UNTUK INDONESIA
Memandang Denpasar Bali dari Puncak Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi di Denpasar Bali tak hanya menawarkan wisata edukasi sejarah. Tapi juga pemandangan Denpasar berpagar pantai.
Monumen Bajra Sandhi di Denpasar, Bali. (Wikipedia/Trezy Humanois)

Bali - Bali, surganya dunia. Ragam destinasi wisata di Pulau Dewata sangat menarik untuk dieksplorasi keindahannya. Salah satunya Monumen Bajra Sandhi. Dari puncaknya, memandang Denpasar berpagar pantai menjadi kenikmatan tersendiri.

Seperti juga tempat wisata buatan di Bali lain yang terkait seni budaya bernuansa religi Hindu, begitu pun monumen tempat wisata utama di Pulau Bali ini. Namanya Monumen Bajra Sandhi. Konsep bangunan dan segala pernak perniknya kental dengan keyakinan dan kebiasaan mayoritas masyarakat Bali.

Monumen Bajra Sandhi mulai dibangun tahun 1987. Sebenarnya diawali tahun 1981 tapi sempat berhenti dan baru dilanjutkan pada 1987. Diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Juni 2003, menjadi simbol perjuangan rakyat Bali melawan hegemoni penjajah.

Pembangunan monumen dari ide yang dicetuskan Gubernur Bali Prof Ida Bagus Mantra pada tahun 1980. Arsitektur dari monumen adalah Ir. Ida Bagus Gede Yadnya, pemenang kompetisi arsitektur monumen tahun 1981. 

Desain bangunan juga dikonsep secara matang dan tidak sembarangan. Karena mengimplementasikan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Yakni 17 gerbang pintu masuk, delapan pilar utama dan ketinggian monumen yang mencapai 45 meter.

Kawasan Elite

Berlokasi di jantung Kota Denpasar, Titik 0 di Renon. Dikelilingi puluhan kantor pemerintahan, konsul jenderal dan kantor perwakilan negara sahabat atau lembaga perwakilan yang berkantor pusat di Jakarta dan kota lain di dunia.

Layaknya Menteng di Jakarta, lingkungan Renon selama ini dianggap sebagai kawasan kediaman orang tajir di Bali. Pusat pemerintahan Provinsi Bali dan kantor Gubernur Bali berada tepat di belakang monumen.

Sejumlah resto mentereng, baik milik pengusaha Bali asli maupun cabang dari sejumlah brand resto ternama di Jakarta juga ada di sekitar Bajra Sandhi. Bahkan banyak pusat kecantikan brand ternama memilih lokasi mahal tersebut.

Sebagai simbol perjuangan rakyat, Monumen Bajra Sandhi kerap disandingkan senada dengan Monumen Nasional atau Monas milik warga Jakarta. Ini lantaran fungsi bangunan yang tidak jauh beda dengan Monas. Perbedaan hanya dari desain bangunan dan cerita perjuangan di dalamnya.

Monumen Bajra Sandhi sarat dengan tatanan arsitektur khas Bali. lengkap dengan ukir-ukirannya yang rumit dan sangat artistik. Secara garis besar, bentuk bangunan monumen ini mirip genta.

Genta adalah lonceng kecil yang mengeluarkan suara dentingan khas. Biasa dipakai para pendeta Hindu saat memimpin persembahyangan dan upacara keagamaan. Tak heran monumen dinamai Bajra Sandi, karena bajra berarti genta dan sandhi adalah suci.

Selain karena lokasinya di pusat kota Denpasar, akses yang relatif lebih mudah dijangkau dan kapasitas pengunjung tak terbatas.

Bajra Sandhi1Pemandangan hijau sekitar Monuman Bajra Sandhi. (Foto: Tagar/Nila Sofianty)

Tak hanya sebagai lokasi wisata sejarah, monumen yang dikelilingi oleh lapangan rumput luas ini juga menjadi pusat kegiatan banyak event berskala internasional, regional, nasional. Mulai dari lomba lari internasional, peringatan hari-hari penting, post tour meeting yang dihadiri orang penting sampai panggung gembira perusahaan kelas dunia.

Bahkan karena banyaknya pohon-pohon rindang, kegiatan skala lokal semacam yoga outdoor hingga arisan ibu-ibu PKK RT dan RW kerap dilakukan di tempat tersebut. 

"Perusahaan kami kerap menghelat acara di sini. Selain karena lokasinya di pusat kota Denpasar, akses yang relatif lebih mudah dijangkau dan kapasitas pengunjung tak terbatas," kata May, turis bisnis dari Jakarta. 

Terlebih jika perusahaan multifinance tempat kerjanya menggelar pertemuan dengan menghadirkan perwakilan seluruh cabang dan mitra bisnis, dipastikan Monumen Bajra Sandhi jadi pilihan utama. 

"Perusahaan lain juga sering mengadakan kegiatan di sini. Banyak acara yang dibikin semacam karnaval mengelilingi lokasi monumen," tutur dia. 

Lapangan monumen ini juga menjadi lokasi andalan warga Bali untuk rekreasi dan jogging. Olahraga saban pagi atau sore ataupun bersamaan dengan car free day

Ini karena di sekeliling lapangan monumen memang disediakan beberapa fasilitas olahraga, seperti lajur untuk mereka yang hobi jogging. Sejumlah sekolah di Bali juga memilih lapangan ini untuk kegiatan luar kelas maupun ekstrakurikuler para siswa mereka.

Tak hanya itu, di depan Monumen Bajra Sandhi kerap digelar parade Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahun. Biasanya dibuka oleh Presiden Indonesia. Dan di perhelatan PKB 2019, oleh Presiden Joko Widodo.

