UNTUK INDONESIA
Mamay Salim Pencari Bakat Atlet Muda Panjat Tebing
Mamay Salim mencari bakat muda atlet panjat tebing di East Java Rock Climbing Gathering V di Tebing Alam Cok Gunung Mahawaru.
Atlet muda panjat tebing saat event East Java Rock Climbing Gathering V, di wisata olahraga Tebing Alam Cok Gunung Mahawaru, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu 17 November 2019. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Pamekasan - Umurnya sudah 67 tahun, tapi fisik Mamay Salim, legenda Rock Climbing atau panjat tebing asal Kota Bandung ini tidak seperti pria seumuran dirinya. Matanya yang tajam, bisa melihat sisi tebing yang bisa ia jadikan pijakan saat memanjat.

Tak hanya tajam mencari pijakan, Mamay Salim juga sangat jeli mencari calon pemanjat profesional. Hal itu terlihat saat dirinya hadir di acara East Java Rock Climbing Gathering V, di wisata olahraga Tebing Alam Cok Gunung Mahawaru, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu 17 November 2019.

"Mencari calon pemanjat," kata Mamay Salim saat ditemui Tagar

Mamay duduk membungkuk di hamparan batu. Nafasnya terkendali meringkik. Ia baru usai memanjat tebing dengan ketinggian 17 meter. Di sekitar area, peralatan memanjat seperti kolong tali, sepatu karet, dan bubuk magnesium tampak begitu berserakan.

"Maaf mas talinya jangan diinjak," celetuk pria berambut panjang yang masih satu tim dengan Mamay. Alasan melarang menginjak tali yang menjalar ke tebing akan memicu temali cepat rapuh. Sehingga akan mengancam keselamatan pemanjat.

"Ketika tali dirasuki debu akibat diinjak, bagian dalam tali akan melepuh dan keropos, tali akan berbahaya," katanya lagi.

Mamay mengiyakan ucapan anak buahnya sambil melihat kondisi tebing yang tengah dipanjat anak buah lain. Tagar ikut memantau aksi heroik yang begitu menegangkan tersebut.

Sambil memakai helm pengaman, ia bercerita tentang keadaan tebing alam Mahawaru dibandingkan daerah luar. Mamay baru pertama menginjak, namun sudah kepincut dengan panorama alamnya.

Bagi Mamay, hamparan batu yang mendampar dan berjejer menjadi daya tarik tersendiri dibandingkan lokasi panjat tebing lain. Di alam Mahawaru, area lokasi panjat tergolong lengkap. Mulai dari yang tingkat sedang, menengah, dan berat.

Di tengah acara, Mamay hadir tidak sebagai peserta, ia jadi tamu istimewa bersama Nana Herdiana. Mereka sudah tidak asing lagi menjelajahi tebing dari berbagai penjuru nusantara. Bahkan didikannya ada yang berhasil jadi atlet beprestasi di tingkat Nasional dan Internasional.

Keduanya bersatu dalam satu kontingen tim, dan memberikan pembinaan secara teknis, baik dasar maupun utama pada sejumlah peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Jember, dan Kediri.

Selama tiga hari, mulai tanggal 15 - 17 November 2019, Mamay tidak pernah absen berlatih dan melatih pemanjatan. Ia layani semua peserta yang mau tahu atau ingin memahami teknik pemanjatan.

Mamay SalimLegenda panjat tebing Indonesia, Mamay Salim. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Motivasi Jadi Atlet Panjat Tebing

Mamay memaksimalkan seluruh tenaganya. Sebagai seorang atlet senior, dirinya harus jadi contoh bagi para peserta lain.

"Peserta pemanjat tebing nanti akan kami bina untuk dijadikan atlet. Siapa tahu bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," kata Mamay sambil menjelaskan.

Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk motivasi kepada para atlet pemanjat tebing. Sebab selagi muda, kesempatan untuk menjadi atlet terkenal dan profesional lebih mudah, ketimbang yang sudah tua.

