UNTUK INDONESIA
Kemenlu Dorong Pelaku UMKM Go International
Kemenlu mencarikan peluang di luar negeri, dan Pemda menyiapkan UMKM unggulan yang produknya siap diekspor
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis dan Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Rossy Verona. (Foto: Tagar/Humas Pemkot Cirebon).

Kota Cirebon - Terdapat 114 negara yang bisa dijadikan tujuan ekspor. Karena itu pemerintah berharap para pelaku UMKM bisa menangkap peluang ini untuk mengekspor hasil usahanya ke luar negeri.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Rossy Verona, dalam kunjungan kerjanya dengan agenda Sinergi dan Outreach Diplomasi Ekonomi Dengan Stakeholders Daerah Kota Cirebon di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Selasa, 17 Februari 2020.

Ditjen Asia Pasifik dan Afrika lanjut Rossy, telah berkunjung ke sejumlah daerah di Indonesia mendorong pelaku UMKM untuk go international. Rossy menyebutkan, pihaknya telah mendatangi beberapa daerah mengajak Pemda setempat berkolaborasi dengan Kemenlu mendorong pelaku UMKM untuk go internasional. “Kami telah mendatangi sejumlah daerah seperti Aceh, Riau, Dumai dan Rembang terkait peluang ini,” tutur Rossy.

Rossy meminta Pemda dapat berkolaborasi dengan Kemenlu RI untuk mendorong pelaku UMKM go international dengan cara melakukan pembinaan dan pemantauan terkait kemasan dan kualitas produk.  “Kami mencarikan peluang di luar negeri, dan harapannya Pemda menyiapkan UMKM unggulan yang produknya siap diekspor,” ujar Rossy.

Rossy menambahkan selain memberitahukan adanya peluang ekspor, Kemenlu RI juga terus menjaring berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha yang memiliki orientasi ekspor. “Program kolaborasi yang telah berjalan salah satunya dengan Blitar dan Surabaya, dan kami ingin hal itu juga berjalan dengan Kota Cirebon,” kata Rossy.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, menggunakan Pemkot Cirebon berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go internasional atau bisa menembus pasar ekspor. “Kami menangkap peluang dari Kemenlu RI yang siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk ekspor,” kata Azis.

Azis mengatakan kedatangan perwakilan Kemenlu RI ke Kota Cirebon yaitu memberitahukan adanya peluang ekspor yang bisa diambil oleh kalangan pengusaha dengan bersinergi bersama Pemkot Cirebon. “Bahkan ada beberapa event di luar negeri yang menyediakan stand gratis untuk pelaku UMKM yang difasilitasi Kemenlu RI,”tambah Azis.

Terkait pendanaan kata Azis akan dicarikan solusi pendanaan yang berasal dari CSR atau partisipasi kalangan swasta, sebab untuk sumber dana tidak mungkin bisa ditutup dengan dana dari APBD-Perubahan. “Info ini kami baru tahu sekarang, jadi belum bisa masuk penganggaran, maka akan dicarikan solusi lain,” tutup Azis. []

Berita terkait
Dengan Omnibus Law, Izin Usaha UMKM Enggak Ribet
Omnibus law memberikan banyak keuntungan buat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah satunya soal kemudahan proses perizinan.
DPR RI Siap Fasilitasi Pembinaan UMKM Taput
Komisi VI DPR RI akan memperjuangkan produk UMKM agar bisa mendunia dengan fasilitasi ke Kementerian Koperasi dan UMKM
Tarif Baru Impor E-Commerce, Bagaimana Kesiapan UMKM
Pemerintah diminta memperhatikan kemampuan pengusaha lokal dalam memenuhi permintaan pasar dengan mengeluakran kebijakan pajak impor e-commerce.
0
Ruhut Sitompul Semprot Said Didu: Jangan Kabur!
Politikus Ruhut Sitompul meminta eks Sekretaris BUMN Said Didu jangan kabur memenuhi panggilan polisi.