UNTUK INDONESIA
Tersangka Pengeroyok TNI di Bukittinggi Jadi 5 Orang
Polisi kembali menetapkan satu anggota motor gede dari Bandung sebagai tersangka pengeroyok TNI di Bukittinggi.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Tagar/Dok.Polda Sumbar)

Bukittinggi - Jajaran Polres Bukittinggi kembali menetapkan satu orang lagi anggota motor gede Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter sebagai tersangka kasus pengeroyokkan dua anggota TNI Kodim 0304/ Agam.

Berdasarkan hasil gelar perkara, jumlah tersangka bertambah satu orang.

Dengan begitu, total anggota moge yang telah menjadi tersangka berjumlah 5 orang. Tersangka ini berinisial TR, 33) tahun, warga Provinsi Jawa Barat.

"Berdasarkan hasil gelar perkara, jumlah tersangka bertambah satu orang," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto kepada wartawan, Senin, 2 November 2020.

Menurutnya, tersangka TR ini berperan mendorong anggota TNI hingga terjatuh di lokasi kejadian. "TR mendorong Serda Muhammad Yusuf sampai terjatuh. Hal ini dikuatkan keterangan saksi karyawan toko butik dan ponsel di tempat kejadian perkara," katanya.

Sebelumnya, dua orang anggota HOG Siliwangi Bandung Chapter telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokkan anggota TNI. Mereka berinisial MCS, 49 tahun, dan BMS, 18 tahun.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik kembali menetapkan dua anggota moge menjadi tersangka aksi pengeroyokkan. Mereka berinisial HS, 48 tahun dan JAD, 26 tahun. Kelima tersangka ini telah mendekam di sel tahanan Polres Bukittinggi.

Seperti diketahui, video pengeroyokan terhadap prajurit intel TNI yang diduga dilakukan oleh anggota rombongan penunggang moge viral di media sosial. Kabarnya, aksi premanisme itu terjadi di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi.

Video rekaman warga yang menyaksikan tindakan itu ditonton lebih dari puluhan ribu kali dan dikomentari ribuan netizen. Dalam video terlihat seorang pria tersungkur dan dipukuli oleh sekelompok orang. Terlihat juga beberapa warga berupaya melerai aksi itu.

Kronologi yang beredar di berbagai media sosial, aksi itu terjadi Jumat, 30 Oktober 2020 pukul 16.40 WIB. Korban merupakan Anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam. Sementara terduga pengeroyokan merupakan rombongan pengendara motor Harley Davidson.

Dilansir dari akun Instagram TNIlovers, serta diposting juga oleh laman FB Kaba Bukittinggi, sekitar pukul 16.40 WIB Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas Jalan Dr Hamka.

Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukittinggi. Mendengar suara sirene tersebut Serda Yusuf meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi dan diiringi oleh rombongan motor Harley Davidson.

Setelah rombongan berlalu, Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim 0304/Agam. Namun dari belakang, datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh.

Karena kejadian tersebut Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan motor Harley Davidson tersebut. Namun setelah berhenti, rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari.

Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak.

Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson.

Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam. []


Berita terkait
Update TNI Dikeroyok di Bukittinggi, 2 Moge Tanpa STNK
Selain penetapan empat tersangka pengereyok TNI, 2 anggota rombongan moge Harley tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Kronologi Intel TNI Dikeroyok Pemotor Harley di Bukittinggi
Aksi pengeroyokan terhadap prajurit intel TNI yang diduga dilakukan oleh tim rombongan penunggang motor gede (Moge) viral di linimasa Bukittinggi.
Ketua Klub HOG yang Keroyok Anggota TNI, Eks Pangkostrad
Ketua dari klub Harley Owners Group (HOG) ternyata Eks Pangkostrad yang bernama Djamari Chaniago.
0
Tersangka Pengeroyok TNI di Bukittinggi Jadi 5 Orang
Polisi kembali menetapkan satu anggota motor gede dari Bandung sebagai tersangka pengeroyok TNI di Bukittinggi.