Akan tetapi, usia Mamay yang sudah berjalan setengah abad, tidak membuatnya patah arang menjadi atlet senior. Fisik boleh terlihat kurus dan tua, namun imajinasi sebagai seorang atlet harus tetap bermental.

Ia berpesan jika ingin jadi atlet pemanjat tebing, usia produktif bagi pemula bisa dimulai umur 7 tahun. Sementara bagi anak muda antara 18 - 19 tahun. Ini bisa dilakukan oleh orang tua dan guru.

Mamay memulai jadi atlet pemanjat tebing dimulai usia 25 tahun. Baginya usia tersebut sudah melorot. Ia menyesal baru memulai di usia tersebut. "Wah saya telat, baru mulai di umur 25 tahun," tuturnya.

Tebing Alam MahawaruLokasi panjat tebing bagi peserta dan pemula diberi garis pembatas oleh panitia pelaksana acara East Java Rock Climbing Gathering V, di Tebing Alam Mahawaru, Minggu 17 November 2019.

Ketinggian Tebing 40 - 45 Meter

Di area pemanjatan ada dua lokasi yang digunakan. Pertama dipakai untuk peserta dan pemula. Kedua dipakai tamu undangan khusus yang membina para peserta. Ketinggian tebing kurang lebih 40 - 45 meter.

Sementara jarak kolong panjat antara 15 - 17 meter. Ketika di atas area lokasi, pemandangan alam amat begitu menakjubkan. Tak ayal banyak yang mengabadikan dengan rekaman video dan foto.

Bagi peserta dan pemula, lokasi tebing berada di sebelah timur. Panitia memasang tali pembatas bagi pengunjung. Sehingga penonton yang hendak menyaksikan aksi pemanjatan di larang masuk area.

Berbeda dengan lokasi khusus tamu undangan yang ditunjukkan para atlet profesional, di sebelah barat. Pengunjung bebas menyaksikan dan berswafoto. Bahkan di lokasi pemanjatan tidak sedikit pengunjung langsung berfoto dengan para atlet dari luar kota tersebut.

Kegiatan tersebut digagas Federasi Panjat Tebing (FPTI) Pamekasan di bawah naungan Komite Nasional Indonesia (KONI) yang bekerja sama dengan Mahapala dan Sispala se Jatim.

Kegiatan berlangsung tiga hari sejak tanggal 15 - 17 November 2019. Ada ratusan atlet panjat tebing dari berbagai wilayah di Jatim ikut serta dalam kegiatan East Java Rock Climber Gathering V tersebut. Mulai dari atlet junior hingga senior. 

Sedikitnya ada 25 tim yang ikut berpartisipasi. Jumlah per tim mulai dari 5 - 20 orang. Ajang olahraga tersebut dikhususkan bagi para pegiat alam bebas.

Pada dasarnya, ajang olahraga tersebut selain memperkuat silaturrahmi, juga dalam rangka mengampanyekan sampah plastik. Peserta dan tamu undangan serta pengunjung diwajibkan menjaga keasrian lingkungan.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai ajang silaturrahmi antar atlet alam bebas, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi para atlet untuk menaklukkan berbagai rintangan. Termasuk tebing alam Mahawaru di Pamekasan,” kata Ketua FPTI Pamekasan Dedy Bagus ditemui Tagar, Minggu 17 November 2019.

Tebing Alam MahawaruTampak dari atas salah satu pemandangan, di Tebing Alam Mahawaru, Minggu 17 November 2019. (Foto: Tagar/Nurus Solehen)

Tidak hanya itu, dalam momentum tersebut pihaknya juga memberikan beragam materi seputar olahraga ekstrem. Semisal pengenalan akses tali temali, boulder safety clinic hingga dasar konservasi dan kebencanaan.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 150 peserta yang sebagian merupakan atlet Puslatda KONI Jatim,” jelasnya.

Kata Dedy, dua legenda atlet pemanjat tebing diundang sebagai upaya penyegaran mental atlet. Saat kegiatan, mereka melebur dan menyampaikan visi misi utama jadi seorang atlet.

