UNTUK INDONESIA
Pembunuh Pemilik Warung Coto di Makassar Masih Bebas
Keluarga korban pembunuhan di Gowa was-was. Sebab pembunuh Daeng Liwang, pemilik warung coto di Makassar, masih bebas berkeliaran.
Polisi memasang garis police line di lokasi penemuan mayat di Jalan Yompo Daeng Baba, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Desember 2019. (Foto: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Kematian Dahlan Daeng Liwang 53 tahun, pemilik warung coto di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah sebulan berlalu. Tapi, motif hingga pelaku pembunuhan tak kunjung terungkap oleh aparat kepolisian dari Polres Gowa.

Lantaran pembunuh masih bebas berkeliaran, keluarga korban merasa khawatir. Rasa takut membekap lantaran mereka bisa jadi korban berikutnya. 

Kami keluarga masih was-was, jarang keluar rumah.

Kuasa hukum keluarga Daeng Liwang, Syamsumarlin mengatakan bahwa Polres Gowa harus serius melakukan penyelidikan dan penyidikan mengungkap kasus kliennya. Sebab hal tersebut menyangkut pemenuhan rasa keadilan bagi keluarga korban selaku pelapor. 

"Kami dari tim hukum tidak menginginkan pelaku kejahatan pembunuhan atas perkara ini berkeliaran. Ini kan dapat membahayakan bagi pihak keluarga korban dan masyarakat," kata Syamsumarlin yang juga Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PBHI Sulsel itu, Jumat, 17 Januari 2020.

Sebelumnya, anak kandung Daeng Liwang, Hasdalil Mukminat mengatakan jika ayahnya meninggal dunia karena dibunuh oleh seseorang. Indikasinya ditemukan luka yang menyerupai bekas tembakan di tubuh sang ayah.

"Almarhum meninggal dunia karena ada bekas luka tembakan di belakangnya. Bukan tusukan, karena lukanya kecil kayak peluru. Untuk luka itu ada dua, tembus depan belakang," kata Hasdalil Mukminat. 

Belum terungkapnya kematian Dg Liwang ini, lanjut Hasdalil Mukminat, membuat keluarganya dihantui perasaan was-was. Ia pun mendesak penyidik dan Kapolres Gowa AKBP Boy Simola bekerja maksimal agar mampu memberikan rasa keadilan hukum.

"Semoga ini bisa terungkap dan pelaku bisa segera ditangkap. Kami keluarga masih was-was, jarang keluar rumah. Dan sampai sekarang juga warung coto belum dibuka karena kami masih ketakutan," jelasnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan mengatakan penyidik masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Ia pun menegaskan Polres Gowa telah membentuk tim khusus. Dan akan akan terus bekerja demi memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.

"Masih dalam penyelidikan dan kami juga sudah bentuk tim khusus. Kalau ada perkembangan, kami akan kabari lagi. Untuk sementara cukup itu saja dulu," tutur dia. 

Perlu diketahui, Liwang ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir kanal, di Jalan Yompo Daeng Baba, Kecamatan Sungguminasa, Gowa, Kamis, 19 Desember 2019 lalu. Korban meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian perut tembus ke punggung.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menerjunkan tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Sulsel hingga anjing pelacak. Upaya itu untuk mencari barang bukti alat yang digunakan membunuh korban. []

Baca juga: 

Berita terkait
Misteri Kematian Pemilik Warung Coto di Makassar
Keluarga Dahlan dg Liwang mempertanyakan keseriusan Polres Gowa dan Polda Sulsel dalam mengungkap siapa pelaku pembunuhan.
Pelaku Pembunuhan Sadis Leher Putus di Gowa
Pembunuhan sadis terkait sengketa lahan di Kabupaten Gowa menyebabkan korban bernama sampara meninggal dengan leher terputus.
Pekerja Rusunawa Makassar Tewas Ditikam
Seorang pekerja bangunan di kota Makassar meninggal dunia usai ditikam oleh mandor di tempatnya bekerja.
0
Rumah Ferdian Paleka Digeruduk Warga dan Polisi
Rumah kediaman YouTuber Ferdian Paleka, digeruduk massa menyusul viralnya video prank bantuan sembako berisi sampah bikinannya ke jagat maya.