UNTUK INDONESIA
Pesona Pantai Nampu Gunungkidul yang Menggoda
Deretan pantai di selatan Gunungkidul, Yogyakarta, ada yang memesona namun belum sepenuhnya dipoles. Pantai itu benama Nampu yang masih asri.
Keindahan pantai Banana yang berada ujung tenggara Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Agung Raharjo)

Yogyakarta - Berwisata di pantai hal yang sudah lazim. Seperti halnya saat mengunjungi Pantai Nampu Gunungkidul, Yogyakarta. Namun, yang membedakan dengan pantai lain, pantai yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo ini masih asri.

Di pantai ini, gelombang laut tampak landai dengan warna yang masih tampak kebiru-biruan. Menariknya lagi, pantai itu berada di kawasan teluk, di bawah perbukitan kars. Tentu ini menjadikan siapa saja yang datang mendapatipanorama yang menakjubkan.

Kawasan nan indah itu, merupakan pantai Nampu atau saat ini mulai disebut juga sebagai pantai Banana. Terletak di ujung tenggara Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Dusun Nglaban, Jepitu, Girisobo. Warga menyebutnya pantai Nampu, karena kawasan tersebut merupakan cekungan samudera Hindia yang menjorok ke darat.

Dalam bahasa Jawa, nampu diartikan sebagai tempat berkumpulnya angin yang tertahan. Dinamakan juga pantai Banana karena di cekungan pantai itu sebagai tempat berlayarnya speed boat banana. Ini menjadi satu-satunya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jono, salah seorang operator banana boat mengatakan tidak semua pantai dapat dilintasi banana boat, karena gelombang laut yang berbeda-beda. "Nah, di Nampu ini, anginnya cukup bersahabat dengan gelombang laut yang sesuai. Banana boat, di seluruh pantai di DIY baru ada di sini (Nampu)," katanya, Selasa 5 Januari 2020.

Kawasan pantai yang indah ini sangat instragamable. Persoalannya tidak langsung meng-upload di lokasi karena di kawasan pantai Banana ini belum terjangkau jaringan internet secara baik. Boleh dibilang masih blank spot. Sehingga pengunjung yang datang harus menunda meng-upload foto-fotonya.

Bermain Banana BoatWisatawan bermain banana boat di Pantai Nampu Gunungkidul. Dari banyak pantai di Yogyakarta, hanya di Pantai Nampu wisatawan bisa bermain banana boat ini. (Foto: Tagar/Agung Raaharjo)

Ikan dan Biota Laut Melimpah

Keunggulan lain dari pantai Nampu ini, juga melimpah populasi ikan atau hewan laut berbagai jenis. Bahkan banyak di antaranya bernilai ekspor, seperti gurita, lobster, keong. 

Tak heran di pantai ini terdapat semacam stand yang menampung hasil tangkapan ikan para nelayan. Bagi pengunjung boleh memilih ikan segar yang diinginkan. Soal harga, dijamin lebih miring dan masih terjangkau.

Ketua Kelompok Nelayan Mina Bahari, Sunu Handoko mengatakan kelompokyang beranggotakan 26 nelayan. Pada musim saat ini sedang banyak gurita dan lobster. Hasil tangkapan ikan oleh para nelayan sendiri setiap hari bisa memperoleh hingga dua kuintal. Sudah ada pengepul yang mengambil ikan, kemudian diekspor.

Menurut dia banyak nelayan lokal berlabuh di pantai ini, karena memang di sini melimpah ikan. "Dari nelayan misalnya untuk gurita dijual Rp 35 ribu per kilogram, lobster Rp 300 ribu per kilogram," kata Sunu.

Namun keindahan alam pantai banana yang indah dan kaya akan ikan tersebut, ternyata tidak mudah diakses. Selain merupakan kawasan blank spot, kawasan tersebut belum didukung sarana prasarana berupa akses jalan menuju pantai. 

Kondisi ini yang menyulitkan bagi setiap orang yang ingin berwisata. Begitu juga bagi para nelayan untuk memasarkan ikan hasil tangkapannya.

