UNTUK INDONESIA
Pernusa: UAS Ustaz Kampung yang Senang Cari Panggung
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ustaz Abdul Somad (UAS) mencari panggung soal virus corona dan Uighur.
Ustaz Abdul Somad sedang mengendarai motor gede di Batam, Kepri, 12 September 2019. (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Jakarta - Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ustaz Abdul Somad (UAS) sedang mencari panggung di balik ketakutan masyarakat terhadap virus corona.

Teranyar, dai kelahiran Asahan, Sumatera Utara itu menyebut wabah virus corona merupakan bala tentara gaib yang dikirimkan Allah untuk melindungi muslim Uighur. 

UAS ustaz kampung yang senang cari panggung, karena UAS senang ceramah yang melenceng.

Namun, menurut Norman, UAS selalu mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk akal, dengan melontarkan anggapan pribadi yang bukan berdasarkan kajian ilmiah.

"UAS ustaz kampung yang senang cari panggung, karena UAS senang ceramah yang melenceng. Urusan rumah tangganya saja masih enggak benar, bagaimana mau jadi panutan," katanya kepada Tagar di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

Kemudian, Norman menuding dakwah keagamaan ustaz Abdul Somad sudah menyimpang, jauh dari butir-butir yang menyejukkan umat. 

Lantas, dia berpandangan permasalahan yang dihadapi muslim Uighur di China, adalah konsekuensi, karena selama ini mereka ingin mendirikan kedaulatan sendiri.

KP Norman HadinegoroKetua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa). (Foto: Istimewa)

"Muslim Uighur adalah sebagian besar pengikut khilafah. Wajar saja kalau (UAS) satu aliran membela muslim Uighur. UAS adalah peliharaan partai tertentu. UAS adalah barang dagangan kelompok tertentu," kata dia.

Baca juga: UAS: Corona Tentara Allah Lindungi Muslim Uighur

Norman juga menyebut UAS jauh dari kriteria ulama yang mengayomi umat Islam, berbeda betul dengan ceramah ulama lainnya yang menyejukkan hati umat.

"UAS belum masuk dalam kriteria ustaz yang mengayomi umat Islam keseluruhan, dengan ceramah-ceramah yang sejuk, yang bisa memberikan motivasi kepada semua golongan yang berbeda-beda keyakinan. UAS dan Ustaz Felix Siauw, mereka satu aliran," kata dia.

Dia menyarankan UAS untuk sesegera mungkin merubah paradigma dalam menyebarkan agama Islam, agar tidak terus menerus disoroti sebagai sosok yang kontroversial. Norman, berkaca dari ceramah Abdul Somad yang sempat mengiris hati umat Nasrani, dengan membawa diksi salib jin kafir.

"UAS merasa puas dengan keberadaannya sekarang. Besok-besok akan muncul ustaz yang ceramahnya rahmatan lil alamin," ucapnya.

Norman menduga virus corona diciptakan oleh manusia. Maka itu dia memandang tidak patut rasanya apabila menghubung-hubungkan sebuah penyakit dengan bala tentara yang dikirimkan Tuhan.

"Penyakit yang mematikan itu bisa siklus alam atau buatan manusia dengan teknologi canggih (racikan kimia). Allah itu maha pengasih dan penyayang kepada umatnya. UAS sok tahu terhadap kerajaan Allah. Sok minterin," kata Norman.

Dia berharap, masyarakat Indonesia tidak begitu saja percaya terhadap ucapan UAS. "Semoga rakyat indonesia tidak terkecoh dengan ucapan yang menyesatkan, pembohongan publik," ucap Ketua Pernusa.

Baca juga: Guntur Romli Anggap Ustaz Abdul Somad Hanya Caper

UAS CoronaCeramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang virus corona. (Foto: YouTube: Hajinews Tv)

Sebelumnya, beredar video yang salah satunya dibagikan oleh kanal YouTube Hajinews TV dengan judul 'Allah kirim tentara corona untuk melindungi muslim Uyghur'.

Dai kelahiran Asahan, Sumatera Utara itu menyebut kalau Allah selalu membantu umat Islam meski kini telah banyak kehilangan kekuasaan, salah satunya dengan mengirim bala tentaranya yang gaib.

"Allah memang sayang pada umat ini. Umat kehilangan kekuasaan, umat kehilangan khalifah, umat kehilangan kesultanan, yang bisa hanya membaca Alquran dan berdzikir. Tapi Allah masih iba dan Allah tolong hambanya dengan banyak tentara," kata UAS dalam ceramah tersebut.

Kemudian, pendakwah kelahiran 18 Mei 1977 itu menyebut virus corona sebagai salah satu tentara Allah yang dikirim untuk melindungi umat Islam Uighur yang hidup di China.

Menurutnya, umat muslim terlindung dari virus mematikan itu lantaran memiliki gaya hidup selaras dengan ajaran agama dan berbeda dengan penduduk kebanyakan.

"Ada pula yang terakhir ini tentara Allah bernama corona. Orang yang berada di Uighur, tidak terkena virus ini. Banyak orang terheran-heran, apa sebab. Salah satunya karena mereka selalu berwudhu, salah satunya membasuh tangan," kata dia.

"Orang tidak akan terkena pada orang yang selalu menjaga kesucian. Mereka makan binatang yang disembelih, yang dimasak, bukan daging mentah, bukan makan darah. Sebab, di dalam darah ada bakteria penyakit. Manakala ajaran Islam diamalkan, maka pertolongan Allah datang," ujar ustaz Abdul Somad.

Di akhir ceramah, UAS menyinggung tentang ketaatan beragama yang dapat menolong umat dari kebinasaan. Dia menyebut bahwa siapapun yang menolong agama Allah akan diselamatkan dari malapetaka dan tipu daya yang mengintai umat.

"Intansurullah, yansurukum. Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu. Kalau lah bukan karena pertolongan Allah, sudah lama Islam ini musnah dari muka bumi Allah. Wama karuu, mereka membuat tipu daya. Wamakarallah, Allah balas tipu daya mereka. Wallahu khairul maakirin, dan tipudaya Allah itu lebih hebat dari tipu daya yang mereka lakukan," kata ustaz Abdul Somad dalam video ceramah tersebut. []

Berita terkait
Ustaz Abdul Somad Tentang Ganja Dijadikan Sayuran
Ustaz Abdul Somad melalui akun YouTube memberikan penjelasan mengenai daun ganja yang dibuat sayuran. Bagaimana hukumnya?
Mellya Juniarti Merasa Dizalimi Ustaz Abdul Somad
Mellya Juniarti diceraikan suaminya, ayah dari satu anaknya, Ustaz Abdul Somad atau UAS. Ia merasa dizalimi dengan sebutan wanita tak bisa dididik.
Ustaz Abdul Somad Resmi Bercerai
Ustaz Abdul Somad resmi bercerai dengan istrinya Mellya Juniarti.
0
Es Pisang Ijo, Menu Buka Puasa Khas Makassar
Salahs atu takjil yang paling laris dan paling diburu warga Makassar saat berbuka puasa adalah es pisang ijo