UNTUK INDONESIA
Pesta Minuman Keras Berujung Maut di Bone Sulsel
Polres Bone mengungkapkan aksi penusukan terjadi karena pelaku tersinggung usai dikeroyok oleh korban usai pesta miras.
Korban penikaman di Kajuara, Bone, Rustang saat dievakuasi di Puskesmas. (Foto: Polres Bone/Tagar)

Bone - Pesta minuman keras di Dusun Buhu, Desa Waetuwo, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulsel, berakhir tragis. Akibat pesta miras seorang warga bernama Rustang alias Karang, 34 tahun, tewas ditikam. Rustang sempat diberikan perawatan di Puskesmas Balangnipa, tapi tidak tertolong dan dinyatakan meninggal.

Paur Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Bone Inspektur Dua Rayendra mengatakan Rustang tewas ditangan temannya sendiri, bernama Faisal, 25 tahun, warga Jawi-jawi, Desa Bulu Tanah, Kajuara, Bone. Ia ditikam karena adanya perselisihan saat pesta minuman keras.

Karena merasa sakit hati dikeroyok, Faisal ini ke rumahnya mengambil badik lalu kembali ke lokasi mencari orang telah memukulnya.

"Warga sempat menolong korban dan dibawa ke Pusksesmas Balangnipa, Kabupaten Sinjai, untuk perawatan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas," ujarnya saat dikonfirmasi Tagar melalui telepon, Senin, 6 Juli 2020.

Rayendra mengatakan kronologi bermula ketika Faisal, Rustang dan temannya lainnya pesta minuman keras. Karena Faisal sudah mabuk berat dan tak kuat lagi minum, sehingga dia pamit pulang. 

Tapi, ia tidak dibiarkan oleh Rustang dan temannya yang lain untuk pulang, dengan maksud untuk tetap minum. Akibatnya, terjadi adu mulut hingga perselisihan diantara mereka.

Rustang bersama temannya yang lain langsung mengeroyok Faisal. Beruntung, Faisal berhasil meloloskan diri dari kepungan korban dan kawan-kawan itu, lalu pulang ke rumahnya.

"Karena merasa sakit hati dikeroyok, Faisal ini ke rumahnya mengambil badik lalu kembali ke lokasi mencari orang telah memukulnya. Tapi di lokasi, tinggal Rustang yang ditemukan sehingga pelaku langsung menikam Rustang ini secara membabi-buta," ucapnya.

Aksi Faisal menikam Rustang secara membabi buta ini terhenti, setelah orang tuanya langsung menahan dan mengamankannya. Kemudian, Faisal dibawa pulang oleh orang tuanya dan ia meninggalkan korban di lokasi yang tersungkur di tanah dalam keadaan terluka berlumuran darah.

"Pelaku menikam korban secara bertubi-tubi yang mengenai bagian perut sebelah kiri, dada, wajah, kepala bagian belakang, pergelangan kaki sebelah kanan, paha dan belakang korban," kata dia.

Adanya informasi tersebut, petugas langsung ke lokasi kejadian mengamankan pelaku serta mengevakuasi korban ke Puskesmas. Tapi luka serius yang dialami Rustang, sehingga dia tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Faisal kini telah ditahan di Mako Polsek Kajuara untuk proses hukum lebih lanjut. []

Berita terkait
Pembobol Data NIK dan KK di Makassar Ditangguhkan
Pelaku pembobolan data identitas yang digunakan untuk registrasi kartu perdana seluler ditangguhkan penahanannya. Ini alasannya.
Basarnas Makassar Evakuasi Pendaki Gunung Bawakaraeng
Basarnas Makassar evakuasi tiga pendaki Gunung Bawakaraeng yang terpisah dengan empat pendaki lainnya. Begini kondisi mereka.
Warga Bone Sulsel Tewas Terseret Arus Sungai
Tim SAR Gabungan menemukan Muslimin, 54 tahun, warga Bone Sulsel yang dilaporkan terseret arus sungai. Dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia
0
Pengamat Nilai Pola Komunikasi Satgas Covid-19 Buruk
Ujang menilai, komunikasi yang dilakukan Satgas belum menunjukkan ke arah yang positif.