UNTUK INDONESIA
KPAI dan PP PBSI Tanggapi Pamitnya PB Djarum
KPAI tidak merasa salah, tidak bermaksud menghentikan pembibitan pebulu tangkis PB Djarum. PP PBSI mengkhawatirkan masa depan atlet bulu tangkis.
Anak-anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). (Foto: Antara/Idhad Zakaria)

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak mau disalahkan atas pamitnya PB Djarum yang tidak mau lagi melakukan audisi mencari bibit unggul pebulu tangkis. Sementara Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan sedih atas keputusan PB Djarum, demikian seperti diberitakan Antara.

Ketua KPAI Susanto mengatakan pihaknya tidak bermaksud menghentikan pembibitan bulu tangkis, justru mendukung pengembangan bakat anak Indonesia termasuk bulu tangkis.

"KPAI tidak memberhentikan audisi bulu tangkis. Justru KPAI mendorong semua pihak agar men-support anak-anak Indonesia bisa mengembangkan bakat dan minat termasuk di bidang bulu tangkis. Prestasi anak Indonesia tentu akan berdampak positif bagi bangsa dan negara," ujar Susanto kepada wartawan, Minggu, 8 September 2019.

Susanto mengatakan Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum bukan berhadapan dengan KPAI, tapi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Djarum Foundation bukan berhadapan dengan KPAI, tapi berhadapan dengan regulasi yang berlaku. Yaitu UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan PP No 109 Tahun 2012. PP tersebut menyebutkan perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan dilarang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau," tutur Susanto.

KPAI tidak memberhentikan audisi bulu tangkis. Justru KPAI mendorong semua pihak agar men-support anak-anak Indonesia bisa mengembangkan bakat dan minat termasuk di bidang bulu tangkis.

PB DjarumAnak-anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, 8 September 2019. (Foto: Antara/Idhad Zakaria)

PP PBSI Tak Ingin PB Djarum Berhenti

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan sedih dan menyayangkan karena regenerasi atlet bulu tangkis bisa terputus dengan penghentian audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum pada 2020.

“Sedih dan sangat disayangkan karena kita tahu audisi ini salah satu metode rekrutmen dari pemain bulu tangkis yang nantinya memang akan menjadi generasi penerus yang ada sekarang ini," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiarto di Jakarta, Minggu.

“Besar sekali dampaknya. Itu kan pembinaan bulu tangkis berjenjang dan berkelanjutan. Kalau terputus, kita mau dapat dari mana?” ujar Budiarto.

Ia menambahkan, apabila PB Djarum pamit untuk selamanya, itu akan berdampak buruk pada komunitas bulu tangkis Indonesia.

Padahal, menurut Budiarto, peran PB Djarum sangat besar selama 13 tahun ini konsisten melakukan pembinaan bulu tangkis secara berjenjang dan berkelanjutan sehingga membuat penyebaran bulu tangkis merata di berbagai daerah.

PP PBSI yang selama ini menerima pasokan pemain dari sejumlah klub besar seperti PB Djarum telah memetik hasil yang positif. Bahkan menurutnya, ada sekitar 40 persen atlet Pelatnas didominasi atlet binaan PB Djarum.

Dengan peran PB Djarum yang telah menggaransi pemain-pemain binaannya, Budiarto tidak bisa mengingkari peran swasta itu sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas atlet ketika negara masih belum mampu melakukannya karena keterbatasan dana.

"Peran negara masih sangat kecil. Negara kan hanya menerima hasil akhir, itu pun kalau ada event multicabang seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Tapi bagaimana pembinaan jangka panjang yang telah dilakukan ini jadi kontribusi dan pengorbanan dari klub-klub yang ada di Indonesia," ujar Budiarto.

Achmad Budiarto berharap PB Djarum dengan tekanan dan kesulitan yang dihadapi bisa tetap konsisten berkontribusi secara pennuh pada perkembangan bulu tangkis Indonesia. Selain itu, para stakeholder dan orang yang berwenang seperti KPAI bisa melihat segala sesuatu dengan lebih bijak.

Sebelumnya, PB Djarum mengumumkan 2019 adalah tahun terakhir mereka mengadakan audisi umum bulu tangkis sehingga program itu akan berhenti pada 2020.

Walaupun demikian, PB Djarum masih belum jelas tentang penghentian ini akan berlaku selamanya atau hanya sementara.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan akan ada program lain masih berkaitan olahraga untuk tahun depan. Belum dijelaskan program ini konkretnya apa.

Audisi umum bulu tangkis dilakukan PB Djarum tiap tahun sejak 2006, digelar di berbagai kota di Indonesia untuk menjaring potensi berbakat. Peserta terpilih dari daerah akan maju ke final audisi di markas PB Djarum di Kudus akhir tahun 2019. []

Berita terkait
PB Djarum Mundur!
Konfrontasi KPAI vs PB Djarum kian runcing. Puncaknya PB Djarum mundur. Tidak lagi melakukan audisi, mencari bibit unggul bintang bulu tangkis.
Tak Ada Asap Rokok di PB Djarum (Bagian 2-Selesai)
Pertentangan Komisi Perlindungan Anak Indonesia vs Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum tentang isu eksploitasi sudah sampai pada titik temu.
Tak Ada Asap Rokok di PB Djarum (Bagian 1)
Tak ada asap rokok di gedung olahraga PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah. Kalau ada atlet ketahuan merokok, langsung dikeluarkan.
0
Satu Remaja Tewas Setelah Jembatan Roboh
Seorang gadis berusia 15 tahun tewas dan sejumlah orang lainnya dikabarkan hilang setelah sebuah jembatan ambruk.