Menko PMK Resmikan Pembangunan UMP di Jayapura

Muhadjir Effendy resmikan pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua di Jayapura.
Muhadjir Effendy saat tandatangani prasasti peresmian pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua (UMP). (Foto: Tagar/dok. Kemenko PMK)

Jayapura - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy resmikan pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua (UMP), Kecamatan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, pada Kamis 26 November 2020.

Mudah-mudahan nanti akan semakin berkembang program studinya, akan semakin banyak sumbangsihnya kepada Bumi Papua melalui UMP dan bermakna lebih besar. Putra dan putri terbaik papua yang melanjutkan studi ke UMP nanti akan bisa memberikan peranan luar biasa untuk kemajuan tanah Papua, sebagai bagian dari NKRI

Kampus UMP ini sendiri merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Papua. Nantinya pengembangan Kampus Terpadu UMP ini akan menempati lahan seluas 11 hektar.

Alih status dari Stikom ke Universitas ini dapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan diterbitkannya Izin Operasional UMP oleh Dirjen Pendidikan Tinggi.

Muhadjir pun meminta kepada para pengurus Muhammadiyah dan para pendidik untuk tidak lengah dan terus bekerja keras untuk majukan pendidikan di Papua.

"Yang terpenting adalah langsung bergerak, langsung bekerja, berusaha, dan tidak pernah menyerah. Keberadaan Muhammadiyah harus menunjukkan bahwa Islam itu adalah rahmatan lil'alamin" kata Muhadjir.

Menko PMK pun selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan Tinggi harapkan dengan adanya Kampus Terpadu UMP dapat menambah sumbangsih Muhammadiyah kepada Papua.

"Mudah-mudahan nanti akan semakin berkembang program studinya, akan semakin banyak sumbangsihnya kepada Bumi Papua melalui UMP dan bermakna lebih besar. Putra dan putri terbaik papua yang melanjutkan studi ke UMP nanti akan bisa memberikan peranan luar biasa untuk kemajuan tanah Papua, sebagai bagian dari NKRI" ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Papua, Prof HR Partino pun melalui sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan Muhammadiyah yang ada di Papua sudah lama terbuka untuk umum sehingga tidak hanya dikhususkan untuk muslim saja.

Dirinya juga katakan bahkan sebanyak 90% mahasiswa dan mahasiswi Stikom Muhammadiyah Jayapura merupakan non-muslim dan banyak dari alumnus yang berhasil di lingkungan masyarakat, pemerintah, bahkan legislatif.

Kemenko PMKMuhadjir Effendy saat menanam pohon matoa sebagai simbol pembangunan. (Foto: Tagar/dok. Kemenko PMK)

Dalam acara tersebut, Muhadjir Effendy letakan batu pertama peresmian Kampus Terpadu UMP, menanam pohon matoa sebagai simbol pembangunan dan tandatangani prasasti peresmian. []

Baca juga:

Berita terkait
Menko PMK: Kerja Sama Lintas Sektoral Guna Tangani Stunting
Muhadjir Effendy yakin dengan kerja sama lintas sektoral dapat mengatasi persoalan stunting.
Menko PMK: Kualitas Lembaga Pendidikan Jangan Diabaikan
Muhadjir Effendy sampaikan perlunya memperhatikan kualitas lembaga pendidikan.
Kemenko PMK Bersama 4 Organisasi Perkuat Revolusi Mental
Menko PMK bersama organisasi islam dan guru lakukan kerja sama dengan menandatangani Nota Kesepahaman.
0
Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Menjadi Kantor Urusan Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa KUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.