UNTUK INDONESIA
Mengunjungi Rumah DP Nol Rupiah Anies Baswedan
Apa kabar rumah DP 0 rupiah gagasan Anies Baswedan pada zaman kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017?
Rumah susun Samawa Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, lokasi rumah DP 0 rupiah dari Gubernur Anies Baswedan.(Foto: Tagar/Esra Dopita)

Jakarta - Risma, wanita 50 tahun, tampak semringah ketika dijelaskan mengenai program rumah DP 0 rupiah di Kantor Pemasaran Samawa Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, atau lokasi rumah DP 0 rupiah. Rumah tanpa uang muka adalah gagasan Anies Baswedan pada zaman kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Wanita paruh baya itu makin senang saat diberi kesempatan melihat penampakan rumah. Diantar seorang satpam, Risma diajak ke sebuah unit di lantai dua yang menjadi contoh dari penampakan rumah berkonsep hunian vertikal atau rumah susun itu. 

Ia memasuki satu per satu setiap tipe di rumah susun itu. Pertama kali, ia diajak melihat rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur. Ruangan seluas 34,65 meter persegi itu telah dilengkapi berbagai furnitur mewah, seperti sofa, cermin besar di ruang tamu dan kamar, tempat tidur di dua kamar, kitchen set, dan televisi. 

Risma yang tampak bahagia mendadak sedikit cemburut ketika diberi tahu bahwa barang-barang itu hanya contoh saja. "Kirain sudah beserta barang-barangnya juga," kata ibu satu anak yang tinggal di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, itu.

Kemudian ia diajak melihat tipe 21 dengan satu kamar tidur seluas 23,95 meter persegi. Raut wajahnya kembali datar. "Belum sreg dengan ukurannya. Kok serba kecil semua, dari kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, sampai tempat jemuran, apalagi yang tipe satu kamar," ucapnya dengan wajah cemberut.

Belum sreg dengan ukurannya.

Rumah 0 AniesKamar tamu di salah satu kamar program rumah DP 0 rupiah. (Foto: Tagar/Esra Dopita)

Tak Sesuai Ekspektasi

Risma tak seorang diri. Sedari pagi, Kantor Pemasaran Rusun Solusi Rumah Warga atau Samawa Pondok Klapa Village telah dipadati puluhan orang untuk melihat atau sekadar mencari tahu mengenai rumah DP 0 rupiah pada Jumat, 13 Desember 2019. Setiap pengujung yang datang, pihak pengelola akan menjelaskan, lalu mengajak melihat setiap unit dari masing-masing tipe.

Mereka yang datang berasal dari wilayah di DKI Jakarta. Rumah DP 0 rupiah memang diperuntukkan bagi mereka yang berkartu tanda penduduk atau KTP Jakarta. Sebagian besar mereka mengatakan, mengetahui rumah DP 0 rupiah ini dari media massa, seperti televisi, koran, dan media online.

Vivi, 42 tahun, misalnya, mengaku mengetahui program rumah DP 0 rupiah ini dari televisi, bahkan sejak setahun lalu. Begitu mendengar kabar pendaftaran dibuka, ia langsung buru-buru datang. Perempuan itu mengaku tertarik lantaran tanpa down payment alias DP jumlahnya 0 rupiah. Apalagi ia juga belum mempunyai rumah.

Vivi yang datang seorang diri awalnya berniat mengambil salah satu unit di rusun ini, yakni tipe 36 dengan dua kamar tidur. Tipe berukuran 35,30 meter persegi itu dibanderol seharga Rp 341.704.000.

Sayangnya, keinginan itu perlahan mulai surut usai melihat penampakan unit yang diinginkannya tersebut. Alasannya, tak lain luas area atau ukurannya yang terlalu kecil. “Masih mau mikir-mikir dulu,” kata ibu dua anak itu.

Menurut dia, ukuran itu tidak sesuai dengan ekspektasinya. Sebetulnya, Vivi tak kecewa dengan konsep rusun meski ia lebih menginginkan rumah tapak. Ia juga mengatakan, harga tersebut terbilang cukup murah bila melihat lingkungan dan berbagai fasilitas yang tersedia, seperti lift, ruang bermain anak, parkir kendaraan, dan kantin ke depannya.

Kamar tidurnya kecil banget, apalagi anak-anak saya sudah besar.

Rumah 0 Anies 3Kamar tidur sangat minimalis. (Foto: Tagar/Esra Dopita)

Hanya saja, jika dibandingkan harga dengan ukurannya jelas tidak sesuai. Sebab, kata Vivi, rumah DP 0 rupiah dengan konsep rusun terbilang mahal untuk harga segitu, terlebih program pemerintah.

