UNTUK INDONESIA
Imbas Corona, Golkar Usul Kolaborasi Inovatif
Untuk mengantisipasi dampak virus corona, Politisi Partai Gokar, Putri Anetta Komarudin menyarankan adanya kolaborasi inovatif lintas sektor.
Puteri Anetta Komarudin, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar. (Foto: Popy Sabastan).

Jakarta - Penyebaran pandemi virus corona Covid-19 berdampak pada keterpurukan ekonomi global yang berpotensi munculnya risiko krisis, termasuk di Indonesia. Untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Puteri Anetta Komarudin menyarankan adanya kolaborasi inovatif lintas sektor.

Putri mengajak pelaku usaha untuk mulai menyusun strategi kolaborasi inovatif lintas sektor industri. Hal itu perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan pelemahan ekonomi yang diakibatkan pandemi virus corona.

Baca Juga: Imbas Corona Cicilan Motor Diberi Keringanan Setahun

"Belajar dari inisiatif industri otomotif dunia seperti Ford, General Motors, dan Tesla, kerja sama lintas sektor teknologi dan engineering dilakukan untuk mendukung proses produksi industri alat kesehatan yang memang sedang berupaya memaksimalkan produksi alat kesehatan esensial," kata Puteri kepada Tagar, Kamis, 26 Maret 2020.

Bahkan, ucap Putri, di Tiongkok, lebih dari empat puluh industri restoran, hotel, dan bioskop bekerjasama dengan perusahaan rintisan (start up) retail baru dari Alibaba. Hal itu, dilakukan untuk sementara waktu mengalihfungsikan tenaga kerjanya menjadi driver atau pemberi layanan pesan-antar karena peningkatan transaksi daring.

IlustrasiIlustrasi Virus Corona atau Covid-19. (Foto: cbs7.com/MGN Image)

Sinergi sudah terbangun dari kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha

Saat ini, menurut Putri, sinergi sudah mulai terbangun dari kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha yang berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. "Kini, yang perlu lebih didorong adalah kolaborasi lintas sektor industri untuk menjaga kelangsungan ekonomi kita,” ujarnya.

Untuk itu, Putri berharap kolaborasi lintas sektor industri dapat menjadi norma bisnis yang diadopsi para pelaku usaha untuk dapat menjaga kelangsungan bisnis. Selain itu juga dan menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. “Kelangsungan bisnis pelaku usaha secara langsung memastikan berputarnya roda ekonomi riil di Indonesia," ucapnya.

Politikus Partai Golkar dari generasi milenial ini berharap Tanah Air dapat meniru dengan memodifikasi upaya itu. "Harapannya, kolaborasi inovatif bisa menjadi jawaban untuk memastikan produksi tetap berjalan dan mengurangi kemungkinan PHK pekerja,” tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan di tengah merebaknya wabah virus corona, pemerintah mengupayakan berbagai hal terkait kestabilan perekonomian nasional. Tugas besar saat ini yang perlu dikerjakan adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam menghadapi krisis.

Baca Juga: Imbas Corona, Tepatkah Pemerintah Tanggung PPh 21?

"Kemudian melakukan reprioritasi untuk penanganan Covid-9 ini. Kami sedang terus melakukan berbagai exercise sehingga di satu sisi APBN kita bisa merespon cepat, namun tidak langsung akan muncul krisis kredibilitas terhadap APBN kita sendiri," kata Sri Mulyai dalam video conference melalui akun Sekretariat Negara, Jumat, 20 Maret 2020.[]

Berita terkait
Sri Mulyani Bahas Kestabilan Ekonomi di Tengah Corona
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membahas kestabilan ekonomi di tengah wabah Covid-19 atau virus corona, agar Indonesia tidak krisis.
Corona, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Tak Capai Target
Presiden Joko Widodo memperkirakan dampak virus corona Covid-19 membuat target pertumbuhan ekonomi tak tercapai.
Dampak Corona Ekonomi Lemah, Buruh Harap Bebas PHK
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur menginginkan Dinas Kerja dan Transmigrasi meminta kepastian pada perusahaan agar tidak ada PHK.
0
Imbas Corona, Golkar Usul Kolaborasi Inovatif
Untuk mengantisipasi dampak virus corona, Politisi Partai Gokar, Putri Anetta Komarudin menyarankan adanya kolaborasi inovatif lintas sektor.