UNTUK INDONESIA
Pernusa Pertanyakan Nasib Timses dan Relawan Jokowi
Ketua Pernusa KP Norman Hadinegoro meminta Presiden Jokowi tak melupakan perjuangan para relawan-timses. Dia mempertanyakan nasib mereka ke depan.
Ketua Pernusa Norman Hadinegoro berfoto di depan gambar Jokowi-Ma\'aruf Amin. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak melupakan perjuangan para relawannya pada saat pemilihan presiden (pilpres) yang turut memenangkannya sebagai presiden periode kedua.

Lantas Norman mempertanyakan bagaimana nasib para tim sukses (timses) dan relawan Jokowi saat ini yang seolah dicampakkan.

"Harapan tim sukses dan relawan, Bapak (Jokowi) tidak akan melupakan perjuangan kami. Karena timses dan relawan ikut berperan punya andil dalam pemenangan pertarungan pilpres dua periode pada tahun 2014 dan 2019," katanya melalui pesan singkat yang diterima Tagar, Jumat siang, 21 Februari 2020.

Baca juga: Pernusa: Rizieq Shihab Sangat Wahabi

Tulisan ini akan menimbulkan ragam tanggapan pro dan kontra. Ada yang suka ada yang maki-maki, tapi biarlah saya tanggung hujatan itu.

Dia menyadari, Jokowi saat ini memiliki kesibukan dalam mengurus negara. Namun, dia berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu dapat menentukan sikap, apakah timses dan relawan dibubarkan atau difungsikan terus. 

Norman hanya ingin Presiden RI ke-7 itu ingat selalu terhadap perjuangan dan semangat mereka, yang memiliki sangkut paut Jokowi dapat mengalahkan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

"Sekarang timses dan relawan mau dibawa kemana Pak Jokowi. Mau difungsikan atau dibubarkan? Kami menyadari Bapak sibuk urusan negara, lalu kepada siapa yang Bapak tunjuk untuk menampung aspirasi timses dan relawan Bapak Jokowi," ujarnya.

Selain itu, Norman mengaku pernah turut berjuang untuk memenangkan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

"Saya adalah timses setia mengusung Bapak Jokowi dari Pilkada tahun 2012. Suara saya, keluhan relawan-relawan nasional. Yang baju kotak-kotak saat saya menjadi tim sukses tahun 2012 mengantarkan Pak Jokowi, Gubernur Jakarta," ucapnya.

Norman Hadinegoro dan JokowiNorman Hadinegoro saat menjadi timses Jokowi perebutkan kursi Gubernur DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Norman menceritakan, pada saat Jokowi terpilih menjadi presiden tahun 2014, orang yang pertama diundang ke Istana Merdeka adalah timses dan relawan. Tetapi, seiring berjalannya waktu orang-orang itu seakan tidak lagi dipedulikan. 

"Dalam Pilpres kami mendapatkan tugas apa yang kami lakukan untuk pemenangan. Bahkan, setelah dilantik Presiden RI, pertama yang diundang khusus ke Istana Negara ialah relawan dan timses. Bahkan Bapak Jokowi sering khusus untuk memberi saran dan masukan, relawan harus ikut berperan mengawal Jokowi. Saat bagi kue relawan tersingkiran. Posisi relawan terkucilkan," ujarnya.

Norman meyakini dengan adanya pesan yang disampaikan ini kepada Jokowi dan Kabinet Indonesia Kerja, pasti banyak pihak yang bakal mengkritiknya.

Baca juga: Pernusa: Menteri Agama Tidak Punya Nyali Hadapi FPI

Tetapi, Norman hanya ingin agar Jokowi dan orang-orang dekatnya di pemerintahan dapat mengingat perjuangan mereka untuk memenangkan ayah Gibran Rakabuming Raka itu menjadi RI-1 selama dua periode.

"Tulisan ini akan menimbulkan ragam tanggapan pro dan kontra. Ada yang suka ada yang maki-maki, tapi biarlah saya tanggung hujatan itu. Karena saya menyampaikan aspirasi. Dari pada diam disimpan dalam hati. Tulisan ini mengingatkan orang-orang yang duduk di kabinet, khususnya Jokowi," kata Norman.

Kemudian dia juga menyinggung Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan beberapa partai yang mendapatkan posisi strategis di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Prabowo bagi jatah ke relawan di Kementerian Pertahanan, KSP Pak Moeldoko membawa gerbong sendiri, Para Menteri dari partai membawa gerbongnya, dan Menteri BUMN (Erick Thohir) pasti akan menunjuk komisaris hanya orang yang dia kenal saja," ucapnya.

Dia juga mengatakan hanya Jokowi yang mampu menyelamatkan nasib timses dan relawan kemenangan pemilu yang saat ini bak hidup segan mati pun tak mau. Oleh sebab itu, Norman meminta ketegasan Jokowi tentang nasib mereka ke depan.

"Saya bicara menyuarakan langsung, minta ketegasan Jokowi apa dibiarkan atau dibubarkan. Karena relawan itu milik Pak Jokowi. Prabowo bagi jatah ke relawan di Kemenhan, relawan Jokowi dapat apa? Ambyar! Sepertinya relawan sudah dilupakan karena kesibukan tugas negara," ujarnya.

Baca juga: Pernusa: Anies Baswedan Lebih Baik Jadi Dosen

Bahkan, jika nantinya ada sosok yang ditunjuk Jokowi untuk memberikan perhatian kepada mereka, dia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Saya setuju ada personel yang ditunjuk untuk mengurus relawan yang sekarang bagai layang-layang putus. Atau relawan yang ada kehilangan tempat akan balik kanan dengan teratur," kata Norman.

Dia ingin mengingatkan agar Jokowi tidak lupa bahwa semangat yang dimilikinya ada di timses dan relawan yang setia kepadanya.

"Pak Jokowi ada relawan, tapi Pak Jokowi tidak boleh lengah karena relawan dan timses andalannya. Timses dan relawan bermaksud mengawal Bapak Jokowi sampai Tahun 2024. Lalu, di mana peranan kami sekarang?" kata Ketua Pernusa. []

Berita terkait
Pernusa: UAS Ustaz Kampung yang Senang Cari Panggung
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ustaz Abdul Somad (UAS) mencari panggung soal virus corona dan Uighur.
Relawan Sebut Menteri Jokowi Belum Cerminkan Nawacita
Bagi kelompok relawan nama-nama menteri yang sudah dipanggil belum memenuhi kriteria khususnya visi Nawacita.
Pernusa: Dulu FPI Ditakuti, Sekarang Macan Ompong
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ormas FPI dan PA 212 saat ini bak macan ompong, tanpa Rizieq Shihab.
0
Tips Menggunakan AC yang Benar Selama Pandemi Corona
Selama pandemi Corona masyarakat sudah harus memperhatikan panduan penggunaan AC dengan benar agar tidak mengganggu kesehatan tubuh.