UNTUK INDONESIA
Oracle Buka 2000 Lowongan Pekerjaan
Oracle semakin agresif dalam melakukan ekspansi bisnis di bisnis cloud computing dengan membuka 2.000 lowongan kerja baru
Petugas memberikan brosur informasi lowongan pekerjaan pada Indonesia Spectacular Job Fair \'JOB FOR CAREER\' Festival 2019 di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (5/3/2019). (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta - Perusahaan pengembang sistem basis data dari Amerika Serikat, Oracle berencana untuk membuka 2.000 lowongan kerja sebagai bagian dari rencana agresif perusahaan ekspansi di bisnis cloud computing (komputasi awan). Ekspansi bisnis ini merupakan strategi untuk menghadapi persaingan dengan rivalnya Amazon Web Services dan Microsoft Corp. Selain itu juga untuk membantu perusahaan beralih dari bisnis peranti lunak menjadi layanan keuangan, penjualan dan lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

Executive Vice President Oracle Claud Infrastrucure Don Johnson mengatakan 2000 karyawan baru akan ditempatkan di pusat pengembangan peranti lunak di Seattle, San Fransisco, India dan negara lain. Hingga akhir tahun, Oracle akan membuka 20 layanan cloun di sejumlah negara untuk membantu menyimpan data dengan aman, seperti diberitakan dari Channel News Asia, Rabu, 9 Oktober 2019.

Saat ini Oracle sudah mengoperasikan pusat bisnis cloud di 16 kawasan, enam diantaranya dibuka tahun lalu. Lokasi baru akan dibangun di Chile, Jepang, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan beberapa tempat lain di Asia dan Eropa.

Pada 31 Mei 2019, Oracle memiliki sekitar 136.000 karyawan, 18.000 diantaranya dipekerjawkan dalam layanan cloud dan operasi dukungan lisensi cloud. Pasar bisnis cloud sangat kompetitif. Lembaga riset Gartner memperkirakan nilai pasar cloun tahun ini mencapai 38,9 miliar. Amazon merupakan pemain utama di bisnis layanan cloud. Microsoft, Google Alphabet dan International Business Machines Corp juga berusaha untuk menjadi pemain utama dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di bidang layanan cloud.

Di bawah Johnson yang bergabung dengan Oracle tahun di tahun 2015, Oracle telah membangun infrastrukur layanan cloud generasi kedua. Kali ini, Oracle akan menjalankan aplikasi perangkat lunak cloud-nya, yang bersaing dengan orang-orang seperti SAP SE, pada sistem cloud yang sama yang ditawarkan pelanggan luar. Ini merupakan strategi yang telah lama dipakai perusahaan-perusahaan seperti Amazon dan Google.

(Dimas Wijanarko)

Berita terkait
Amazon Buka 30.000 Lowongan Kerja
Amazon dibanjiri pelamar kerja setelah menyatakan membuka 30.000 posisi lowongan kerja di Amerika Serikat. Gajinya 15 dollar AS per jam
Jokowi Ancam Tutup KJA, Aquafarm Buka Lowongan Kerja
Perusahaan KJA raksasa di Danau Toba itu justru membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi.
Lowongan Kerja Fintech, Aplikasi Populer Saat Lebaran
Saat membutuhkan uang, di tahun ajaran baru, banyak tawaran aplikasi pinjaman uang, di telepon genggam dari fintech.
0
Pengamat Sebut Gerindra Bisa Jadi Koalisi-Kritis
Apabila Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi, partai tersebut bisa berperan menjadi koalisi-kritis.