UNTUK INDONESIA
Pemko Banda Aceh Bangun Waduk PDAM Senilai 12,6 Miliar
Ya, di situ tengah dibangun reservoir atau waduk penampungan air bersih PDAM Tirta Daroy.
Proses pembangunan waduk PDAM Tirta Daroy di Banda Aceh. (Foto: Tagar/Fahzian Aldevan)

Banda Aceh - Sebuah lubang raksasa terlihat sudah digali di lahan belakang gedung DPRK Banda Aceh, tak jauh dari Taman Sari (Bustanussalatin). Ukurannya sekitar 25 x 45 meter dengan kedalaman lima meter.

Tampak pula para pekerja tengah memasang rangka besi pada lantai, dinding, dan tiang bangunan, beberapa bagiannya pun telah selesai dicor. Satu unit excavator pun standby di lokasi untuk mengangkat sisa-sisa tanah galian.

Di bagian depan lokasi proyek tersebut, terpampang sebuah pamflet bertuliskan "Pembangunan Reservoir Taman Sari (Otsus)". Di sana juga tertera anggaran proyek Rp 12,6 miliar lebih yang bersumber dari APBK Banda Aceh 2019.

"Ya, di situ tengah dibangun reservoir atau waduk penampungan air bersih PDAM Tirta Daroy. Pengerjaannya sudah dimulai sejak pertengahan Juni lalu," kata M Saifuddin Ambia, Kabag Administrasi Pembangunan Setdako Banda Aceh, di Balai Kota, Rabu 7 Agustus 2019.

Kata dia, reservoir tersebut mampu menampung 3.000 meter kubik atau setara dengan tiga juta liter air bersih.

"Setelah ditampung, nanti baru dialirkan ke rumah-rumah warga dengan menggunakan tiga unit booster yang juga akan dipasang di sana agar tekanan airnya maksimal," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan pembangunan reservoir tersebut sebagai solusi pembenahan distribusi air yang belum merata di sejumlah kawasan seperti Kecamatan Meuraxa, Kutaraja, Jaya Baru, dan sebagian Kecamatan Baiturrahman.

"Ketika pembangunan reservoir ini selesai, maka warga di Kecamatan Meuraxa termasuk 50 rumah dari 450 KK di Gampong Cot Lamkuweuh yang selama ini belum menikmati layanan air bersih 24 jam," kata dia.

Ia pun meminta pihak kontraktor untuk mempercepat proses pengerjaan proyek dimaksud.

"Lebih cepat lebih baik, agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga kota. Akhir November saya kira bisa kita selesaikan proyek ini," katanya.

"Sebelum ke sana, upaya-upaya jangka pendek juga terus kita lakukan seperti pembenahan jaringan perpipaan dan penertiban sambungan-sambungan liar. Khusus soal pencurian air sama sekali tidak bisa kita tolerir karena tindakan itu sangat merugikan pemerintah dan juga masyarakat pelanggan PDAM yang sah dan terdaftar," terangnya.

Sebelumnya sejumlah warga Desa Cot Lamkueh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh menggelar aksi protes atas seringnya air PDAM macet di desa tersebut, Minggu 4 Agustus 2019.

Dalam aksi itu, warga menggantungkan meteran air dengan menggunakan tali di gerbang gapura desa tersebut. Selain itu, mereka juga membawa mesin pompa air yang selama ini digunakan untuk menyedot air PDAM.

Hendra Saputra, warga setempat menyebutkan, sejak beberapa tahun belakangan, kondisi air di gampong mereka semakin tidak jelas kapan mengalirnya. Bahkan, untuk dapat memiliki air PDAM pihaknya harus begadang hingga tengah malam.

"Kami harus begadang, karena air baru mengalir pada pukul dua pagi ke atas, itupun tidak semua rumah," kata Hendra.

Kepala Desa Cot Lamkueh, Aprizal menjelaskan bahwa aksi yang dilancarkan oleh warga merupakan bentuk kekesalan terhadap Pemko Banda Aceh.

Padahal pihaknya sudah berulang kali melaporkan permasalahan ini kepada PDAM, namun tidak ada solusi. Bahkan, kata dia, sebelumnya warga sempat merencanakan akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor wali kota setempat.

"Mungkin ini warga sudah marah, karena sudah beberapa kali melapor, direspons tapi tidak ada penyelesaian, yang ada hanya diminta sabar," kata Aprizal.[]

Berita terkait
Langkah Pemerintah Banda Aceh Bebaskan Asap Rokok
Provinsi Aceh berencana membuat kota bebas asap rokok. Bagaimana langkah-langkahnya yang harus dilakukan?
0
Kecelakaan Skuter Listrik Bukan Tabrak Lari
Polisi mengatakan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pengguna skuter listrik Grabwheels bukanlah tabrak lari.