Nadiem Makarim Jawab Polemik Merdeka Belajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan paten Merdeka Belajar sudah dihibahkan kepada pemerintah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: Instagram/@nadiem_makarim__)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan paten Merdeka Belajar sudah dihibahkan kepada pemerintah, sehingga bisa dikembalikan kepada masyarakat. 

"Saat ini masih proses hukum, transisi untuk menghibahkan kepemilikan merek dagang dan jasa Merdeka Belajar kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR yang disiarkan langsung RTV Parlemen diikuti dari Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020. 

Agar pemerintah bisa menggaransi bahwa hak paten tersebut tidak dimiliki dan digunakan oleh satu pihak untuk dikomersialisasi.

Bekas bos Gojek itu mengatakan, penghibahan paten berupa merek dagang dan jasa Merdeka Belajar dari PT Sekolah Cikal kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanpa ada kompensasi sama sekali. 

Baca juga: Polemik Merdeka Belajar, DPR Jadwalkan Nadiem Makarim

Menurut dia, dengan penghibahan tersebut, maka hak paten Merdeka Belajar bukan untuk dikomersialisasi, melainkan untuk dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat Indonesia. 

"Agar pemerintah bisa menggaransi bahwa hak paten tersebut tidak dimiliki dan digunakan oleh satu pihak untuk dikomersialisasi. Bila dibubarkan, masih bisa diambil pihak lain dan kami akan memulai dari awal lagi," tuturnya. 

Terkait dengan proses hibah secara sukarela tanpa ada kompensasi apa pun, Nadiem memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada PT Sekolah Cikal. 

Nadiem berharap penghibahan itu menyudahi polemik atas isu hak paten Merdeka Belajar dan menghilangkan kecemasan masyarakat yang sempat muncul. 

Baca juga: Merdeka Belajar Boleh Digunakan untuk Pendidikan

Hari ini Kamis, 27 Agustus 2020, Komisi X DPR mengadakan rapat kerja bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dengan sejumlah agenda, antara lain tentang pembelajaran jarak jauh dan laporan keuangan APBN 2019. 

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan pihaknya menjadwalkan untuk memanggil Nadiem Anwar Makarim dan pendiri sekolah Cikal Najeela Shihab terkait polemik paten Merdeka Belajar.

"Kami ingin mengetahui duduk perkara sebenarnya karena Merdeka Belajar merupakan label berbagai program unggulan Mendikbud Nadiem Makarim. Namun, kenyataannya label ini telah dipatenkan oleh entitas swasta yang kebetulan juga bergerak di bidang pendidikan," ujar Syaiful Huda di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2020. []

Berita terkait
Wali Kota Bogor Resmikan Kampung Merdeka Belajar
Kampung Merdeka Belajar (MerBel) diresmikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, di RW 04, Kampung Kebon Manggis, Paledang, untuk dukung pendidikan
Sikap Tamansiswa soal Kebijakan Merdeka Belajar
Keluarga Besar Tamansiswa mengkritisi kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar. Ada enam sikap soal kebijakan itu.
Merdeka Belajar 15 Tahun, Kemendikbud Revisi Aturan
Merdeka Belajar 15 tahun, Kemendikbud berencana melakukan revisi berbagai peraturan perundangan termasuk UU Sistem Pendidikan Nasional.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.