Jakarta - Gagal menjadi juara dan wasit yang akhirnya menjadi sasaran kritik. Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengecam wasit Luca Banti yang memimpin final Coppa Italia melawan Lazio di Stadion Olimpico, Kamis 16 Mei 2019 dini hari WIB. 

Harapan Atalanta merengkuh Coppa Italia untuk pertama kali sejak 1963 pupus karena kalah 0-2 di laga final. Kegagalan itu membuat pelatih Gasperini kecewa. Apalagi, dia menilai Atalanta berpeluang menang bila wasit jeli dan menghadiahkan penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan bek Lazio Bastos. 

Menurutnya jelas terlihat kalau Bastos menyentuh bola di kotak terlarang. Insiden itu seharusnya menjadikan Atalanta mendapat hadiah penalti dan Bastos dikartu merah setelah mengantungi kartu kuning. 

Tak perlu ada interpretasi lagi. Itu seharusnya penalti dan dia dikeluarkan. Mereka seharusnya bermain dengan 10 orang selama satu jam berikutnya.

"Bastos menyentuh bola dan itu jelas penalti. Dia seharusnya mendapat kartu kuning kedua dan itu bisa menentukan hasil akhir pertandingan," kata Gasperini seperti dilansir Forza Italian Football

"Melakukan hal seperti itu terhadap tim seperti Atalanta jelas itu sungguh menjijikkan. Ini seperti mengabaikan kredibilitas VAR. Ini momen terburuk di sepak bola Italia. Bagaimana mungkin Anda tidak melihatnya," ujarnya. 

Menurut dia, Bastos seharusnya dikartu merah dan Lazio bermain dengan 10 orang. Gasperini juga seakan tak percaya wasit tidak menggunakan VAR untuk meninjau bila Bastos melakukan pelanggaran. 

"Tak perlu ada interpretasi lagi. Itu seharusnya penalti dan dia dikeluarkan. Mereka seharusnya bermain dengan 10 orang selama satu jam berikutnya. Lalu apa yang terjadi? Beri saya alasan. Bila tidak melihatnya secara langsung, bukankah ada VAR. Tetapi jelas itu pelanggaran," kata Gasperini lagi. 

Menurut dia Atalanta sesungguhnya berpeluang menjadi juara. Pasalnya tim bermain bagus di babak kedua. Namun Atalanta justru kebobolan saat tidak mendapat tekanan dari Lazio.

"Di babak pertama kami tidak bermain bagus. Tetapi di babak kedua, kami lebih menguasai permainan. Sayangnya kami kemasukan justru saat kami tidak mendapat tekanan dari lawan," jawabnya. 

Gagal di Coppa Italia, Atalanta masih berharap bisa bertahan di empat besar Serie A Italia agar bisa berlaga di Liga Champions musim depan. Dengan menyisakan dua pertandingan lagi melawan Juventus dan Sassuolo, Atalanta yang bertengger di peringkat empat memiliki poin 65. Mereka unggul tiga poin dari AC Milan dan AS Roma. [] 

Baca juga: