UNTUK INDONESIA
Pernusa: Anies Baswedan Lebih Baik Jadi Dosen
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebaiknya jadi dosen saja.
Terdengar sorak sorai "presiden, presiden, presiden" dari mulut ribuan massa pada saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hendak memberikan sambutan di acara Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 pagi hari. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih cocok menjadi tenaga pengajar alias dosen, dibandingkan memimpin ibu kota. 

Anies Baswedan mundur aja daripada jadi bulan-bulanan. Dia ini bukan pemimpin, tapi dosen.

Menurut dia, Anies gagal mengatasi permasalahan banjir yang ada di Jakarta, karena enggan melanjutkan program normalisasi kali Ciliwung dari Gubernur terdahulu Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok

Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2014-2016 itu dia pandang bukan seorang eksekutor yang andal di lapangan. 

"Dia kan seharusnya tinggal melanjutkan koridor yang sudah ada, kok malah gengsi, padahal kan ini menolong orang Jakarta. Dia itu punya konsep, tapi konsep dia itu bukan konsep orang lapangan. Dia konsep dosen, bermain dengan teori naturalisasi," kata Norman kepada Tagar, Kamis, 2 Januari 2020.

Norman beranggapan mantan DKI-1 Ahok lebih siaga dalam menghadapi banjir, yang menjadi persoalan besar di ibu kota. 

"Kalau Ahok kan jauh-jauh hari dipersiapkan, grup oranye difungsikan. Nah di Anies ini dia tidak serius. Dia menganggap enteng persoalan, akhirnya yang rugi kan orang Jakarta," ucap dia.

Baca juga: Jakarta Banjir, Anies Baswedan Anjurkan Naik Angkot

KP Norman HadinegoroKetua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa). (Foto: Istimewa)

Dia meminta agar Gubenur Anies dapat mempertanggungjawabkan seluruh kerugian warga Jakarta. Selain itu, dia menyinggung apabila tidak kuat menjadi orang nomor 1 di Jakarta, bisa duduk kembali menjadi tenaga pengajar.

"Anies mundur saja daripada jadi bulan-bulanan. Dia ini bukan pemimpin tapi dosen, minim konsep, jadinya harus seperti ini," ujar Norman.

Baginya, Anies memimpin Jakarta belum seirama dengan pemerintah pusat. Cenderung egois membuat kebijakan yang berseberangan dengan pemerintah pusat.

Baca juga: Komentar Jokowi Mengenai Banjir Jabodetabek

"Pertanyaannya kok dia enggak mau mesra sama pusat. Dia sombong, merasa paling hebat. Dengan keangkuhan dan kesombongannya," kata dia.

Norman menganggap akibat kegagalan Anies dalam memimpin Jakarta, banyak warga yang dirugikan, terutama akibat kejadian banjir yang melanda sebagian wilayah ibu kota saat Tahun Baru 2020.

"Baru banjir semalem, semua dirugikan. Kalau dia udah tebal muka, tebal telinga, pemerintah punya sikap enggak terhadap kerja Gubernur Anies Baswedan," kata Ketua Pernusa. []

Berita terkait
Kenapa Anies Belum Tuntaskan Normalisasi Ciliwung?
Basuki Hadimuljono kecewa terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena baru menormalisasi Sungai Ciliwung 16 kilometer.
Anies Baswedan Sebut 4 Warga Meninggal Saat Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan laporan korban meningggal dunia akibat banjir di Jakarta ada 4 tewas.
Anies Baswedan Diprotes Warga Karena Listrik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diprotes warga yang kebanjiran karena listrik masih menyala, justru tidak padam tatkala banjir tiba.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.