Untuk Indonesia

Irma Chaniago Menjawab Pandu Riono tentang Ivermectin Covid

Tudingan Pandu Riono kepada Menteri BUMN yang menyatakan Erick Thohir bohong tentang izin obat Ivermectin, mengandung fitnah. Irma Chaniago.
Ivermectin, obat cacing bisa digunakan untuk terapi penyembuhan Covid-19 dengan resep dokter. (Foto: Tagar/Brazilian Report)

Oleh: Irma Suryani Chaniago*


Saya curiga ada mafia obat di balik tudingan tentang penggunaan obat Ivermectin sebagai obat alternatif terapi Covid-19.

Tudingan Pandu Riono kepada Menteri BUMN di Kumparan.com yang menyatakan Erick Thohir bohong tentang izin obat Ivermectin, mengandung fitnah. Menurut saya Erick Thohir sudah sangat jelas mengatakan bahwa obat itu bukan obat Covid-19, tapi ternyata di banyak negara obat tersebut mampu menjadi alternatif sebagai obat terapi Covid-19.

Sebagai anak bangsa yang diberikan tanggung jawab untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ET tidak pernah berpangku tangan dan terus bekerja, mencari obat-obat alternatif yang dapat digunakan sebagai salah satu obat terapi bagi penderita virus ini. Penggunaan Ivermectin di India telah terbukti mampu menjadi alternatif penyembuh pasien Covid-19 tentu dengan tambahan beberapa obat-obatan lainnya.

Kandungan anti-virus pada Ivermectin yang berfungsi sebagai obat cacing gelang, ternyata juga mampu melawan virus Covid-19.

Salah besar jika Pandu Riono menuduh Erick berbohong soal ini. Obat alternatif yang mampu menjadi terapi bagi penyembuhan penderita covid ini selain murah ternyata terbukti menjadi salah satu obat yang dapat digunakan rakyat sebagai obat alternatif. 


Tudingan Pandu Riono kepada Menteri BUMN di kumparan.com yang menyatakan Erick Thohir bohong tentang izin obat Ivermectin, mengandung fitnah.


Saya justru curiga, jangan-jangan karena obat ini murah dan harganya bisa dijangkai masyarakat, ada mafia obat di belakang tudingan yang tidak berdasar ini.

Pandu Riono sebagai akademisi ternyata bukan saja tidak cerdas, tapi juga asbun, asal bunyi, dan statement-nya mencurigakan. 

Kenapa saya bilang demikian? Pada saat semua pihak bergandeng tangan mencari alternatif obat yang fungsinya beda tapi ternyata juga mampu digunakan untuk membunuh virus Covid-19, yang bersangkutan malah teriak-teriak sebaliknya. Berhentilah mempolitisasi hal-hal yg berkaitan dengan keselamatan jiwa rakyat.

Sekali lagi saya tekankan Ivermectin memang dapat digunakan sebagai alternatif obat terapi untuk penyembuhan pasien Covid-19, tapi penggunaannya tetap harus sesuai petunjuk dokter agar tepat sasaran. Obat-obatan yang dianggap mampu menjadi alternatif bukan cuma Ivermectin, ada juga Avigan, Remdesivir, Favipiravir, Ribavirin, dan Sovobuvir. 

Seharusnya Pandu Riono berpikir positif dan mencari informasi yang valid sebelum berbicara kepada publik, apalagi terkesan menuduh sembarangan.

Maju terus, Erick Thohir. Baktimu kepada bangsa dan negara mulai dari mencari vaksin sampai mencari obat alternatif yang murah tapi mampu menjadi alternatif penyembuh didukung rakyat banyak. Abaikan mafia-mafia yang selalu memanfaatkan situasi dengan jualan obat-obat mahal yang mencekik leher rakyat.

*Politisi Partai NasDem


Baca juga: Hasil Uji Coba Pengobatan Antibodi Covid-19 Korea Selatan




Berita terkait
Satgas Covid-19 Jabar: Vaksin Bukan Obat, Prokes Wajib
Lalu apa bedanya vaksin, antibodi, dan obat?
Satgas Covid-19 Sebut Bahan Baku Obat Corona Masuk April 2020
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahan bauku obat corona sudah masuk Indonesia sejak April 2020.
Obat Covid yang Dikeluarkan PT Kalbe Terlalu Mahal
Obat Covid yang resmi dikeluarkaan oleh Kalbe dirasa terlalu mahal oleh IDI.
0
Cek Aturan Penyelenggaraan Idul Adha 1442 H
Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha 1442 H.