Giring Nyapres, Ernest Prakasa Hilang Simpati ke PSI

Ernest Prakasa mengaku kehilangan simpati dengan langkah Giring Ganesha yang memutuskan maju sebagai calon presiden di ajang Pilpres 2024.
Politikus partai PSI Giring Ganesha. (Foto: Instagram/giring)

Jakarta - Komedian sekaligus sineas Ernest Prakasa menanggapi dingin langkah Giring Ganesha yang memutuskan maju sebagai calon presiden di ajang Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Sutradara muda itu mengaku hilang simpati terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas pencalonan mantan vokalis Nidji itu.

Melalui cuitan di Twitter, Ernest mengatakan selama ini memberikan simpati kepada PSI yang ia nilai terus berusaha memperbaiki iklim perpolitikan Indonesia. Namun, majunya Giring sebagai calon presiden dari partai tersebut, justru menghilangkan rasa simpatinya itu.

"Selama ini saya secara terbuka menyatakan simpati terhadap perjuangan rekan-rekan di PSI, mengamini niat mereka untuk memperbaiki iklim perpolitikan Indonesia. Pencalonan Giring sebagai capres, apapun motifnya, telah mengakhiri simpati itu," kata Ernest melalui akun Twitternya, dikutip Tagar pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Sutradara film Cek Toko Sebelah itu menilai, pencalonan Giring sebagai presiden oleh partai PSI merupakan gimmick yang kebablasan dan memperlihatkan jika partai tersebut tidak menganggap proses pencarian kepala negara sebagai sesuatu yang serius.

Pasalnya, menurut Ernest, ditunjuknya Giring sebagai calon presiden tidak didasari oleh kematangan politik yang cukup, melainkan hanya bermodalkan ketenaran dan keterkenalan semata.

"Bagi saya, pencalonan Giring adalah gimmick yang kebablasan. Memajukan figur untuk menjadi capres hanya bermodalkan popularitas, bukan pengalaman politik yang jelas. PSI tidak menganggap pencapresan sebagai sesuatu yang serius, maka saya pun tidak lagi menganggap mereka serius," tutur Ernest Prakasa.

Lebih lanjut, Ernest Prakasa mengaku tidak ingin dianggap terlibat atau mendukung langkah politik PSI yang memajukan Giring Ganesha sebagai calon presiden.

"'Yah bro, namanya juga bargaining, kayak ga paham aje'. Paham lah. Bargaining kek, publicity stunt kek, terserah. Namanya juga politik, suka banyak keajaiban. Tapi ya itu. Saya sih ogah ikut2an," kata Ernest.

Ernest PrakasaErnest Prakasa. (Foto: Tagar/N Yaqin)

Diberitakan sebelumnya, nama Giring Ganesha belakangan terus menjadi bahan pembicaraan publik menyusul munculnya sejumlah baliho pencalonannya sebagai presiden, dan mengisyaratkan bahwa politisi Partai Solidaritas Indonesia ini siap berlaga di Pemilihan Presiden 2024.

Belakangan dalam keterangannya, Giring mengaku didorong untuk mencalonkan diri sebagai presiden menyusul keterlibatannya di dunia politik yang bertujuan untuk dapat ikut menentukan arah masa depan Bangsa Indonesia.

"Pencalonan ini berangkat dari keinginan melibatkan diri dalam politik nasional, untuk ikut menentukan arah masa depan Indonesia," kata Giring dalam konferensi pers virtual, Senin, 24 Agustus 2020.

Sebelum menutuskan untuk menerima masukan agar mencalonkan diri sebagai calon presiden, kata Giring, ia juga mengaku sempat mengalami pergulatan batin dan menyadari akan berbagai respon yang bakal ia terima menyusul pencalonannya.

"Jalan yang saya tempuh ini tidak akan pernah mudah. Pada saat orang tidak suka, sinis, atau pesimis terhadap politik, saya justru terjun, melawan arus," kata dia. []

Berita terkait
Linkin Park Jawab Isu Dukung Donald Trump
Grup musik Linkin Park akhirnya menjawab isu dukungan terhadap calon presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Penjahat Wonder Woman 1984 Terinspirasi Donald Trump
Penjahat dalam film pahlawan super Wonder Woman 1984 terinspirasi dari Presiden AS Donald Trump.
Baliho Giring Presiden 2024 Bertebaran di Padang
Baliho bertuliskan Giring untuk Presiden 2024 bertebaran di sejumlah ruas jalan Kota Padang.
0
UU Baru Vatikan Kriminalisasi Pelaku Pelecehan Seksual
Vatikan revisi UU yang perberat hukuman dan kriminalisasi bagi pelaku pelecehan seksual oleh pastor dan kaum awam