Menperin: Industri Kosmetik dan Produk Wellness Perlu Beradaptasi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto:Tagar/Kemenperin)

Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Industri Kecil dan Menengah (IKM) kosmetik dan wellness product menunjukkan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi situasi pandemi, terutama dengan beradaptasi pada perubahan pola perilaku konsumennya. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi IKM kosmetik PT. Bali Alus di Denpasar, Bali.

Kami mendukung IKM untuk mengambil langkah ini karena selain dapat memproduksi produk-produk dengan kualitas bagus, kuantitasnya juga terkejar dan meningkat pesat.

"Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi dengan kebiasaan baru masyarakat, antara lain dengan menggarap pasar online,” tutur Menperin Agus Selasa, 1 Juni 2021.

Menperin menjelaskan, pandemi telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menunjukkan peningkatan transaksi online produk body care seperti kosmetik dan spa sebesar 80% di tahun 2020.

Kemudian, Menperin melanjutkan bahwa kebijakan pembatasan sosial menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut. Dampaknya, belanja produk perawatan tubuh di rumah semakin meningkat, menggantikan kebutuhan salon dan spa. 

“Tentunya ini menjadi peluang bagi IKM Kosmetik dan produk spa untuk terus meningkatkan penjualannya,” sebutnya.

Menteri PerindustrianMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melihat proses produksi produk kosmetik yang dibuat Industri Kecil Menengah (IKM) kosmetik PT Bali Alus di Denpasar, Bali.(Foto:Tagar/Kemenperin)

Kemenperin pun mendukung IKM kosmetik untuk meningkatkan daya saingnya, antara lain melalui program fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan. 

“Kami mendukung IKM untuk mengambil langkah ini karena selain dapat memproduksi produk-produk dengan kualitas bagus, kuantitasnya juga terkejar dan meningkat pesat,” ucap Agus.

Adapun saat ini Kemenperin mendorong agar IKM yang perlu merestrukturisasi mesin dan peralatannya, dapat memprioritaskan penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam negeri. Menurut Agus, banyak keuntungan bagi berbagai pihak dengan penggunaan mesin produksi dalam negeri. 

Pertama, agar semua nilai tambah industri tetap berada di Indonesia. Kedua, teknologi mesin IKM tidak terlalu sulit untuk dikembangkan di Indonesia dan harganya juga terjangkau.

“Ini sekaligus dapat mendorong kemandirian di subsektor permesinan untuk mendukung IKM kita,” kata Menperin. 

Menperin menegaskan, kebanggaan akan kemandirian bukan hanya dari produk, melainkan juga proses produksinya juga harus mandiri, termasuk peralatan-peralatannya. Untuk itu, Menperin menyampaikan rencana mendata kebutuhan dan jenis-jenis mesin yang digunakan IKM untuk kemudian melakukan link and match dengan perusahaan dalam negeri yang memproduksi mesin dan peralatan. 

“Dengan demikian, kebutuhan mesin-mesin yang digunakan oleh IKM di seluruh Indonesia dapat diproduksi di dalam negeri,” pungkas Agus. [] 

Berita terkait
Dorong IKM Naik Kelas, Menperin: Ayo Beli Produk Dalam Negeri
Kementerian Perindustrian sukses menyelenggarakan acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bertema Festival Joglosemar
Langkah Kemenperin Memperlancar Arus Logistik ke Kawasan Industri
Kemenperin memberikan opsi memindahkan lokasi penyekatan lebih mundur ke Cikampek atau perbatasan Karawang dan Purwakarta.
Kunjungi Krakatau Steel, Menperin Apresiasi Pembangunan Pabrik Baru HSM
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengapresiasi perluasan fasilitas produksi yang dilakukan PT Krakatau Steel (PTKS).
0
Menperin: Industri Kosmetik dan Produk Wellness Perlu Beradaptasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi.