UNTUK INDONESIA
Jasad Tersangkut di PLTMH Semawung Kulon Progo
Jasad nenek Sayumi, warga Banjarharjo, Kalibawang ditemukan tersangkut intake PLTMH Semawung. Ada luka pada korban, tapi bukan karena penganiayaan.
Proses evakuasi korban hanyut yang tersangkaut di saluran air PLTMH Semawung, Kulon Progo pada Minggu 23 Februari 2020. (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Sayumi Hadi Sumarto, 89 tahun, warga Dusun Bogo, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan Kalibawang. Jasad tersangkut di saringan air intake Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Semawung pada Minggu, 23 Februari 2020.

Penjaga PLTMH Semawung Andri Wibowo mengatakan, jasad korban ditemukan saat bersama rekannya sedang melakukan pemantauan di saringan intake. Saat sedang duduk di kursi, melihat ada benda seperti tubuh manusia yang tersangkut. "Saat ditemukan posisinya terbalik dan kakinya di atas. Jadi tidak tahu apakah perempuan atau laki-laki," katanya.

Andri lalu meminta pertolongan kepada warga dan Polsek Kalibawang agar korban dievakuasi. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi lokasi yang cukup sempit. Selain itu arus air di lokasi PLTMH Semawung cukup deras.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Santo Yusup Boro untuk dilakukan pemeriksaan identitas oleh Tim Inafis Polres Kulon Progo.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kalibawang, Inspektur Polisi Satu Hadi Purwanto mengatakan, identitas korban diketahui dari pengambilan sidik jari oleh Tim Inafis Polres Kulon Progo. Pernyataan keluarga juga membenarkan bahwa jenazah di PLTMH Semawung tersebut adalah anggota keluarganya.

Saat ditemukan posisinya terbalik dan kakinya di atas.

Menurut dia dari hasil pemeriksaan ditemukan ada luka di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut salah satunya di kepala yang robek kurang lebih sepanjang 10 centimeter akibatkan benturan. Selain itu juga ditemukan luka-luka lecet di tangan dan kaki korban.

"Benturan tersebut terjadi saat korban hanyut di saluran selokan Kalibawang. Luka itu murni karena benturan benda tumpul, bukan karena penganiayaan. Berdasarkan keterangan dokter di tempurung kepalanya tidak ada indikasi penganiayaan," katanya.

Iptu Hadi memperkirakan korban meninggal dunia dua jam sebelum ditemukan. Perkiraan ini diperoleh dari hasil otopsi dokter, di mana darah yang mengalir masih segar dan kondisi tubuhnya yang belum kaku. "Kejadian ini murni kecelakaan. Hal ini juga dikuatkan oleh hasil pemeriksaan dokter," tuturnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Jasad Penambang Emas Sijunjung Mengambang di Sungai
Seorang penambang emas yang dilaporkan hanyut di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ditemukan tewas mengambang di aliran sungai.
Jasad Remaja Mengambang di Sungai Agam
Jasad seorang remaja ditemukan mengambang di aliran sungai di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Geger Jasad Membusuk Penuh Belatung di Kulon Progo
Warga Karangsewu, Kulon Progo geger dengan penemuan jasad yang sudah membusuk penuh belatung. Penyebab kematiannya karena jatuh dari ketinggian.
0
Mujahid 212 Tolak Ahok Pimpin Ibu Kota Baru
Mujahid 212 mempertentangkan gagasan Presiden Jokowi yang menginginkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara.