UNTUK INDONESIA
Perokok Gak Perokok Kecam KPAI Soal PB Djarum
Keputusan PB Djarum yang menghentikan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2020 menuai kritik dari warga net (netizen) di media sosial.
Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, 8 September 2019. (Foto: Antara/Idhad Zakaria)

Jakarta - Tudingan 'eksploitasi anak' Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum berbuntut panjang. Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosiman memutuskan menghentikan 'Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis' pada 2020, yang biasanya diselenggarakan setiap tahun.

Keputusan PB Djarum yang menghentikan audisi tersebut ternyata menuai kritik dari warga net (netizen) di media sosial. Entah kritik positif mapun negatif, warga net beramai-ramai melontarkan pendapatnya terhadap polemik tersebut.

Margaretha DhianaStatus Facebook Diana Margaretha terkait tudingan KPAI terhadap PB Djarum. (Foto: Facebook/ Diana Margaretha)

Salah satunya akun dengan nama Margaretha Diana. Pada akun Facebook miliknya, Magaretha Diana menuliskan kekecewaan terhadap KPAI soal tudingan eksploitasi anak.

"PB Djarum bina atlit nasional KPAI : Ekspolitasi anak, bubarkan! Bocah-bocah pada make up-an, main sinetron kejar tayang, program tv artes gak lucu, yg juga nampilin bocah dari bangun tidur pe molor lagi, bla bla bla bla KPAI : Nonton sambil ngupi," ucap Diana seperti dikutip dari Facebook pribadinya pada Senin, 9 September 2019.

Baca juga: Kronologi Pemberhentian Audisi Bulu Tangkis PB Djarum

Diana juga memperkirakan nantinya, bisa saja tak akan ada lagi penerus pebulu tangkis yang berprestasi seperti pebulu tangkis jebolan PB Djarum sebelumnya.

"Lupain lah, besok ada penerus The Minions, atau Susi Susanti, yang bisa bikin mewek seantero negeri, karena terharu melihat sang merah putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya, udah, lupain aja Apalagi cerita Jojo yg lepas kaos lalu hujan 'rahim menghangat' di lini masa Lupaiiiinnnnn," ujarnya.

Iqbal Aji DaryonoStatus Facebook Iqbal Aji Daryono terkait tudingan KPAI terhadap PB Djarum. (Foto: Facebook/ Iqbal Aji Daryono)

Sedangkan akun dengan nama Iqbal Aji Daryono memilih memperhatikan komentar netizen yang antirokok tapi tidak sepakat dengan KPAI.

"Mereka sama sekali bukan pembela korporasi tembakau. Mereka cuma orang yang bisa membedakan mana yang nggenah dan mana yang ngawur tentu saja saya segera menjawab: " Wah sampeyan pancen ngeten, Mas. Antirokok versi super-limited," ucapnya.

Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosiman memutuskan 'Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis' 2019 sebagai audisi terakhir. Audisi yang biasanya diselenggarakan setiap tahun tidak akan diselenggarakan pada 2020.

"2019 ini akan menjadi audisi terakhir. Namun jika cuacanya berubah, bisa juga berubah tergantung situasi ada ruang atau tidak," kata Yoppy di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu, 7 September 2019.

Meski menuding adanya 'eksploitasi anak', KPAI tidak meminta pemberhentian audisi yang diselenggarakan PB Djarum. Sebab, KPAI sebenarnya mendorong semua pihak agar memberikan support pada anak-anak Indonesia untuk mengembangkan bakat dan minat termasuk di bidang bulu tangkis.

"Namun dalam penyelenggaraan audisi tidak boleh menggunakan nama merek, logo, termasuk brand image produk tembakau, karena telah diatur dalam PP 109 tahun 2012. Jadi peraturan pemerintah telah melarang," ucapnya. []

Berita terkait
Liem Swie King dan Sederet Atlet Dunia Hasil PB Djarum
PB Djarum resmi menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tahun 2020. Dari sejarahnya, PB Djarum melahirkan sederet atlet kelas dunia.
KPAI dan PP PBSI Tanggapi Pamitnya PB Djarum
KPAI tidak merasa salah, tidak bermaksud menghentikan pembibitan pebulu tangkis PB Djarum. PP PBSI mengkhawatirkan masa depan atlet bulu tangkis.
PB Djarum Mundur!
Konfrontasi KPAI vs PB Djarum kian runcing. Puncaknya PB Djarum mundur. Tidak lagi melakukan audisi, mencari bibit unggul bintang bulu tangkis.
0
Covid-19 Indonesia: 11.587 Positif, 1.954 Sembuh
Jumlah kasus positif Corona di Indonesia semakin bertambah hingga 4 Mei 2020 sebanyak 11.587 orang, 1.954 sembuh, dan 864 meninggal.