UNTUK INDONESIA
Kepingan Duka Mantan Agen Abu Tours di Makassar
Dua tahun kasus penipuan haji dan umrah Abu Tours berlalu. Pahitnya dirongrong hutang dan ancaman jemaah masih menghantui mantan agen travel.
Pertemuan agen yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Nusantara Eks Agen dan Mitra korban Abu Tours di Makassar. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Makassar - Sejumlah mantan agen travel haji dan umrah Abu Tours berkumpul di sebuah kedai kopi berukuran 8x5 meter di Jalan Dahlia, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sul-Sel), Minggu 1 Desember 2019.

Konon, mereka berkumpul karena memang kerap menggelar pertemuan rutin. Sembari bersenda gurau sore itu sekitar pukul 16.00 Wita, para mantan agen ini bercerita seputar informasi terbaru dari lanjutan kasus penipuan jemaah umrah yang dilakukan travel haji dan umrah Abu Tours.

Aliansi ini kami bentuk untuk merangkul agen-agen dari beberapa provinsi yang di sana ada perwakilan cabang Abu Tours untuk bisa mendapatkan hak bersama.

Nuansa keakraban jelas terlihat dari raut wajah mantan agen yang mayoritas perempuan ini. Sesekali mereka berkelakar di sela sela menyantap bakso kuah coto khas Kota Makassar.

Ada juga mantan agen laki-laki dan beberapa di antaranya tergabung dalam Aliansi Gerakan Nusantara Eks Agen dan Mitra korban Abu Tours. Sebuah aliansi yang sudah berbadan hukum, sebagai syarat menuntut hak secara hukum. Agenda penting mereka hari itu adalah menyuarakan hati dan dicatat kuasa hukum bernama Syamsu Rijal.

"Kami dari mantan agen dan mitra travel haji dan umrah Abu Tours melakukan pertemuan ini secara spontanitas saja, setelah keluar vonis dari pengadilan. Kami sepakati melakukan pertemuan membahas langkah yang akan ditempuh ke depan, apalagi banyak agen yang mengalami penumpukan hutang," kata Anugra, juru bicara Aliansi Gerakan Nusantara Eks Agen dan Mitra korban Abu Tours kepada Tagar disela-sela pertemuan.

Pria berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, mengatakan Aliansi Gerakan Nusantara Eks Agen dan Mitra korban Abu Tours terus berupaya agar uang jemaah dikembalikan. Sehingga para agen tidak perlu lagi was-was memikirkan masalah hutang yang jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah.

"Aliansi ini kami bentuk untuk merangkul agen-agen dari beberapa provinsi yang di sana ada perwakilan cabang Abu Tours untuk bisa mendapatkan hak bersama," kata pria berkepala plontos itu.

Dua jam setelah pertemuan berlangsung, Aminah Mintu Baharuddin, mantan agen Abu Tours yang menderita kerugian paling besar dibanding mantan agen yang hadir di pertemuan itu, berkisah banyak tentang nasibnya.

"Saya mengalami kerugian sekitar Rp 32 miliar. Jumlah jemaah yang telah mendaftar dan belum sempat berangkat ke tanah suci sebanyak 3.000 orang," katanya.

AgenAminah, salah seorang agen dari Abu Tours yang mengalami kerugian hingga Rp32 miliar. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Selain rugi besar, keluarga wanita yang berprofesi sebagai guru ini sempat merasa tidak tenang berada di rumah. Apalagi pasca meletusnya kasus penipuan, banyak calon jemaah yang gagal berangkat datang ke rumahnya untuk meminta pertanggung jawaban.

"Setelah ramai pemberitaan Abu Tours gagal memberangkatkan jemaah umrah, banyak orang datang ke rumah meminta uangnya kembali. Bahkan ada beberapa jemaah yang melakukan teror juga, sampai-sampai saya menyewa polisi untuk mengamankan rumah," kenang Aminah.

Pakai Uang Pribadi

Aminah mengaku masih beruntung karena tidak sampai droup akibat kejadian memilukan itu. Setelah rencana keberangkatan Abu Tours tidak jelas, dia pun berjuang untuk memberangkatkaan beberapa jemaah secara bertahap dengan merogoh kocek pribadi.

"Saya demi menjaga kepercayaan dari jemaah, saya berusaha meminjam uang dari mana saja," katanya.

Sudah ada juga jemaah yang mengerti dengan kasus penipuan ini dan menunggu hasilnya.