Sebetulnya, upaya mengecor akses jalan masuk sudah dilakukan melalui swadaya warga setempat dan para nelayan. Namun baru mampu sekitar sepanjang 200 meter dari total sekitar 450 meter. Tersisa medan jalan tanah sepanjang 250 meter dengan kemiringan lebih dari 45 derajat.

Para nelayan menginginkan akses jalan cor blok terhubung sampai ke bibir pantai. Artinya perlu dibangun lagi jalan sepanjang sekitar 200 meter.

Pesona Alam yang Masih Butuh Polesan 

Kendala yang dialami para nelayan tersebut dibenarkan oleh Carik Pantai Sadeng, Rubiyanto. Menurutnya keberadaan nelayan telah teregister di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

"Merupakan kelompok nelayan yang resmi, hanya saja selama ini rasanya kurang mendapatkan perhatian. Karena itu berharap aspirasi para nelayan memperoleh respons dari Pemda DIY," katanya.

Pantai BananaSejumlah wisatawan mengamati Pantai Nampu Gunugkidul dari sisi atas yang merupakan kawasan karst. (Foto: Tagar/Agung Raharjo)

Rubi menjelaskan di sisi timur sebetulnya sudah ada akses jalan sampai bawah. Awalnya hanya jalan setapak namum kemudian jalan tersebut dibangun oleh para nelayan secara swadaya.

Ketika musim ramai pengunjung, akses jalan tersebut harus berhimpitan dengan wisatawan. "Keinginan mendesak para nelayan adalah punya jalan sendiri terpisah dengan jalan wisatawan di sebelah barat itu,” katanya.

Masalah lainnya, jika tidak dibuat jalan maka harga ikan jatuh pada titik lebih rendah karena harus terpotong biaya angkut. Sekali angkat nelayan terpaksa keluar ongkos cukup tinggi.

Kendala yang dialami para nelayan itu mereka sampaikan saat rangkaian reses oleh anggota DPRD DIY dari Daerah Pemilihan Gunungkidul, Imam Taufik. Dia berkomitmen membawa aspirasi tersebut kepada instansi terkait. Taufik menegaskan para nelayan perlu ada back up sarana dan prasarana terutama akses jalan.

"Kemungkinan, pembangunan jalan itu bisa menggunakan dana prasarana umum atau PSU. Kita lihat nanti apakah dimungkinkan pakai dana PSU, ada anggaran Rp 200 juta," ujar politikus PKS yang didampingi Dukuh Nglaban, Prasetyo.

Menurut Taufik, dari sisi pengangaran baru bisa bisa diusulkan tahun 2021 atau bisa dipercepat pada APBD DIY tahun 2020 perubahan. Untuk yang terpenting, usulan tersebut masuk dahulu ke Pemda DIY dan DPRD DIY. “Saya coba usulkan dan kemudian akan ada survey, nah tinggal hasil survey bagaimana," terangnya.

Taufik mengatakan ada jalur lain, di luar dua cara di atas yaitu kemungkinan dari Dana Keistimewaan dengan pagu anggaran yang lebih leluasa. Hanya saja, terkait Danais merupakan dana yang bersumber dari APBN.

Ia menjelaskan akan meneruskan aspirasi masuk kedalam pokok-pokok pikiran DPRD DIY. Harapannya akan mendapatkan persetujuan sehingga dalam tahun ini dilakukan survey. []

Baca Juga:

Berita terkait
Deretan Pantai Paling Berbahaya di Asia Tenggara
Pantai di Asia Tenggara memiliki keindahan yang tak akan ditemukan di pantai manapun. Namun, ada beberapa pantai yang berbahaya untuk wisatawan.
Pesona Air Terjun Podiba Sulbar yang Belum Dipoles
Dinas Pariwisata Mamasa, Sulawesi Barat belum menaruh perhatian untuk mengembangkan air terjun Podiba.
Pesona Air Terjun Silangit-langit Subulussalam Aceh
Subulussalam, Aceh menyimpan sejuta potensi sumber daya alam (SDA) yang kaya akan keanekaragaman hayati dan objek wisata alamnya.
0
Wanita asal Simalungun Tewas di Sungai Asahan
Seorang wanita asal Kabupaten Simalungun, ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Silau, Kabupaten Asahan.