Sejarah dan Pemandangan

Menuju ke Monumen Bajra Sandhi cukup mudah. Jalan sudah mulus sehingga banyak alternatif transportasi yang bisa digunakan. Mulai motor dan mobil pribadi, kendaraan sewa, transportasi berbasis online. Bus umum dan angkutan perkotaan juga ada meski waktu tunggunya cukup menguras kesabaran.

Masuk ke monumen, pengunjung dikenai tiket masuk dengan nominal variatif. Wisatawan kategori dewasa dipungut Rp 25.000 per orang, anak, TK dan pelajar SD Rp 2.000 per anak dan pelajar SMP sampai mahasiswa cukup Rp 5.000 per orang. 

Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas di Bajra Sandhi untuk keperluan foto pre weedding juga diperbolehkan. Hanya saja, tarifnya mencapai Rp 350.000 untuk mereka yang masuk kategori wisatawan lokal. 

Berjalan ke bangunan utama monumen, pengunjung disambut anak tangga dan akan berjumpa dengan bangunan berbentuk genta. Ada kolam di bawah bangunan utama. Hampir mirip di Monas, pengunjung bisa menikmati pemandangan sekitar di area semacam teras di sekitarnya. 

Jadi kelihatan nyata keindahan budaya Bali. Ditambah pemandangan pantai di kejauhan, sangat eksotis.

Bajra Sandhi
Tangga berbentuk spiral menuju puncak Bajra Sandhi. (Foto: Tagar/Nila Sofianty)

Masuk ke lantai satu monumen, ada ruang perkantoran, perpustakaan serta sejumlah ruang meeting yang bisa dipakai para turis bisnis. Sejumlah foto sejarah yang menceritakan perjuangan rakyat Bali dalam mengusir penjajah juga dipajang.

Ada pula foto sejarah yang menceritakan tentang kerajaan Bali tempo dulu. Foto yang masih hitam putih itu akan membawa siapapun yang melihat terbang ke masa lalu.

Di lantai dasar ini dilengkapi ragam ukiran batu yang bisa jadi referensi wisata edukasi, khususnya di bidang seni dan budaya. Dan di lantai ini ada empat anak tangga yang semuanya dapat digunakan untuk menuju lantai di atasnya. 

Di lantai dua ini, pengunjung disuguhi deretan diorama yang tersusun rapi. Terdapat 33 diorama yang menggambarkan Bali sejak zaman masa pra sejarah, masa kerajaan, masa peperangan dan pascakemerdekaan. 

Penjelasan diorama menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Bali. Bukan hanya menggambarkan aktivitas sehari-hari rakyat Bali tapi juga cerita sejarah saat melawan penjajah, baik era kerajaan hingga peperangan di Selat Bali.

Nah, untuk para wisatawan milenial yang butuh swafoto ada beberapa pintu kayu besar yang jadi spot andalan. Dari pintu ini pengunjung bisa melihat pemandangan taman sekitar monumen dan wilayah sekitar. Ada pula bangku yang bisa dimanfaatkan untuk selfie maupun sekadar melamun dan melepas lelah. 

Berlanjut ke lantai paling atas dengan menaiki tangga unik melingkar berbentuk spiral. Jumlahnya 70 anak tangga, cukup melelahkan bagi mereka yang sudah uzur. Tapi semua lelah akan terbayar ketika tiba di bagian puncak bangunan. 

Ada semacam area yang didesain semacam ruang pandang, berjendela kaca. Dari titik ini Anda dapat melepaskan pandangan 360 derajat, menikmati pemandangan dan keindahan seluruh kawasan di seputaran Denpasar. 

Ketinggian menara pandang memang tidak setinggi bangunan monumental di kota-kota besar lain di Tanah Air. Ada batasan ketinggian yang tidak diperkenankan dengan pertimbangan adat budaya dan kearifan lokal di Bali. 

Namun itu tidak mengurangi kenikmatan melihat pemandangan sekitar monumen. Malah, pemendangan deretan pantai yang mengelilingi Denpasar juga bisa dinikmati dari menara pandang Bajra Sandhi. 

"Banyak bangunan dan perkantoran yang berarsitektur dan dilengkapi ukiran khas Bali bisa dilihat dari atas. Jadi kelihatan nyata keindahan budaya Bali. Ditambah pemandangan pantai di kejauhan, sangat eksotis," kata Widya turis dari Yogyakarta. 

Sayangnya monumen tak buka di malam hari. Sehingga para wisatawan tidak bisa menikmati sensasi pemandangan malam dan lampu Denpasar. Jadwal jam buka monumen hanya 08.30 Wita sampai 16.30 Wita. Khusus hari Sabtu dan Minggu mulai jam 10.00 Wita hingga 16.30 Wita. []

Baca juga: 

Lihat lainnya: 

Berita terkait
Bikin Bangga, Pantai Karang Jahe Rembang Terbaik
Pantai Karangjahe di Rembang, Jawa Tengah masuk lima besar kawasan terbaik nusantara 2019. Pantai itu menyisihkan 80 potensi desa wisata lain.
Pulau Cemara Brebes, Pulau Eksotis di Tengah Laut
Satu pilihan untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan Anda. Pulau Cemara di Brebes, wisata yang tawarkan eksotisme hamparan pasir laut.
Indahnya Pulau Bali di Mata Sutradara Livi Zheng
Sutradara Livi Zheng memperlihatkan keindahan Bali saat menjadi salah satu pembicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Dunia - IMF 2017.
0
Kurang Fokus, PSM Kalah Lawan Persela Lamongan
Akibat kurang fokus, PSM kembali menelan kekelahan 3-1 saat bertandang ke kandang Persela Lamongan dalam lanjutan liga 1 pekan ke 31.