“Saya sih belum pernah melihat ukuran rusun itu seperti apa, tapi ini ukurannya menurut saya kecil banget. Rumah tapak ukuran 50 meter saja, masih terlihat besar,” ujar perempuan yang berdomisili di Cipayung, Jakarta Timur itu.

Vivi menambahkan, ukuran dengan tipe 36 itu juga kurang cocok untuk mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak-anak yang sudah memasuki usia remaja seperti dirinya. Ukuran itu, ucap dia, cocok untuk mereka yang masih pengantin baru atau baru memiliki satu anak berusia balita.

“Kamar tidurnya kecil banget, apalagi anak-anak saya sudah besar.”

Senada dengan Risma dan Vivi, Sumarningsih juga mengeluhkan luas ukuran. Sumarningsih yang datang bersama sang suami menyatakan ukuran tersebut kurang cocok untuk keluarganya. Mengingat, ia memiliki tiga anak, ditambah lagi satu anggota keluarga tinggal bersamanya.

“Kamar tidur dan jemurannya kekecilan,” kata Sumarningsih yang tinggal di sekitar lokasi rusun DP 0 rupiah.

Padahal, di mata Sumarningsih, bila melihat letak lokasinya, harga rumah susun DP 0 rupiah itu terbilang murah. Apalagi bila dibandingkan dengan rumah lain di wilayah Pondok Kelapa.

“Untuk lokasi, saya enggak masalah karena saya orang sini. Harga segitu termasuk murah, tapi ini ukurannya kekecilan. Jadi kurang sesuai saja,” kata perempuan yang berniat mengambil tipe 36 itu.

Bisa Hak Milik

Rumah DP 0 rupiah merupakan janji kampanye Gubernur Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno sewaktu bertarung dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017. Ketika itu, menurut Anies, sebanyak 41 persen warga DKI Jakarta belum memiliki rumah sendiri. Kehadiran rumah DP 0 rupiah dapat menjadi solusi.

Rumah Susun Samawa Klapa Village terdiri atas 780 unit dengan tiga tipe, yakni tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 21 dengan satu kamar tidur, serta tipe 21 studio. Ketiga tipe ini masing-masing memiliki dua ukuran.

Tipe 36 dengan dua kamar tidur terdiri atas dua ukuran, yakni 34,65 meter persegi dan 35,30 meter persegi. Tipe 21 dengan satu kamar tidur, yaitu 23,95 meter persegi dan 24,25 meter persegi. Tipe 21 studio ada dua ukuran, yakni 21 meter persegi serta 22,25 meter persegi.

Masing-masing tipe memiliki harga berbeda, tergantung luas area. Tipe 36 dengan luas 35,30 meter persegi dibanderol Rp 341.704.000. Sedangkan luas 34,65 meter persegi seharga Rp335.412.000. Tipe 21 satu kamar tidur seluas 24,25 meter persegi Rp 213.400.000, sedangkan 23,95 meter persegi Rp 210.760.000. Dan tipe 21 studio 21 meter persegi seharga Rp 184.800.000 serta luas 22,25 meter persegi Rp 195.800.000.

Untuk pembayaran, ada tiga jangka waktu yang diberikan, yakni 10 tahun, 15 tahun, juga 20 tahun. Pembayaran cicilan dilakukan setiap bulan. Namun, harga cicilan setiap bulan itu belum termasuk dengan biaya operasional yang meliputi pemeliharaan dan perawatan gedung, kebersihan, keamanan, parkir, biaya PAM, serta listrik.

Sama dengan sertifikat rumah lainnya bisa digadaikan ke bank asal sudah lunas.

Rumah 0 Anies1Deretan rumah Dp 0 rupiah di Samawa Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Foto: Tagar/Esra Dopita)

Direktur Administrasi dan Keuangan Sarana Jaya, Bima P. Santoso menjelaskan, meski punya tiga tipe, tapi setiap tipe mempunyai luas area yang berbeda-beda. Luas ini tergantung letak posisinya. Ukuran-ukuran yang lebih besar umumnya berada di posisi pojok atau corner. Inilah yang mempengaruhi mengapa harga dan ukurannya lebih besar meski tipenya sama.

“Sama saja seperti di kompleks, ada yang di posisi huge. Nah, posisinya ini kan lebih luas dan mahal,” ujar pria berusia 48 tahun itu.

Bima mengatakan, rumah DP 0 rupiah ini masuk dalam kualifikasi rumah susun sederhana milik atau rusunami yang dapat menjadi hak milik ketika pembeli sudah selesai menyicil hingga batas waktu yang ditentukan. Status kepemilikannya bersifat sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS).