"Kami mendatangkan dua senior legendaris pemanjat tebing Indonesia sebagai upaya untuk memompa semangat para atlet," tuturnya.

Di lain sisi, Dedy juga menilisik tentang potensi tebing alam yang satu-satunya di Madura untuk diperhatikan maksimal oleh pemerintah, baik desa maupun kabupaten.

Diakui atau tidak, tebing alam Mahawaru bakal memiliki prospek jangka panjang yang bakal dikenal masyarakat umum. Sebab selain eksotisme bukitnya, tebing alam tersebut juga akan jadi tumpuan olahraga bagi para atlet panjat tebing.

“Ke depan kita berharap potensi tebing ini. Bisa menjadi destinasi olahraga alam bebas skala nasional. Seperti halnya Tebing Lembah Harau dan Tebing Spikul yang sudah memiliki nama, apalagi hal ini juga selaras dengan harapan Pemdes Waru Barat,” tuturnya.

Kepala Desa Waru Barat Abdus Salam Ramli mengatakan, tebing alam di desanya merupakan murni eksotika alam. Gumpalan batu alam, tentu menjadi nilai tawar sendiri baginya untuk diakses jadi wisata olahraga panjat tebing.

"Saya sudah sampaikan kepada FPTI Pamekasan, mari potensi ini kita kembangkan meki dalam keadaan terbatas," kata alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Terbatas yang dimaksud Abdus adalah ketika dibenturkan dengan masalah kultur dan sosial masyarakat. Ia tidak ingin kedua-duanya berjalan timpang. Akan tetapi harus berjalan beriringan dan tidak ada yang dirugikan.

"Artinya jangan sampai ekonomi kuat, namun membenturkan persoalan sosial," ujar Abdus.

Menurutnya, bisa saja wisata tebing alam tersebut dikelola dan dikembangkan, sehingga terkenal dan memancing masyarakat. Namun dibalik kemajuan wisata, Abdus tak ingin ada persoalan moral masyarakat yang justru jadi korban.

"Belum dijaga saja peredaran narkoba sudah jadi beban. Takutnya, bebas masuknya wisatawan nanti akan berdampak buruk pada sistem budaya masyarakat," sarannya.

Abdus sering menyampaikan kepada masyarakat khususnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan soal pengembangan wisata tebing alam. Misalnya pemerintah berkenan untuk mengelolanya, desa akan mempersilakan.

Begitu juga sebaliknya, misalkan desa yang diberi tanggung jawab untuk mengelola, Abdus menegaskan keuangan desa masih belum mampu. Sebab konsep perencanaan membangun wisata bukit berbeda dengan wisata pantai yang memakan banyak anggaran.

"Kalau bukit harus distimulasi dengan sintetik. Bolehlah wisata tebing alam itu bagus, tapi harus dihias dengan sintetik, yang saya kaji setiap tahun butuh modal besar untuk pengelolaannya. Sementara orang Madura cepat bosan dengan wisata sintetik," ungkapnya.

Meski demikian, ia akan mengikuti kebijakan pemerintah, misalkan ingin dikelola, begitulah sudut pandang perencanaan wisata versi pemerintah desa dengan segala dampak sosial masyarakat. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Ritual Madura Mendatangkan Hujan dengan Bergulat
Ritual dan tradisi okol atau gulat tradisional Madura dilakukan oleh dua orang yang berusaha saling membanting. Hal ini dilakukan agar turun hujan.
Didemo Dosen IAIN Madura Anggap PMII Ekternal Kampus
Eko didemo ratusan kader PMII Madura dan menuntut Rektor IAIN Madura Muhammad Kosim memecatnya.
Spanduk Dirusak PMII Protes Dosen IAIN Madura
Mahasiswa IAIN Madura memprotes sikap dosen yang diduga merusak banner organisasi PMII saat melaksanakan perekrutan kader.
0
Pelatih Gomes Minta Maaf Kalteng Putra Terdegradasi
Harapan Kalteng Putra bertahan di Shopee Liga 1 pupus setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persipura Jayapura.