UNTUK INDONESIA
Pangi: Penegakan Hukum di Tangan Yasonna Laoly Hancur
Analisis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai penegakan hukum era Yasonna Laoly hancur.
Mantan Menkumham Yasonna Laoly tiba Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pematangsiantar - Analisis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

Pangi menilai Yasonna Laoly sudah tidak dapat dipercaya menduduki jabatannya saat ini. Lantas, dia menyebut pria asal Nias, Sumatera Utara itu merusak penegakan hukum di Indonesia.

"Ya karena Yasonna ini sudah enggak kredibel. Kan hancur semua penegakan hukum di tangan beliau ini," kata Pangi saat dihubungi Tagar, Kamis, 23 April 2020.

Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang kembali menjadi korban kejahatan dari beberapa orang narapidana yang mendapat asimilasi dari politis PDI Perjuangan (PDIP) itu.

Baca juga: Yasonna Laoly Komentari Napi Asimilasi Berulah Lagi

Tak hanya itu, para korban napi asimilasi diharapkan meminta ganti rugi kepada Yasonna, dengan catatan orang-orang itu korban napi asimilasi.

"Minta ganti saja, ulah dia ini lah yang membuat masyarakat resah. Kalau enggak dilepaskan, pasti tenang masyarakat itu. Ini orang keluar malam sudah takut semua karena napi ini. Harus minta rugi sama masyarakat, bila perlu demo korban-korban itu," ujarnya.

Dia juga menyentil Yasonna yang seakan tidak memiliki ketidakadilan karena adanya kerusuhan di Lapas Kelas II B Sorong, Papua Barat, Rabu malam, 22 April 2020.

Pengamat UINAnalis Politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. (Foto: Antara/Istimewa)

Ratusan narapidana membakar sejumlah barang di dalam lapas. Menurut Pangi, mereka cemburu karena ada 50 temannya sesama napi mendapatkan program asimilasi dan akan dibebaskan.

"Itu karena ketidakadilan dan diskriminatif. Ya kalau mau dilepaskan, ya lepaskan semua biar negara kacau sekalian. Kalau enggak tarik semua yang kemarin dikeluarkan, masukkan lagi ke dalam tahanan," ucapnya.

Dia menjelaskan, para napi tidak akan kelaparan jika berada di dalam sel tahanan. Pasalnya, pemerintah membiayai kebutuhan para narapidana.

Baca juga: Yasonna Diminta Ganti Rugi Korban Kriminal Napi Asimilasi

"Daripada bunuh rakyat, biar mereka mati di tahanan. Tapi enggak mungkin juga mereka mati di tahanan, kan dikasih makan dua kali sehari. Justru mereka mati di luar karena enggak dikasih makan," ujarnya.

Pangi menilai, tindakan kriminalitas kembali dilakukan oleh napi asimilasi karena tidak adanya pekerjaan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ya gimana mereka mau bertahan hidup, yang mau dimakan enggak ada. Mereka apapun dilakukan, kita lihat hari ini banyak indomaret yang diserang. Jadi semuanya itu minta ganti rugi ke Yasonna. Banyak kerugian masyarakat karena napi asimilasi ini. Tapi dengan catatan kalau itu memang napi asimilasi," kata Pangi. []

Berita terkait
Anak Buah Diduga Pungli ke Napi, Yasonna Ancam Pecat
Menkumham Yasonna Laoly menegaskan akan mengganjar hukum pecat bagi anak buahnya yang terbukti melakukan pungli kepada narapidana.
Daripada Bebaskan Koruptor, Yasonna Fokus Kelola Lapas
KPK meminta Yasonna Laoly yang mengepalai Kemenkumham fokus memperbaiki sistem kelola Lapas daripada usul bebaskan koruptor.
Yasonna Bantah Mau Lepas Napi Koruptor Alasan Corona
Yasonna Laoly menepis kabar menyebut Kemenkumham ingin lepaskan napi koruptor dan narkoba.
0
Bawa Pemudik, Armada ALS Tertahan di Pelabuhan Merak
PT Antar Lintas Sumatera (ALS) Tangerang yang masih mengoperasikan armada dan membawa penumpang pada 29 April 2020 terpaksa harus dihentikan.