Penyewa memiliki hak atas tanah dan bangunan, tapi tidak secara penuh lantaran sifatnya yang bersama. “Sama dengan sertifikat rumah lainnya bisa digadaikan ke bank asal sudah lunas.”

Soal bangunan, Bima mengatakan bahwa rusunami berlantai 21 ini sudah memiliki sertifikat layak fungsi atau SLF yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. SLF ini memenuhi banyak persyaratan, di antaranya ketahanan gempa atau bencana lain, seperti kebakaran.

Rumah Susun Samawa Klapa Village telah bersertifikat tahan gempa dan sudah dilengkapi beberapa alat atau fasilitas penyelamatan bencana, di antaranya adanya tangga darurat, alat pemadam kebakaran seperti hidrat, serta jumlah lift yang memadai.

Terkait usia bangunan, Bima tak menjelaskan secara merinci mengenai usia bangunan rumah susun itu. Namun, ia mengatakan, perawatan dan pemeliharaan atau maintenance sangat berpengaruh terhadap usia bangunan. Singkatnya, maintenance yang berjalan dengan baik dapat memperpanjang usia bangunan.

Baru 84 Unit Terisi

Rumah Susun Samawa Klapa Village berlokasi di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sekitar 100 meter dari Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa. Letaknya terbilang cukup strategis meski cenderung berada di daerah perbatasan antara Jakarta dan Bekasi.

Harga segitu termasuk murah, tapi ini ukurannya kekecilan. Jadi kurang sesuai saja.

Rumah 0 Anies 4Ruang bermain untuk anak. (Foto: Tagar/Esra Dopita)

Akses menuju ke lokasi ini dapat diakses melalui dua jalan, yakni Jalan Raya Kalimalang dan Jalan Jenderal Soekanto, Duren Sawit. Angkutan umum ke daerah ini juga terbilang mudah. Terlebih, sejak setahun terakhir, bus Transjakarta sudah masuk ke lokasi ini dengan rute BKN Cawang-Pondok Klapa Village.

Meski demikian, Vivi masih belum sreg dengan lokasi ini. Menurut dia, lokasinya cenderung berada di pinggiran Kota Jakarta dan cukup sulit untuk bepergian ke pusat kota. “Lebih gampang dan enak di Cipayung (rumah). Dekat mau ke mana pun. Akses kendaraannya juga banyak. Sebentar lagi mau ada LRT,” tutur perempuan berhijab ini.

Saat ini, Rumah Susun Samawa Klapa Village baru terisi 85 unit dari total 780 unit. Kemudian ada sekitar 1.458 permohonan KPR yang sudah diterima pengelola, 225 sudah disetujui dan 150 kepala keluarga sudah proses akad atau sudah deal, hanya tinggal menunggu waktu kepindahan. Sebanyak 85 penghuni ini tersebar di setiap lantai. Para calon pemohon atau pembeli tidak bisa memilih lantai unit. Semua sudah ditentukan melalui pengundian saat proses di Bank DKI.

Sanah, salah seorang penghuni di Rumah Susun Samawa Klapa Village, menyatakan dirinya baru menghuni unit miliknya sejak Oktober lalu. Alasan membeli unit di rusun ini lantaran jaraknya yang dekat dengan lokasi rumah lamanya di Kampung Melayu dan cukup dekat dari tempat kerja suami di Slipi.

Sanah mengaku ia sedikit keberatan dengan biaya operasional tiap bulan sebesar Rp 400 ribu. Namun, biaya itu akan berkurang seiring bertambahnya jumlah pembeli atau warga. “Kata pihak pengelola seperti itu,” ucap Sanah yang mengambil tipe 36. []

(Esra Dopita)

Baca lainnya:

Berita terkait
Antara Janji dan Realisasi, Program Rumah DP Nol Rupiah Anies Baswedan
Pada kampanye Pilkada 2017 lalu, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjanjikan akan membangun rumah DP Rp 0 untuk warga DKI Jakarta.
Program DP 0 Rupiah Anies-Sandi, DPRD: Hanya Mimpi
Program DP 0 Rupiah Anies-Sandi, DPRD: hanya mimpi. "Kita hormati gagasan (pembentukan Pansus DP 0 Rupiah) itu," tukas Syarif.
DP 0% Memperkecil Market dan Menambah Kredit Macet
"Dampaknya hanya akan memperkecil market, bukannya memperbesar karena kan jadi memberatkan saat membayar cicilan," katanya.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.