UNTUK INDONESIA
Langkah Strategis Pemerintah Tangkal Virus Corona
Juru bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto memastikan pemerintah sudah melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi virus corona.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. (foto: Tagar/Popy Sofy).

Jakarta - Juru bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto memastikan pemerintah sudah melakukan langkah strategis untuk melakukan pencegahan dan antisipasi masuknya COVID-19 di Indonesia. 

Dia menjelaskan, sejak teridentifikasinya dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, maka seluruh warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia dari negara terpapar akan dikategorikan sebagai orang dalam pengawasan (ODP).

Tracking manakala terjadi apa-apa yang dikaitkan dengan COVID-19.

Baca juga: Jokowi Berbagi Tips Cegah Penularan Virus Corona

“Semua orang yang datang ke Indonesia, apa pun kewarganegaraannya, tetapi dia berasal dari negara yang penularan orang ke orang positif corona kuat, tidak hanya dari Tiongkok, tetapi juga sudah ada di Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Italia, Iran dan sebagainya, maka orang ini akan langsung kita masukkan dalam kriteria ODP,” kata Achmad Yurianto di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Yuri menegaskan, pemerintah memantau orang tersebut bukan karena WNA dinyatakan sakit. Sebab, antisipasi harus terus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona merebak di Indonesia.

"Nah orang dalam pemantauan ini tidak dimaknai bahwa orang ini sakit. Jadi jangan dimaknai bahwa orang ini sakit. Kita melakukan pemantauan secara cepat, kita bisa melakukan tracking. Tracking manakala terjadi apa-apa yang dikaitkan dengan COVID-19," ucap Yuri.

Dia melanjutkan, jika dalam pemantauan tersebut ODP mengalami sakit dan gejala influenza, yaitu batuk, panas dan sesak, maka akan langsung dimasukkan ke dalam kelompok pasien dalam pengawasan (PDP).

“PDP inilah yang harus dilakukan perawatan dengan baik, karena sudah menjadi pasien,” ujar dia.

Menurutnya, untuk memastikan PDP positif atau tidak terinfeksi virus corona, akan dilakukan pemeriksaan riwayat kontak siapa saja yang sempat berhubungan antara pasien dengan orang lain yang positif COVID-19 atau yang menularkannya.

“Kalau memang ada, dan diyakini kuat, kita akan menempatkan PDP ini sebagaki suspect COVID-19. Setelah itu kita akan lakukan pemeriksaan virus. Kalau hasil pemeriksaannya positif, maka kita akan tetapkan sebagai pasien positif,” kata dia.

Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi merebaknya virus corona yaitu dengan membuat rumah sakit khusus. 

Baca juga: Eks Camp Vietnam Bakal Dipakai Pasien Virus Corona

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan eks Camp Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, akan dijadikan rumah sakit khusus untuk penanganan penyakit menular, termasuk virus corona.

Dia melanjutkan, nantinya pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19), akan ditempatkan di rumah sakit khusus itu.

"Karena kasusnya sekarang sedang corona, nanti kalau kasusnya beda, akan kita gunakan beda," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Menurutnya rumah sakit tersebut bukan baru akan dibangun, melainkan sudah siap dipergunakan.

"Pulau Galang itu tak membangun ya, mohon teman-teman dipastikan. Itu tak membangun, itu sudah ada dan akan kita upgrade. Dulu dipakai menampung pengungsi dari Vietnam, sehingga itu pulau yang sudah siap," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.

Muhadjir menerangkan, dalam waktu dekat rumah sakit di Pulau Galang akan digunakan para pasien yang terinfeksi virus corona. Hal itu sesuai permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tadi bapak Presiden Jokowi memberi pengarahan. Beliau menyampaikan kurang dari sebulan harus sudah siap digunakan, sebagai alternatif. Jadi yang lain tetep, Natuna jadi pilihan, Sebaru jadi pilihan. Nanti mana yang paling mungkin," ucapnya.

Hal senada juga dijelaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dia mengatakan salah satu alasan dipilihnya Pulau Galang di Kepulauan Riau dikarenakan akses menuju lokasi terbilang mudah dibandingkan dengan Pulau Sebaru.

"Mau dibikin di Pulau Galang di Batam. Karena transport itu lebih mudah. Kalau di Sebaru kalau malam atau ombak besar itu susah," ucap Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020. []

Berita terkait
Heboh soal Corona, Danau Toba Tetap Ramai
Kehebohan soal virus corona sepertinya tak berdampak pada tingkat kunjungan turis luar dan dalam negeri ke kawasan Danau Toba.]/.
Dipicu Website Kemenkes, DKI Kenalkan Situs Corona
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan corona.jakarta.go.id sebagai situs tanggap COVID-19 atau virus corona.
Kasus Virus Corona di Dunia Hampir Tembus 100 Ribu
Lonjakan kasus baru di Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan, membuat jumlah kasus virus corona secara global hampir mendekati 100 ribu.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.