UNTUK INDONESIA
Hujan Angin di Tegal, Pangkas Pohon Rawan Tumbang
Langkah antisipasi dilakukan BPBD Tegal, Jawa Tengah seiring hujan disertai angin kencang yang melanda. Sudah ada 50 pohon yang dipapras
Sejumlah pohon di tepi Jalan AR Hakim, Kota Tegal tampak sudah dipapras, Kamis 5 Desember 2019 untuk mencegah terjadinya pohon tumbang seiring meningkatnya intensitas hujan. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - ‎Hujan lebat disertai angin kencang mulai melanda wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah antisipasi dengan memangkas puluhan pohon yang rawan tumbang. ‎

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan sejauh ini pemaprasan sudah dilakukan terhadap 50 pohon di empat kecamatan untuk mencegah terjadinya pohon tumbang. 

"Pemaprasan dilakukan secara bertahap. Yang dipapras pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan," kata Yudi, Kamis 5 Desember 2019.

Pada Rabu 4 Desember 2019 malam, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur. Pohon jenis kresen itu menimpa sebuah angkot yang sedang diparkir. Tidak ada korban dalam kejadian sekitar pukul 19.00 WIB itu.

Yang dipapras pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan.

Hujan lebat disertai angin kencang pada hari yang sama juga menyebabkan papan reklame di pertigaan Langon, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur nyaris roboh. Papan reklame yang kondisinya miring itu kemudian dirobohkan petugas BPBD bersama PLN karena membahayakan pengendara yang melintas

Yudi melanjutkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi peristiwa yang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang. Tim ini terdiri dari petugas gabungan dari BPBD, Dinas Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, PLN, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

"Ada 70 anggota TRC ‎yang siaga 24 jam. Dibantu personil Babinsa dan Babinkamtibmas se-Kota Tegal‎," tutur Yudi.

‎Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal Hendi Andrianto mengatakan terjadinya angin kencang saat musim hujan dipengaruhi oleh munculnya awan cumulonimbus.

"‎Kecepatan paling tinggi bisa sampai 25 knot atau 55 kilometer per jam," ujar dia.

Kencangnya angin menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya pohon tumbang. ‎Faktor lainnya kondisi akar dan dahan pohon yang sudah berumur tua.

"Kalau beberapa hari ini di wilayah Kota Tegal angin belum terlalu besar. Tapi masyarakat tetap harus waspada karena kemarin sudah terjadi pohon tumbang dan baliho miring," ujar Hendi.‎ []

Baca juga: 

Berita terkait
Perbaikan Jalan di Tegal Pakai Aspal Sampah Plastik
Terobosan baru dilakukan Pemkot Tegal, Jawa Tengah. Perbaikan jalan rusak akan memanfaatkan aspal berbahan campuran sampah plastik.
Jalingkut Brebes-Tegal Ditarget Selesai 2020
Proyek Jalingkut Brebes-Tegal dipastikan berlanjut mulai bulan Desember ini. Pekerjaan ini sempat terhenti sejak 7 tahun lalu.
Rokok dan Vape Rp 2,8 Miliar di Tegal Dimusnahkan
Bea Cukai Tegal, Jawa Tengah memusnahkan sekitar 4 juta rokok dan 658 botol liquid vape ilegal ilegal. Hasil operasi Juli 2018 hingga April 2019.
0
KUR Kena Corona, Tenang Jokowi Beri Subsidi Bunga 6%
Jokowi melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyiapkan sejumlah program untuk mempertahankan perekonomian nasional di tengah corona.