Untuk Indonesia

Opini: Vaksinasi Gratis dan Berbayar Tidak Saling Ganggu

Sebenarnya vaksinasi program yang gratis dan vaksinasi gotong royong yang berbayar itu tidak saling mengganggu. Tomboel Siregar.
Ilustrasi - Vaksinasi Covid-19. (Foto: Tagar/Dok Dinkes)

Oleh: Timboel Siregar*

Sebenarnya vaksinasi program yang gratis dan vaksinasi gotong royong yang berbayar itu tidak saling mengganggu karena kedua program vaksinasi menggunakan merk yang berbeda.

Kalau vaksinasi gotong royong itu seperti sinopharm yang diimpor oleh BUMN. Sinopharm nggak dibolehkan untuk vaksinasi program, sehingga Pemerintah tidak mengorder Sinopharm. 

Tentunya produsen vaksin ada juga yang menjual vaksin ke swasta, bukan ke Pemerintah. Nah, ini yang bisa membantu percepatan supply vaksin di Indonesia, yang dibolehkan untuk vaksinasi program adalah seperti sinovac, pfizer, astrazeneca.

Jadi, vaksinasi gotong royong tidak mengganggu vaksinasi program, namun kehadiran vaksinasi gotong royong hanya untuk percepatan vaksinasi. Itu sifatnya optional aja.

Dasar hukum vaksinasi Gotong royong adalah pasal 60 ayat 2 UU penanganan bencana, yaitu partisipasi masyarakat.


Saya duga kalau pun dibuka ke individu masyarakat umum namun harganya masih mahal maka vaksin gotong royong akan tidak diminati lagi.


Argumen yang bilang kalau mau nyaman ya pakai aja vaksinasi gotong royong yang berbayar. Itu argumen yang salah. Pemerintah harus memastikan pemberian vaksinanasi Program juga degan nyaman degan menghindari penyebaran Covid di tempat vaksinasi.

Kemarin saya antar anak vaksinasi di sebuah sekolah SMA. Ramainya minta ampun, sepertinya tidak ada manajemen antrian yang bisa memastikan peserta vaksinasi tidak berkerumun. Selain itu waktunya pun bisa 1-1,5 jam dikumpulkan di lantai 2. Sudah ngumpul, waktunya lama lagi. Ini beresiko.

Jadi menurut saya, narasi yang dibangun untuk memilih vaksinasi gotong royong atau Program adalah merk vaksinasinya saja, tidak boleh menawarkan vaksinasi gotong royong karena kenyamanan.

Pemerintah HARUS memastikan vaksinasi program dgn NYAMAN, manajemen antrian harus diperbaiki degan benar2 mematuhi 5M supaya tidak menjadi tempat penyebaran Covid.

Persoalan vaksinasi gotong royong itu kan hanya masalah harganya yang relatif mahal. Kalau mau jujur, sebenarnya Vaksinasi gotong royong itu kan utk perusahaan yang akan diberikan ke para pekerjanya, itu diatur di Permenkes No. 10 tahun 2021.

TETAPI dari begitu banyaknya perusahaan yang komit ikut tapi hanya sedikit yang mau beli vaksinasi gotong royong. Karena nggak laku dan vaksin Sinopharm yang sudah diimpor 1,5 juta tidak bisa dipakai untuk vaksinasi progran maka BUMN yang mengimpor merasa rugi kalau tidak terjual.

Untuk solusinya, makanya dikeluarkan revisi Permenkes menjadi Permenkes No. 19 tahun 2021 yang membolehkan menjual vaksinasi gotong royong ke individu, agar laku terjual.

Saya duga kalau pun dibuka ke individu masyarakat umum namun harganya masih mahal maka vaksin gotong royong akan tidak diminati lagi.

Sebaiknya harga vaksinasi gotong royong diturunkan saja, menjadi 100 - 150 ribuan. Akan laku untuk perusahaan dan individu.

Daripada nggak laku dan mubazir, mendingan jual degan harga murah sehingga BUMN benar-benar membantu Pemerintah untuk percepatan vaksinasi. Point utama vaksinasi gotong royong adalah percepatan vaksinasi. 

*Koordinator Advokasi BPJS Watch

Berita terkait
Opini: Pintu Masuk Jabatan Presiden Seumur Hidup
Bukan tidak mungkin setelah tiga periode akan ada lagi wacana empat periode, lima periode bahkan seumur hidup. - Fadhli Harahab.
Opini: Jokowi - Prabowo 2024
Tulisan ini bukan untuk mencari muka atau menjerumuskan Jokowi. Murni membahas munculnya aspirasi politik dari rakyat pengusung JokPro 2024.
Opini: Fast Second Wave
Teoritis, second wave memang dibutuhkan untuk tujuan Herd Immunity. Namun, Herd Immunity bisa dicapai juga lewat vaksinasi.
0
Opini: Vaksinasi Gratis dan Berbayar Tidak Saling Ganggu
Sebenarnya vaksinasi program yang gratis dan vaksinasi gotong royong yang berbayar itu tidak saling mengganggu. Tomboel Siregar.