UNTUK INDONESIA
Golkar-NasDem-PPP Mesra di Fraksi dan Pilkada Sleman
Golkar, NasDem dan PPP bergabung satu Fraksi di DPRD Sleman dengan 11 kursi. Kemesraan ini berlanjut di Pilkada. Ketiganya sudah memenuhi syarat.
Konferensi pers terkait persiapan DPD Golkar Sleman untuk menghadapi Pilkada di kantor DPD Sleman pada Jumat 31 Januari 2020. (Foto: Tagar/hidayat)

Sleman - DPD Partai Golkar Kabupaten Sleman melakukan komunikasi dengan dua partai yakni PPP dan NasDem dalam persiapannya menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Dua partai tersebut dirasa sudah cukup persyaratan mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati ketika memang ada kesepakatan untuk koalisi.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sleman, Janu Ismadi mengatakan komunikasi dengan dua partai ini cukup intens terlebih di legislatif juga tergabung dalam Fraksi Golkar. "Di DPRD kami bersama PPP dan NasDem dalam satu fraksi," katanya di kantor DPD Kabupaten Sleman pada Jumat 31 Januari 2020.

Janu mengatakan untuk partainya di legislatif memiliki 5 kursi keterwakilan. Sedangkan NasDem dan PPP masing-masing mempunyai 3 kursi. Sementara untuk mengusung bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah persyaratan minimal 10 kursi atau 20 persen dari jumlah total kursi yang ada.

Janu mengungkapkan selain intens komunikasi dengan dua partai tersebut, DPD Golkar Sleman juga melakukan pendekatan dengan PKS dan PKB yang mempunyai masing-masing 6 kursi. "Komunikasi dengan PKS dan PKB juga kami lakukan," tuturnya.

Sedangkan untuk bakal calon yang diusung, pihaknya baru membuka pendaftaran secara terbuka mulai 3 Februari 2020 sampai 8 Februari 2020 di kantornya. Bagi kader internal ataupun masyarakat umum yang berkeinginan untuk maju pun dipersilakan. "Pendaftaran ini tidak dipungut biaya," katanya.

Komunikasi dengan PKS dan PKB juga kami lakukan.

Selain membuka pendaftaran, pihaknya juga melakukan pendekatan dengan tokoh incumbent, Sri Muslimatun yang merupakan kader partai NasDem. Namun sampai saat ini masih sebatas komunikasi saja. "Komunikasi dengan bu Muslimatun sudah dilakukan. Tapi untuk siapa nantinya tetap melalui proses yang ada," katanya.

Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Sleman, Ali Sahdan menambahkan memang Sri Muslimatun saat maju sebagai wakil bupati pada periode sebelumnya juga menggunakan kendaraan partai Golkar. Namun apakah akan diusung kembali untuk Pilkada 2020 masih belum ditentukan. "Kami tetap akan melalui proses sesuai dengan aturan partai," katanya.

Ia menyebut melalui pendaftaran bakal calon nantinya akan dipilih siapa yang satu visi dan misi dengan Golkar. "Keputusan nantinya juga akan dikomunikasikan dengan DPD Golkar DIY mengenai siapa yang diusung," ucapnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Tanpa PDIP, 7 Parpol Koalisi di Pilkada Sleman
Tujuh parpol berkoalisi di Pilkada Sleman. Di DPRD Sleman mereka meraih 29 dari 50 kursi. Tanpa PDIP dan Gerindra di koalisi itu.
Ini Syarat Calon Independen di Pilkada Sleman
Penyerahan syarat dukungan bagi calon independen dibatasi 5 hari. Untuk Pilkada Sleman syarat minimal 58.096 dukungan yang tersebar di 9 kecamatan.
Gagal ke Senayan Anak Amien Rais Maju Pilkada Sleman
Anak mantan Ketua MPR Amien Rais, Mumtaz Rais, setelah gagal di Pilcaleg 2019, kini mendaftar pada bursa calon bupati Sleman 2020.
0
Perusahaan di Jabar Pastikan Karyawan Bebas Covid-19
Pemprov Jabar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan pengawasan dan inspeksi baik sebelum dan setelah PSBB diberlakukan