UNTUK INDONESIA
Minim Peminat, SMPN 4 Bae Kudus Buka PPDB Offline
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN 4 Bae, Kabupaten Kudus membuka pendaftaran secara offline, karena sesekolah masih kekurangan murid.
Calon peserta didik jalur zonasi SMP 4 Bae, Kabupaten Kudus melakukan daftar ulang. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN 4 Bae, Kabupaten Kudus membuka pendaftaran secara offline, karena sesekolah masih kekurangan murid.

Kepala SMP 4 Bae, Supena mengaku dalam dua hari terhitung Senin, 29 Juni hingga Selasa, 30 Juni 2020 pihaknya membuka jalur pendaftaran PPDB offline. Sebab jumlah peserta didik yang masuk melalui PPDB online lebih rendah dari kuota yang ditetapkan.

"Jumlah peserta didik yang masuk dari jalur PPDB online ada 230 calon peserta didik. Dari total daya tampung peserta didik baru sebanyak 256 siswa," terangnya saat ditemui Tagar di SMP 4 Bae, Selasa, 30 Juni 2020.

Supena mengatakan dari 230 calon peserta didik yang lolos PPDB online, sebanyak 215 peserta sudah melakukan daftar ulang.

Sementara 15 peserta didik lainnya, belum melakukan daftar ulang dan tidak ada kabar. Dengan begitu, total peserta didik yang dipastikan masuk pada tahun ajaran 2020/2021 ada sebanyak 215 siswa.

Atas dasar ini, pekan lalu pihaknya meminta izin kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus untuk melakukan perpanjangan PPDB secara offline. Dengan tujuan, agar daya tampung peserta didik baru di sekolahnya bisa terpenuhi.

Selain itu, pembukaan PPDB offline ini juga diharapkan dapat membatu orang tua siswa yang kesulitan mencari sekolah.

Seperti tahun ajaran baru ini, kami menerima 227 siswa yang nantinya akan kami bagi menjadi tujuh kelas

"Dua hari ini kami buka pendaftaran secara offline. Hasilnya ada 12 peserta didik yang mendaftarkan diri sekaligus melakukan daftar ulang. Jadi total peserta didik baru yang masuk ke SMPN 4 Bae tahun ini ada 227 siswa," terangnya.

Supena mengaku hal semacam ini bukan hal baru di sekolahnya. Pasalnya setiap tahun ajaran baru, SMPN 4 Bae mengalami kekurangan siswa.

"Dari data pokok pendidikan (dapodik) daya tampung sekolah kami ada delapan kelas, dengan jumlah 32 siswa setiap kelasnya. Namun, realitanya selama ini kami hanya mampu menampung tujuh kelas," katanya. "Seperti tahun ajaran baru ini, kami menerima 227 siswa yang nantinya akan kami bagi menjadi tujuh kelas," sambungnya.

Menyoal penyebab sepinya minat masyarakat terhadap untuk bersekolah di SMP 4 Bae, Supena menduga banyaknya sekolah di sekitar SMPN 4 Bae, dinilainya sebagai salah satu penyebab sekolah sepi siswa.

Selain itu, kecenderungan masyarakat yang lebih senang menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam, seperti MTs juga diduga sebagai salah satu faktor.

Ditemui di tempat yang sama, Suhardi, 41 tahun, wali murid Novi Setya Dewi mengaku memilih menyekolahkan anaknya di SMP 4 Bae karena sekolah tersebut cukup dekat dengan tempat tinggalnya sekaligus menyesuaikan tingkat kecerdasan anaknya.

"Jarak dari rumah ke sini sekitar 3,5 kilometer. Makanya kemarin saya pilih sekolah ini sebagai pilihan pertama dalam PPDB online," katanya, seusai melakukan pendaftaran ulang.[]

Berita terkait
Ketika Warga Miskin di Kudus Keluhkan PPDB SMK
Warga miskin di Kudus mengeluhkan sistem PPDB SMK yang kurang memberi ruang ke siswa miskin sekitar sekolah. Padahal pelajar itu pintar.
Ditinggal Jualan, Rumah Warga Kudus Dibobol Pencuri
Ditinggal pergi untuk jualan jagung di GOR Kudus, rumah di Mlati Kidul dibobol maling. Akibat pencurian itu, pemilik rumah rugi puluhan juta.
Beberapa Keluhan Terkait PPDB dan Penjelasan Kemendikbud
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 menuai polemik, di Jakarta dan daerah termasuk Yogyakarta. Berikut penjelasan Kemendikbud.
0
Minim Peminat, SMPN 4 Bae Kudus Buka PPDB Offline
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN 4 Bae, Kabupaten Kudus membuka pendaftaran secara offline, karena sesekolah masih kekurangan murid.