Meski tidak memberangkatkan semua jemaah dalam waktu bersamaan, dia mengaku lega karena perlahan kepercayaan kepadanya dari jemaah mulai kembali sedikit demi sedikit.

"Saat ini saya bergabung dengan salah satu travel haji dan umrah dengan tujuan bisa mengembalikan kepercayaan yang sempat ternodai gegara kasus ini," ceritanya.

Hampir dua tahun lamanya kasus penipuan Abu Tours berlalu, sebagian jemaah yang dulunya meneror Aminah, berangsur mengerti jika kesalahan bukan berada di tangan para agen.

"Sudah ada juga jemaah yang mengerti dengan kasus penipuan ini dan menunggu hasilnya. Sebagian lagi tetap juga masih ada yang mendesak meminta uangnya kembali dengan biaya yang full," ujarnya.

Aminah bergabung menjadi agen Abu Tour tahun 2016. Namun dua sebelumnya, dirinya sendiri ikut menggunakan jasa Abu Tours berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah umrah.

"Dua kali saya berangkat umrah lewat Abu Tours, tahun 2014 dan 2016. Nah di 2016 sesaat setelah pulang umrah, saya dihubungi orang kantor Abu Tours dan menawarkan menjadi agen. Saat itu lagi banyak-banyaknya promo, ya tertarik," katanya.

Dia mengaku terlena dengan beragam promo yang ditawarkan Abu Tours. Dia pun gesit mempromosikan kepada masyarakat agar berangkat umrah dengan Abu Tours.

"Sebelum Abu Tours bersamalah dan tidak bisa lagi memberangkatkan jemaah umrah, masih sempat melakukan pembelian sebanyak 200 seat dan saya bagi dengan agen lain," katanya.

Belum Nikmati Untung

Senada dengan itu, Nasaruddin, salah seorang korban penipuan travel haji dan umrah Abu Tours di Maros, Sul-Sel juga mengalami kerugian sebesar Rp350 juta.

"Uang ratusan juta rupiah bukan uang kecil. Ini bisa saya peroleh dengan jerih payah menabung puluhan tahun. Nahasnya hilang di tangan Abu Hamzah pemilik Abu Tours," kata Nasaruddin dengan nada kecewa.

Warung makanNasaruddin, salah seorang korban penipuan Abu Tours yang kini merintis usaha warung makan di Makassar. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Tiga tahun lalu, pria yang kini merintis usaha rumah makan itu mengatakan bergabung sebagai mitra Abu Tours dengan PT Amanah Bersama Umat, setelah menyetorkan uang sebesar Rp 100 juta. Kemudian dia membeli 22 shet pemberangkatan umrah dengan nominal Rp 250 juta rupiah.

Uang ratusan juta rupiah bukan uang kecil. Ini bisa saya peroleh dengan jerih payah menabung puluhan tahun.

Belum sempat menikmati pemberangkatan umrah bersama rekannya, PT Amanah Ummat malah bermasalah. Alhasil, pemberangkatan jemaah pun tidak kunjung tiba.

"Saya bermitra dengan Abu Tours sejak 3 tahun lalu. Saya juga masuk 3 bulan mulai beli sheetnya. Saya juga belum pernah menikmati hasil dari Abu Tours, namum sempat ada koper saja rencana berangkat tapi tidak jadi," katanya.

Kini, para korban penipuan Abu Tours hanya bisa berharap adanya pengembalian dana yang telah disetorkan. Sebab sampai kini, jemaah yang dijanjikan berangkat umrah terus menagih kepastian. Bahkan korban kerap mendapat ancaman akan dipidanakan sebagai mitra dari para jemaah yang belum berangkat. []

Berita terkait
Pasar Wagean Wates Kulon Progo, Riwayatmu Kini
Kota Wates memiliki kenangan tersendiri bagi warga Kulon Progo, salah satunya pasar Wagean. Pasar burung ini akhirnya resmi ditutup atau dipindah.
Ahok dan Tionghoa Kelas Glodok
Ahok dibilang Tionghoa kelas Glodok. Bagaimana rasanya menjadi orang Indonesia keturunan Tionghoa yang sekaligus menjadi pengusaha kelas Glodok?
Jejak Belanda di Serambi Mekkah di Atas 2.200 Makam
Nur Habibah tampak tersenyum. Tangan kanannya memegang sapu lidi ia berjalan di sela-sela perkuburan Kerkhof Petjut Kota Banda Aceh, Aceh.
0
Kalteng Darurat Kekerasan Seksual, Sahkan RUU PKS
Aktivis perempuan Kalimantan Tengah mendesak RUU PKS segera disahkan