UNTUK INDONESIA
Kanye West Umumkan Maju Jadi Capres Amerika Serikat
Kanye West resmi mengumumkan keinginannya untuk memajukan diri sebagai calon presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Umum 2020.
Kanye West. (Foto: Instagram/kanyewestt_official)

Jakarta - Penyanyi rap kontroversial Kanye West, resmi mengumumkan keinginannya untuk memajukan diri sebagai calon presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Umum 2020, tepat di Hari Kemerdekaan negeri Paman Sam, Sabtu, 4 Juli 2020 atau Minggu pagi, 5 Juli 2020 waktu Indonesia.

Laman Hollywood Reporter mencatat, keputusan untuk maju menjadi calon presiden, berpotensi mewujudkan janji Kanye West yang ia buat lima tahun lalu saat menghadiri gelaran MTV Video Music Award 2015. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan oleh suami Kim Kardashian itu melalui cuitan di media sosial Twitter.

"Kita sekarang harus mewujudkan janji Amerika dengan mempercayai Tuhan, menyatukan visi kita dan membangun masa depan kita. Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. #2020VISION," cuit Kanye, dikutip Tagar pada Minggu, 5 Juli 2020.

Pernyataan tersebut kemudian direspon sejumlah warganet dengan olok-olok kepada Kanye. Namun, niat sang rapper justru didukung oleh bos perusahaan raksasa teknologi Space X, Elon Musk.

"Kamu mendapat dukungan penuh saya!" kata Elon. 

Kanye WestKanye West memeluk erat Donald Trump. (Foto: Instagram/kanyewestt_official)

Kanye West memang terbilang mencondongkan diri ke politik dalam beberapa tahun belakangan ini. Ia bahkan sempat melakukan pertemuan dengan Presiden Donald Trump, dan berkali-kali menyampaikan kepada media bahwa ia adalah bagian dari kelompok selebriti yang mendukung kebijakan kepala negara Amerika Serikat ke-45 itu.

Rapper berusia 43 tahun itu juga bukan kali ini saja menyampaikan keinginannya untuk maju sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi pemilihan presiden di Amerika Serikat. Pada November 2019 silam di helatan Fast Company's Innovation Festival, ia juga sempat mengemukakan keinginannya tersebut, meski saat itu ia mengatakan bakal maju untuk Pilpres 2024.

Kanye West bahkan terlihat marah saat beberapa orang menertawakan pernyataannya tersebut lantaran dikira sedang berkelakar. Para tamu undangan di acara tersebut kemudian terdiam saat Kanye melemparkan gagasannya dengan berapi-api.

"Apa yang kalian tertawakan? Kita akan menciptakan begitu banyak lapangan pekerjaan! Aku tidak akan lari, aku akan berjalan. Ketika kamu melihat berita utama mengatakan Kanye gila - satu dari tiga orang Afrika-Amerika berada di penjara dan semua selebritas ada di penjara juga karena mereka tidak bisa berkata apa-apa, mereka tidak punya pendapat, mereka sangat takut!" kata dia saat itu.

Kanye kembali menjadi bahan olok-olok oleh warganet saat mengemukakan keinginannya untuk menjadi presiden Amerika Serikat melalui cuitan di laman Twitternya, pada awal tahun 2020 lalu.

Kanye mengatakan, jika kelak benar terpilih menjadi orang nomor satu di negeri Paman Sam itu, ia bakal mengganti nama pesawat kepresidenan yang semula bernama Air Force One menjadi Yezzy Force One.

Yeezy sendiri merupakan nama panggilan sekaligus nama merk usaha yang saat ini dijalankan oleh Kanye West. Baginya, nama itu bagus dan cocok untuk dijadikan nama pesawat kepresidenan.

Baca juga: Kanye West Siap Gantikan Trump Jadi Presiden AS

"Saat nanti kami berhasil menjadi presiden, kami harus mengubah nama pesawat dari Air Force One menjadi Yezzy Force One," ujar Kanye, saat itu. []

Berita terkait
Foto: Kanye West Kepada Trump Minta Lapangan Pekerjaan
West berdiskusi dengan Donald Trump untuk meningkatkan jumlah pekerjaan sektor manufaktur di daerah Chicago.
Pangeran Harry - Meghan Markle Ikut Boikot Facebook
Pangeran Harry dan Meghan Markle ikut mendukung kampanye antirasisme lewat gerakan boikot yang ditujukan kepada Facebook.
Tom Cruise Gantikan Donald Trump Jadi Presiden AS
Sebuah video parodi menyebut aktor Tom Cruise amat layak dijagokan sebagai calon presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump.
0
Kanye West Umumkan Maju Jadi Capres Amerika Serikat
Kanye West resmi mengumumkan keinginannya untuk memajukan diri sebagai calon presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Umum 2020.