Lima Kali Survei, PDI Perjuangan Kokoh Memimpin di Depan

'Jika posisi ini bertahan hingga Pemilu April 2019, maka PDIP partai pertama berhasil keluar dari 'kutukan' juara bertahan.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berfoto bersama kader PDIP saat peluncuran "tagline" dan atribut partai untuk kalangan milenial di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (20/9). PDI Perjuangan dalam menghadapi Pemilu 2019 meluncurkan "tagline" dan atribut partai untuk kalangan milenial sebagai bentuk kreativitas politik dalam menyambut tahapan kampanye. (Foto: Ant/Aprillio Akbar)

Jakarta, (Tagar 8/1/2019) - Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan berpotensial juara dalam Pemilihan Legislatif 2019.

"Kalau kita lihat dalam survei sebelumnya, elektabilitas PDIP selalu berada di posisi teratas. PDIP juga konsisten berbeda jarak sekitar 10 persen dengan Partai Gerindra yang berada di posisi kedua," kata Peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Baca juga: PDIP Melejit, Gerindra Terjungkal

Ia mengemukakan itu saat memaparkan hasil survei yang bertema "Yang Juara dan yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1) dilansir kantor berita Antara.

Dalam lima kali survei berturut-turut sejak Agustus hingga Desember 2018, PDIP selalu kokoh di posisi pertama. Angka elektabilitasnya selalu di atas 20 persen dan jauh meninggalkan elektabilitas partai-partai lainnya.

Pada Agustus 2018, kata dia, elektabilitas PDIP sebesar 24,8 persen, pada September 2018 elektabilitas PDIP sebesar 25,6 persen, Oktober 2018 elektabilitas PDIP sebesar 28,5 persen, November 2018 elektabilitas PDIP sebesar 25,4 persen dan Desember 2018 elektabilitas PDIP sebesar 27,7 persen.

"Elektabilitas PDIP memang terlihat masih fluktuatif dari bulan ke bulan. Namun, elektabilitas partai berlambang banteng ini tetap kokoh diatas 20 persen," ucap Ardian.

Menurut dia, sejak Pemilu 1999, ada semacam "kutukan", di mana tak pernah ada parpol juara bertahan dalam pemilu yang memenangi pemilu berikutnya. 

Pada Pemilu 1999 PDIP menjadi pemenang pemilu, namun kalah dari Partai Golkar pada Pemilu 2004. 

Pada Pemilu 2009 Partai Demokrat berhasil menjadi pemenang pemilu dan mengalahkan Partai Golkar. Pada Pemilu 2014, PDIP menjadi pemenang pemilu.

"Jika posisi PDIP saat ini (survei Agustus-Desember 2018) bertahan hingga Pemilu pada April 2019, maka PDIP adalah partai pertama yang berhasil keluar dari 'kutukan' juara bertahan. Dan menjadi partai pertama yang memenangi pemilu dua kali berturut-turut pada pemilu era reformasi dan mencetak 'hattrick' memenangi pemilu, yakni 1999, 2014 dan 2019," ujar Ardian.

Tingginya elektabilitas PDIP itu, lanjut dia, disebabkan figur Joko Widodo yang menjadi calon presiden.

"Figur Jokowi yang menjadi capres paling banyak mendongkrak elektabilitas PDIP, meskipun masih ada faktor lainnya yang membuat responden memilih PDIP," kata Ardian.

Rilis survei ini adalah rangkuman dari lima survei terakhir LSI Denny JA sejak Agustus hingga Desember 2018. Setiap bulannya (Agustus-Desember) LSI Denny JA membuat survei nasional menggunakan 1.200 responden.

Survei diadakan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. 

setiap survei tersebut adalah kurang lebih 2,9 persen. LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan . Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA. []Margin of error setiap survei tersebut adalah kurang lebih 2,9 persen. LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA. []

Berita terkait
0
Surya Paloh Sebut Nasdem Tidak Membajak Ganjar Pranowo
Bagi Nasdem, calon pemimpin tak harus dari internal partai. Ganjar Pranowo kader PDIP itu baik, harus didukung. Tidak ada membajak. Surya Paloh.