UNTUK INDONESIA
Kisah Nurfadhilah, Warga Aceh Lumpuh Bertahun-tahun
Perempuan berusia 30 tahun itu sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Aceh karena mengalami lumpuh.
Nurfadhilah terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Aceh, Selasa 10 Desember 2019. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Di atas ranjang berukuran sekitar satu kali dua meter, Nurfadhilah tampak terbaring lemas. Sesekali, matanya menerawang ke arah tim medis dan orang-orang di sekitar.

Perempuan berusia 30 tahun itu sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh karena mengalami lumpuh, setelah melahirkan anak kedua.

Ibu dua anak itu tercatat sebagai warga Desa Bagok Panah Lhee, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Setelah mengalami lumpuh sejak bertahun-tahun, Nurfadhilah akhirnya dibawa ke RSUDZA pada Selasa 10 Desember 2019 kemarin.

Ka dari 2011 lon lagee nyo (sudah sejak 2011 saya sudah seperti ini).

Ia diberangkatkan menggunakan ambulans milik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur. Tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.10 WIB, Nurfadhilah langsung mendapatkan penanganan intensif.

Ka dari 2011 lon lagee nyo (sudah sejak 2011 saya sudah seperti ini),” kata Nurfadhilah saat Tagar menyodorkan pertanyaan.

Nurfadhilah tampak lebih banyak diam. Ia sulit mengungkapkan kata-kata saat para jurnalis menyodorkan sejumlah pertanyaan lainnya. Sekilas dari wajahnya, ia tampak bahagia.

Lon senang ka dimee keuno, semoga bagah puleh (saya senang sudah dibawa ke sini, semoga cepat sembuh,” ujarnya.

Derita lumpuh yang dialami Nurfadhilah ternyata tak membuat dia putus asa. Ia terus bekerja untuk menafkahi dua orang anaknya. Sebab, suami Nurfadhilah sudah tak ada lagi. Mereka berpisah pasca Nurfadhilah mengalami lumpuh.

Adapun pekerjaan yang digeluti Nurfadhilah setiap hari yakni membuat kerupuk melinjo. Dengan segala keterbatasan, ia tetap semangat bekerja demi masa depan sang buah hati.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky adalah salah satu yang menaruh perhatian terhadap Nurfadhilah. Ia kemudian merujuk sosok tersebut ke RSUDZA.

“Kami juga sudah koordinasikan penanganan Nurfadhilah ini langsung dengan Direktur RSUDZA, tadi teman-teman medis juga menangani dengan cepat, termasuk ruangan,” kata Iskandar.

Kata Iskandar, untuk mengetahui penyakit apa yang diderita Nurfadhilah, maka membutuhkan waktu beberapa hari. Menurutnya, pihak rumah sakit akan terlebih dahulu memberiksa pasien tersebut, termasuk menggunakan sistem Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Tindakan MRI yang dilakukan oleh tim medis untuk memeriksa kenapa sebagian dari pinggul dan kaki Nurfadhilah ini tidak bisa bergerak sama sekali setelah melahirkan anak kedua,” ujarnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
12 Tahapan Seleksi Tes CPNS di Aceh Barat Daya
Sebanyak 12 tahapan proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh.
Terpidana Berkeliaran Bebas Singkil Dijemput Paksa
Pihak Kejaksaan Negeri Singkil dan Petugas Sipir Rutan Aceh Singkil kelas II B kembali menjemput narapidana berinisial HB.
Jejak Belanda di Serambi Mekkah di Atas 2.200 Makam
Nur Habibah tampak tersenyum. Tangan kanannya memegang sapu lidi ia berjalan di sela-sela perkuburan Kerkhof Petjut Kota Banda Aceh, Aceh.
0
Akibat Penunggu Pasien Tak Jujur di RSUP Sardjito
Akibat penunggu pasien di RSUP Sardjito Yogyakarta tidak jujur, akibatnya 53 tenaga medis harus menjalani tes swab.