggi ke pihak Kejaksaan. (Foto: Tagar/Istimewa)

Bukittinggi - Polres Bukittinggi telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap 5 anggota motor gede Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter yang menjadi tersangka kasus pengeroyokkan dua anggota TNI Kodim 0304/Agam.

Ini bentuk keseriusan Polres Bukittinggi, makanya diserahkan SPDP tersangka ke Kejari.

"SPDP sudah kemarin ke Kejari. Disaksikan Pak Dandim, Pjs wali kota Bukittinggi. Ini bukti keseriusan kami menangani kasus ini," kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, Selasa, 3 November 2020.

Satu dari 5 anggota moge yang menjadi tersangka merupakan anak di bawah umur. Proses hukum untuk tersangka anak-anak ini akan didampingi Bapas Kelas II A Bukittinggi.

Dandim 0304 Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dadi mengatakan, pihaknya mempercayakan seluruh proses hukum kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Dua anggotanya yang menjadi korban pemukulan itu masih menjalani rawat inap di RST Bukittinggi. "Biarkan proses hukum yang berjalan dan mengadili," katanya.

Begitu juga kata Kepala Kejari Bukittinggi Sukardi. Menurutnya, tidak ada intervensi dalam proses penyidikkan terhadap kasus tersebut. "Ini bentuk keseriusan Polres Bukittinggi, makanya diserahkan SPDP tersangka ke Kejari. Mari sama-sama kita kawal kasus ini," tuturnya.

Sebelumnya, Polres Bukittinggi menetapkan 5 orang anggota moge HOG Siliwangi Bandung Chapter sebagai tersangka kasus pengeroyokkan dua anggota TNI Kodim 0304/ Agam. Mereka kini mendekam di sel tahanan Polres Bukittinggi.

Seperti diketahui, video pengeroyokan terhadap prajurit intel TNI yang diduga dilakukan oleh anggota rombongan penunggang moge viral di media sosial. Kabarnya, aksi premanisme itu terjadi di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi.

Video rekaman warga yang menyaksikan tindakan itu ditonton lebih dari puluhan ribu kali dan dikomentari ribuan netizen. Dalam video terlihat seorang pria tersungkur dan dipukuli oleh sekelompok orang. Terlihat juga beberapa warga berupaya melerai aksi itu.

Kronologi yang beredar di berbagai media sosial, aksi itu terjadi Jumat, 30 Oktober 2020 pukul 16.40 WIB. Korban merupakan Anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam. Sementara terduga pengeroyokan merupakan rombongan pengendara motor Harley Davidson.

Dilansir dari akun Instagram TNIlovers, serta diposting juga oleh laman FB Kaba Bukittinggi, sekitar pukul 16.40 WIB Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas Jalan Dr Hamka.

Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukittinggi. Mendengar suara sirene tersebut Serda Yusuf meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi dan diiringi oleh rombongan motor Harley Davidson.

Setelah rombongan berlalu, Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim 0304/Agam. Namun dari belakang, datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh.

Karena kejadian tersebut Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan motor Harley Davidson tersebut. Namun setelah berhenti, rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari.

Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak.

Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson.

Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam. []


Berita terkait
Tersangka Pengeroyok TNI di Bukittinggi Jadi 5 Orang
Polisi kembali menetapkan satu anggota motor gede dari Bandung sebagai tersangka pengeroyok TNI di Bukittinggi.
Update TNI Dikeroyok di Bukittinggi, 2 Moge Tanpa STNK
Selain penetapan empat tersangka pengereyok TNI, 2 anggota rombongan moge Harley tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
4 Anggota Motor Gede Tersangka Pengeroyok TNI di Bukittinggi
Polres Bukittinggi kembali menetapkan 2 anggota motor gede sebagai tersangka kasus pengeroyokkan anggota TNI.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.