UNTUK INDONESIA

Kriteria Seks Nikah Bahagia: Reproduksi, Rekreasi dan Relasi

kriteria seks dalam hubungan pernikahan harus memenuhi unsur reproduksi, rekreasi dan relasi. Bagaimana penjelasannya?
Ilustrasi kehidupan rumah tangga yang hangat dan bahagia. (Foto: Instagram/@pascalcampionart)

Jakarta - Seksolog Zoya Amirin mengungkapkan, kriteria seks dalam hubungan pernikahan harus memenuhi unsur reproduksi, rekreasi, dan relasi. Bila tiga unsur itu terpenuhi kemungkinan besar rumah tangga Anda bahagia.

Menurut Zoya, seks yang hanya berlandaskan reproduksi, maka bisa dikatakan tidak menikmati sensasi rekreasi. Hubungan intim dalam rumah tangga akan jarang terjadi karena hanya dilatarbelakangi momen-momen ketika ingin mempunyai momongan.

"Kalau tanpa atau jarang seks, mereka pasti berhubungan hanya karena punya anak saja, tidak untuk menikmati rekreasi kenikmatan tubuh dan sebagainya," kata Zoya kepada Tagar, Jumat, 16 Oktober 2020.

Kalaupun kenikmatan tubuh itu terbatas, mereka masih bisa menikmati kontak-kontak seksual lain yaitu relasi.

Selanjutnya relasi, unsur terakhir ini merupakan bumbu-bumbu yang lahir dari reproduksi dan rekreasi. Relasi harus tetap ada dalam hubungan suami-istri. Meskipun tingkatan relasi rendah, masih bisa ditolelir.

"Kalaupun kenikmatan tubuh itu terbatas, mereka masih bisa menikmati kontak-kontak seksual lain yaitu relasi, seperti saling sayang gitu yang sebenarnya bisa dimiliki karena adanya seks di dalam pernikahan," ujar Zoya.

Rumah tanggaIlustrasi kehidupan rumah tangga yang hangat dan bahagia. (Foto: Instagram/@pascalcampionart)

Dari tiga unsur itu, tak jarang suami atau istri dihadapi oleh pemenuhan kebutuhan seks yang tak dipenuhi oleh pasangan. Biasanya itu terjadi karena faktor suami atau istri merasakan kelelahan setelah seharian bekerja.

Namun, masalah itu bisa diselesaikan dengan diskusi bersama sehingga tercipta solusi yang menyebabkan kehidupan ranjang tetap hangat.

"Kalau sampe istri tidak berhasrat jangan meminta dengan keras atau meminta dengan baik-baik juga tidak akan menyelesaikan masalah. Kenapa tidak mencoba untuk bertanya dan berdiskusi?" ujarnya.

Baca juga:

Baik suami dan istri, kata Zoya, harus berperilaku adil dalam setiap kesempatan, bahkan dalam hubungan seks. Selalulah bersikap terbuka dan carilah jalan keluar untuk mengatasi permasalahan dalam hubungan ranjang pernikahan agar unsur reproduksi, rekreasi, dan relasi tetap terjaga hingga usia tua.

"Kalau di dalam Islam, laki-laki lebih menuntut, jika istri tidak melakukan kewajibannya akan dosa. Namun, laki-laki jangan lupa bahwa jika dia tidak mencumbu istrinya, dia juga akan berdosa. Jadi terkadang seseorang suka menuntut hak-nya tanpa memberikan kewajibannya," tutur Zoya Amirin. (Niswatul Mahmudah) 


(Peringatan konten dewasa khusus 18+. Materi yang dibaca bermuatan konten dewasa, hanya untuk yang cukup umur.)

Berita terkait
Penyangga Masker Hits, Boleh atau Tidak Dipakai Ini Kata Dokter
Menggunakan masker dalam rentan waktu tertentu membuat napas menjadi pengap. Menanggulanginya dengan penyangga masker, apa kata dokter?
Smartphone Dekat Kepala Saat Tidur, Waspadai Kanker dan Kebakaran
Smartphonenya sering berada di dekat kepala ketika sedang tidur? Awas kanker mengancam, bisa juga kebakaran.
Dikeluarkan dari Grup WhatsApp, Ini 3 Poin Waktunya Introspeksi
Tiba-tiba Anda dikeluarkan dalam grup WhatsApp. Tanda tanya besar muncul di benak. Apakah waktunya untuk introspeksi diri?
0
Terjadi Monopoli, Luhut Hentikan Ekspor Benih Lobster
Luhut Binsar Pandjaitan menghentikan sementara penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) ekspor benih bening lobster.